Coba perhatikan area sekitar lemari pakaian atau tembok gudang, detikers mungkin akan melihat beberapa kamitetep yang mematung tidak bergerak. Bentuk rumah larva satu ini sekilas mirip kotoran cicak, hanya saja warnanya abu-abu alih-alih hitam. Rumahnya gepeng, mirip peti mati.
Apabila diamati lebih lama, maka detikers mungkin bisa melihat larvanya menggeliat di salah satu ujung 'rumah'. Ia akan bergerak perlahan-lahan sembari menyeret tempat berlindungnya yang nyentrik itu.
Namun, pernahkah detikers berpikir, kamitetep dewasa jadi serangga apa? Apakah mereka senantiasa hidup di dalam peti persembunyiannya sampai mati? Atau justru bertransformasi jadi serangga yang cantik? Temukan jawabannya di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamitetep Berasal dari Apa?
Menurut keterangan dari Ask Ifas University of Florida, kamitetep berasal dari ngengat bernama latin Phereoeca uterella. Ngengat ini tergabung dalam famili Tineidae dan ordo Lepidoptera.
Klasifikasi lengkapnya, sebagaimana dirujuk dari Global Biodiversity Information Facility (GBIF), adalah:
- Kingdom: Animalia
- Phylum: Arthropoda
- Class: Insecta
- Order: Lepidoptera
- Family: Tineidae
- Genus: Phereoeca
- Species: Phereoeca uterella
Ngengat Phereoeca uterella betina dewasa memiliki bentang sayap selebar 10 sampai 13 milimeter. Sementara itu, pejantannya lebih kecil, di kisaran 7-9 mm saja.
Ngengat versi dewasa kamitetep memiliki warna abu-abu. Ciri khasnya adalah bintik berwarna hitam berjumlah 4 di masing-masing sayap depan. Sayap belakangnya dihiasi semacam rambut berwarna abu-abu muda.
Ahli serangga memperkirakan ngengat Phereoeca uterella berasal dari Afrika atau Australia. Bersama penjelajahan manusia, ngengat ini turut menyebar. Dewasa ini, kamu bisa dengan mudah menemukannya di rumah.
Dilansir laman Ask Entomologists, larva Phereoeca uterella yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai household casebearer, biasa hidup di dekat sarang laba-laba. Pasalnya, mereka memakan sisa buruan laba-laba maupun jaring sutranya.
Kamitetep juga lazim dijumpai di dekat penyimpanan baju. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaannya menyantap benang wol.
Siklus Hidup Kamitetep
Terjawab sudah pertanyaan detikers seputar asal kamitetep. Timbullah satu tanda tanya baru, 'bagaimana siklus hidup kamitetep?' Berikut penjelasan ringkasnya dalam bentuk poin-poin:
1. Fase Telur
Ngengat betina dewasa menghasilkan rata-rata 50 telur dalam periode 2 sampai 3 minggu menurut penjelasan Carlos Henrique Marchiori dalam tulisannya, Wall Moth-Phereoeca Uterella Walsingham 1897. Segera setelah kawin, ngengat jantan mati.
Ukuran telur kamitetep kurang lebih 0,5 milimeter. Telur-telur lunak ini akan menetas dalam waktu 4 sampai 10 hari setelahnya.
2. Fase Larva
Larva kamitetep sering kali tidak benar-benar terlihat karena tertutup 'peti mati'-nya. Peti mati alias rumah inilah yang mudah dicari mata, sering kali menempel di dinding atau lemari pakaian.
Apa bahan pembuatnya? Larva kamitetep membuat pelindungnya dari campuran partikel pasir, tanah, kotoran serangga, rambut, dan serat lainnya. Bagian dalam cangkang ini dilapisi dengan sutra.
Seiring tumbuh kembangnya, larva kamitetep secara berkala memperbesar cangkang. Bentuknya yang ramping dan pipih membesar di bagian tengah, memampukan kamitetep berputar di dalam.
Larva kamitetep sendiri memiliki tiga pasang kaki berwarna cokelat. Kepalanya cokelat gelap, sedangkan bagian tubuh lain berwarna putih. Ketika ukurannya telah mencapai panjang sekitar 7 mm, kamitetep siap masuk fase selanjutnya.
3. Fase Kepompong
Persis ulat yang membungkus dirinya menjadi kepompong sebelum terlahir menjadi kupu-kupu, kamitetep pun berbuat hal serupa. Mereka akan membuat kepompong dan mendekam di dalamnya selama 8 sampai 40 hari.
4. Fase Ngengat
Usai menjadi ngengat, kamitetep tidak berbuat banyak. Bahkan, mereka tidak lagi makan, dibuktikan dengan mulutnya yang terlalu kecil.
Tujuan hidup utama kamitetep pada fase ini adalah berkembang biak. Karenanya umur ngengat Phereoeca uterella tidak lama, berkisar dari 4 hari sampai sebulan saja.
Nah, itulah pembahasan ringkas mengenai perubahan kamitetep saat dewasa dan asalnya. Semoga menambah wawasan detikers tentang makhluk satu ini, ya!
(num/ahr)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja