Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM telah menyimpulkan kasus kebakaran misterius di rumah Mutfia atau Fia di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, tidak berkaitan dengan gas alam. Kemunculan api diduga terkait dengan resin poly vinyl chloride (PVC). Lalu dari mana sumber resin PVC itu?
"Jadi prinsipnya kami selesai pada tahap menemukan sumber dari api. Sekali lagi bukan gas alami, tapi ada satu materi substans yang ditemukan sebagai residu di tempat terbakar yaitu ada residu dari poly vinyl chloride atau PVC. Jadi ada substansi itu dan menurut kami itu adalah sumber api yang bukan alami," kata Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi saat dihubungi wartawan, Senin (15/6/2026).
Sarju menjelaskan residu PVC ini diduga berasal dari materi yang mudah terbakar. Dia mengatakan, kemungkinan materi tersebut sejak awal sudah bersifat cair, dan tercampur. Sarju bilang, zat itu ditemukan di beberapa benda yang terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi residu dari poly vinyl ini diduga berasal dari substansi yang awalnya adalah campuran, yang residu itu adalah sisa dari solid materialnya, yang menjadi sumber dari api itu adalah campuran solvent-nya," katanya.
"Jadi rupa-rupanya materi ini awalnya adalah sesuatu yang sifatnya bercampur dengan sesuatu pelarut, solvent. Nah pelarut inilah yang kemudian lepas sebagai yang menghasilkan api, solvent-nya tertinggal sebagai residu. Nah zat ini ada di beberapa material, nah ini nanti BPBD yang akan menindaklanjuti," lanjutnya.
Residu itu ditemukan peneliti di beberapa titik yang sempat terbakar. Seperti di dinding maupun tripleks. Sementara di benda-benda yang terbakar seperti sofa, kursi, dan kabel tidak dijumpai residu itu karena habis terbakar.
"Kalau yang kami jumpai bekas itu ada di dinding di tempat terbakar dari mulai paku ke bawah terlihat barang itu ada, tapi di barang yang terbakar seperti sofa, kursi dan kabel-kabel kami tidak menjumpai karena itu habis terbakar," ujarnya.
Sarju mengatakan, di luar kasus ini, banyak material yang mengandung resin PVC.
"Berbagai jenis lem, cat, gitu ya pelarut-pelarut itu memungkinkan dia kalau seluruh pelarutnya terbakar menghasilkan residu itu. Tapi tidak bisa self-ignition, tidak. Kami belum menemukan, harus dipantik yang sifatnya self-ignition, dia harus dipantik," katanya.
Mungkinkah Campur Tangan Manusia?
Terkait adanya kemungkinan campur tangan manusia, Sarju enggan menjawab. Dia menyebut ada instansi yang lebih berwenang untuk memberikan keterangan.
"Level itu nanti BPBD yang akan menindaklanjuti. Jadi kami menyampaikan hasil teman yang sifatnya adalah evidence bahwa ada residu seperti itu," jelasnya.
Sarju melanjutkan, resin PVC tersebut tidak bisa menyala sendiri, dan harus ada pemantik. Soal pemantiknya, Sarju menyebut pihaknya tidak berwenang untuk menyampaikan.
"Pemantik mestinya ada karena kalau tidak dipantik dia nggak akan terbakar. Nah pemantiknya apa? Ini akan ditelanjutkan oleh tim yang lain di BPBD. Kami akan melaporkan untuk diselidiki pemantiknya ini apa. Ini kami tidak pada langkah untuk menyelidiki lebih lanjut," tegasnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan, kesimpulan akhir dari UGM sumber api bukan dari gas alam.
"Jadi kami hanya menyimpulkan bahwa sumber api bukan gas alam," pungkasnya.
(afn/ams)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil