5 Orang Ditangkap Usai Ngamuk Perkara Utang di Rumah Warga Gunungkidul

5 Orang Ditangkap Usai Ngamuk Perkara Utang di Rumah Warga Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Jumat, 05 Jun 2026 20:01 WIB
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto (kiri) saat memberikan keterangan di Polres Gunungkidul, Jumat (5/6/2026).
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto (kiri) saat memberikan keterangan di Polres Gunungkidul, Jumat (5/6/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Lima orang diamankan polisi usai melakukan pemukulan terhadap pemuda di Gunungkidul. Peristiwa bermula dari pelaku yang kesal karena ayah korban tak kunjung bayar cicilan HP.

Korban adalah pemuda warga Kapanewon Ponjong bernama Dika Rafiniyanto. Korban bercerita mulanya pelaku datang ke rumahnya bersama dua orang pada Kamis (4/6) sore.

Dia mengaku sempat mengalami intimidasi saat menemui para pelaku. Pelaku sempat pergi, namun tak lama kemudian pelaku itu datang lagi bersama empat orang rekannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada satu yang membentak, lalu saya ingatkan jangan seperti itu di rumah orang," katanya kepada wartawan di Polres Gunungkidul, Jumat (5/6/2026).

Saat itulah pemukulan terjadi. Dia mengatakan tiba-tiba dipukul di bagian muka saat menyalami orang-orang tersebut.

"Saya baru nyalamin yang empat orang itu, terus tiba-tiba ada satu (yang membentak) mukul saya di bagian muka," ujarnya.

Di saat bersamaan, ayah dari Dika datang dan langsung mendatangi anaknya. Mengetahui anaknya menjadi korban pemukulan, ayah dari Dika tidak terima. Dia mengatakan ayahnya juga sempat ditendang pelaku. Selain itu, adiknya juga menjadi sasaran lemparan batu.

"Terus bapak saya enggak terima dan datang, tapi ditendang sama dia (yang memukul Dika). Habis itu, dia melempar batu juga dan kena adik saya," ucapnya.

Di sisi lain, Dika mengungkapkan bahwa pelaku pemukulan masih ada ikatan saudara dengannya. Sedangkan penyebab pastinya, Dika mengaku kurang mengetahui mengingat yang terlibat masalah adalah ayahnya.

"Kalau dipukulnya masalah apa ya tidak tahu, soalnya yang bersangkutan itu kan om saya tapi kok tiba-tiba saya yang dipukul," katanya.

Buntut Kredit HP

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto, menyebut kelima orang itu telah diamankan. Saat ini, seluruhnya masih diperiksa.

"Selanjutnya kami langsung mendatangi TKP dan berhasil mengamankan lima orang kemarin malam," ujarnya.

Polisi juga mengamankan mobil yang digunakan para pelaku. Di mobil itu, polisi menemukan sejumlah senjata tajam.

"Saat melaksanakan penggeledahan terhadap mobil terdapat beberapa senjata tajam jenis celurit dan pedang," ucapnya.

"Yang terjadi di lokasi itu penganiayaan. Ada dua korban dan satu pelaku," katanya.

Menyoal motif penganiayaan terhadap korban, Tri menyebut karena masalah utang piutang. Di mana ayah korban melakukan pembelian smartphone secara kredit dan terdapat kekurangan pembayaran.

"Motifnya karena nagih utang sudah lama, sebetulnya anggota keluarga korban ini membeli HP secara kredit kepada pelaku tapi sudah lama tidak bayar, dan ada kekurangan Rp 350 ribu. Nah, pada saat dicari, si pelaku tidak pernah ketemu dan tidak bayar-bayar," ucapnya.

Karena sudah tidak bisa menahan emosinya, pelaku bersama rekan-rekannya mendatangi rumah korban. Sesampainya di rumah korban, mereka bertemu anak dari pihak yang mengutang.

"Saat berkunjung ke rumahnya, ketemulah dengan keluarga yang utang itu, terjadilah cekcok di situ. Selanjutnya, yang bersangkutan dan pemilik rumah mengalami pemukulan terhadap si pemberi utang," katanya.

"Jadi kita masih melakukan penyelidikan, masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk menentukan apakah ditemukan peristiwa pidana atau tidak. Selanjutnya, kita akan laksanakan gelar (perkara) juga," ujarnya.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads