Alasan Suami Maafkan Istri yang Nekat Lakban dan Tinggalkan Anak di Bantul

Alasan Suami Maafkan Istri yang Nekat Lakban dan Tinggalkan Anak di Bantul

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 04 Jun 2026 07:40 WIB
Kontrakan di Kedaton, Pleret, Bantul yang menjadi lokasi balita ditemukan dengan kondisi kedua tangan, kaki dan mulut terikat lakban, Rabu (3/6/2026).
Kontrakan di Kedaton, Pleret, Bantul yang menjadi lokasi balita ditemukan dengan kondisi kedua tangan, kaki dan mulut terikat lakban, Rabu (3/6/2026). Foto: dok. detikJogja
Jogja -

Ibu di Bantul inisial TKS (25) nekat melakban dan meninggalkan putrinya yang berusia 3 tahun sendirian di rumah. Namun, ayah korban yang berinisial RF (29) memilih tak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum karena menganggap istrinya tengah mengalami gangguan psikis.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menuturkan dari hasil mediasi, RF kemudian meminta maaf karena kejadian itu menyebabkan kegaduhan bagi masyarakat sekitar dan di media sosial (medsos).

"Dari hasil pemeriksaan, suami selaku kepala rumah tangga atau wali dari korban tidak ingin melaporkan pelaku atau Ibu kandung korban dan akan memperbaiki rumah tangga," katanya kepada wartawan, Rabu (3/6/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, RF juga memutuskan untuk memaafkan perbuatan istrinya. Sehingga kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sehingga kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya.

Keluarga Suami Anggap Sang Istri Alami Baby Blues

Di sisi lain, keluarga RF menganggap bahwa tindakan TKS terjadi akibat gangguan psikis, dan kelelahan saat mengurus anaknya.

"Keluarga dan suami pelaku menganggap kejadian tersebut sebagai gangguan psikis akibat lelahnya mengurus anak sendirian dan pertama kali menjadi seorang ibu atau istilahnya baby blues," ucapnya.

Ditinggal Selama Sehari

Diketahui, insiden tersebut sempat viral di Facebook Waton Berkah Gunungkidul.

"Ditemukan seorang anak dalam kondisi tangan dan kaki ter!k4t, Mulut ter!k4t lakban. Lokasi sebuah kontrakan Kedaton Pleret Selatan SMP2 Pleret, Bantul. Menurut informasi Ayahnya Merantau Ke Jakarta hanya tinggal dengan ibunya," demikian unggahan itu seperti dilihat detikJogja.

"Diketahui Ibunya terakhir terlihat sore, Lalu pergi entah kemana, Anak ditinggal Di Kontrakan dalam keadaan ter!k4t lakban. Saat ini anak dititipkan dirumah pemilik kontrakan. Belum diketahui motif sang ibu meng!k4t anaknya menggunakan lakban, sampai berita ini diturunkan belum ada info resmi dari pihak kepolisian," lanjut akun tersebut.

Anak pemilik kontrakan, Mamat, menjelaskan TKS meninggalkan kontrakan dengan mengendarai sepeda motor pada Senin (1/6) sore tanpa membawa anaknya. Ia kemudian mendapat laporan dari penghuni kontrakan yang lain bahwa mereka mendengar suara tangisan bayi.

Senin malam, Mamat mendatangi kontrakan, dan memutuskan mencongkel jendelanya. Ia meminta salah satu penghuni masuk, di mana mereka mendapati korban dalam kondisi mengenaskan.

"Tetangganya saya minta masuk karena badannya kecil. Sampai di dalam kamar ternyata di pojokan kamar ada anak hanya pakai baju dan pampers dengan kondisi kedua tangan, kedua kaki dan mulutnya terikat lakban warna bening," ucapnya.

Mamat melanjutkan, untungnya lakban pada mulut bocah tersebut terbuka sedikit sehingga dia bisa menangis. Selain itu, AC serta kipas juga diarahkan ke korban.

"Posisi AC dan kipas menyala di kamar saat itu menyala, untung saja ketahuan," ujarnya.

Warga sempat berusaha menghubungi TKS, namun tidak terhubung. Sehingga, mereka menelepon RF yang diketahui bekerja di Jakarta.

"Mungkin karena ditelepon suaminya akhirnya dia (istri) pulang kemarin, Selasa (2/6) sekitar pukul 10.00 WIB," ujarnya.

Ngaku Lelah Urus Anak

Polisi pada Rabu siang mendatangi kontrakan dan mengamankan TKS. Terungkap, dia nekat melakukannya karena capek mengurus anak. Ia juga berniat untuk melepas lelah sebentar.

"Pelaku dalam hal ini ibu kandung korban melakban anak dengan tujuan untuk refreshing, jalan-jalan melepas penat usai merasa lelah mengasuh anak sendirian," tutur Rita.

Rita mengungkap, TKS sering merawat putrinya yang berusia 3 tahun. Pasalnya, suaminya jarang pulang.

"Sedangkan ayah korban atau suami pelaku kerja di Jakarta dan pulang ke rumah setiap sebulan sekali," ujarnya.

Adapun saat ditanya alasannya sampai melakban anaknya, TKS menjawab itu adalah spontanitas.

"Tindakan melakban tersebut tidak dipikirkan oleh pelaku, risiko apa yang terjadi pada anak karena sudah terlalu capek mengurus anak sendiri," ucapnya.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads