Seorang balita perempuan berusia 3 tahun ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah kontrakan di Bantul. Saat ditemukan, bocah tersebut dalam kondisi mulut, kaki hingga tangan terlakban di kamar kontrakan daerah Kedaton, Pleret, Bantul.
Korban ditemukan warga setelah ditinggalkan oleh sang ibu. Temuan bocah terlakban itu pun viral di media sosial.
"Ditemukan seorang anak dalam kondisi tangan dan kaki ter!k4t, Mulut ter!k4t lakban. Lokasi sebuah kontrakan Kedaton Pleret Selatan SMP2 Pleret, Bantul. Menurut informasi Ayahnya Merantau Ke Jakarta hanya tinggal dengan ibunya," kata akun grup Facebook Waton Berkah Gunungkidul seperti dilihat detikJogja, Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diketahui Ibunya terakhir terlihat sore, Lalu pergi entah kemana, Anak ditinggal Di Kontrakan dalam keadaan ter!k4t lakban. Saat ini anak dititipkan dirumah pemilik kontrakan. Belum diketahui motif sang ibu meng!k4t anaknya menggunakan lakban, sampai berita ini diturunkan belum ada info resmi dari pihak kepolisian," lanjut akun tersebut.
Senin 1 Juni 2026
Anak pemilik kontrakan sekaligus saksi, Mamat menceritakan, awalnya salah satu penghuni kontrakannya melihat ibu dari anak pergi mengendarai motor, Senin (1/6) sore. Adapun sang ibu tinggal bersama anaknya yang masih berusia tiga tahun, sedangkan suaminya merantau ke Jakarta sehingga jarang pulang.
"Kata tetangga kontrakannya itu ibunya pergi naik motor tapi tidak mengajak anaknya. Nah, setelah maghrib itu tetangga kosnya dengar suara anak nangis tapi hanya pelan," katanya kepada wartawan di Kedaton, Pleret, Bantul, Rabu (3/6/2026).
Salah seorang penghuni kontrakan yang berulang kali mendengar suara tangisan anak-anak dari kontrakan sebelah kemudian menghubungi Mamat. Selanjutnya, sekitar pukul 21.00 WIB, Mamat mendatangi kontrakan.
"Lalu saya ketuk pintunya tidak ada yang membuka. Karena curiga, saya lalu ambil linggis dan mencongkel jendela kontrakannya," ujarnya.
Setelah jendela terbuka, Mamat menyuruh salah satu penghuni kontrakan untuk masuk ke dalam. Saat itulah warga menemukan bocah malang tersebut dalam kondisi mengenaskan.
"Tetangganya saya minta masuk karena badannya kecil. Sampai di dalam kamar ternyata di pojokan kamar ada anak hanya pakai baju dan pampers dengan kondisi kedua tangan, kedua kaki dan mulutnya terikat lakban warna bening," ucapnya.
Mamat melanjutkan, untungnya lakban pada mulut terbuka sedikit sehingga sang anak bisa menangis. Selain itu, AC dan kipas mengarah ke badan anak tersebut.
"Posisi AC dan kipas menyala di kamar saat itu menyala, untung saja ketahuan," ujarnya.
Setelah itu, warga membawa keluar anak berusia tiga tahun itu dari dalam kontrakan. Setelah sampai di luar, warga dan Mamat membuka lakban yang mengikat kedua tangan dan kaki anak tersebut.
"Dikeluarkan dulu baru dicopot lakbannya, setelah itu saya langsung bilang pak RT dan polisi," katanya.
Selasa 2 Juni 2026
Warga sempat menghubungi sang ibu beberapa kali namun tidak terhubung. Oleh sebab itu warga menghubungi ayah dari anak itu yang sedang merantau ke Jakarta.
"Mungkin karena ditelepon suaminya akhirnya dia (istri) pulang kemarin, Selasa (2/6) sekitar pukul 10.00 WIB," ujarnya.
Ketua RT 7 Kadaton, Saiful menambahkan, bahwa ibu dan anak itu sudah mengontrak sejak 2023. Sedangkan suaminya merantau ke Jakarta untuk bekerja sehingga jarang pulang.
"Mereka sudah ngontrak sekitar tahun 2023, keduanya bukan warga Bantul," ujarnya.
Selama tinggal di kontrakan tersebut, Saiful menyebut jika sang ibu jarang bersosialisasi dengan warga lainnya. Saiful juga mengungkapkan bahwa saat ini sang anak telah dibawa saudara dari ayahnya ke Gunungkidul.
"Untuk anaknya saat ini anak sudah dibawa ke Gunungkidul. Dari polisi juga sudah ke sini," ucapnya.
(apl/ahr)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja