Tim UGM Ungkap Sumber Teror Api di Rumah Fia Terkait Resin PVC: Bukan Gas

Round-Up

Tim UGM Ungkap Sumber Teror Api di Rumah Fia Terkait Resin PVC: Bukan Gas

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 14 Jun 2026 06:04 WIB
Api masih muncul di rumah warga Kasuran Mriyan X, Seyegan, Sleman, Senin (1/6/2026).
UGM meneliti fenomena kemunculan api misterius di Kasuran Mriyan X, Seyegan, Sleman, Senin (1/6/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Pusat Kajian Pelambaran Entropi (PKPE) FT UGM menyimpulkan fenomena teror api di rumah warga Seyegan, Sleman tak berkaitan dengan gas. Kemunculan api diduga terkait dengan resin poly vinyl chloride (PVC).

"Sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan (lantai), tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar," jelas Ketua tim PKPE FT UGM, Prof Alva Edy Tontowi kepada wartawan di FT UGM, Sabtu (13/6/2026).

Berdasarkan hasil penelitian dan mengacu pada Prinsip Teori Segitiga Api, pihaknya menyimpulkan bahwa medan elektromagnetik terukur pada level aman yang berarti bukan pemantik nyala api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Api yang membakar material pada kasus ini kemungkinan berasosiasi dengan adanya resin PVC yang mudah terbakar jika bertemu sumber api (ignition). Dugaan ini muncul usai ditemukan resin PVC pada material terbakar.

ADVERTISEMENT

"Resin ini telah ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR," papar Alva.

Pihaknya juga telah menganalisis beberapa material terbakar menggunakan metode Headspace GC (Gas Chromatography). Hasilnya, material itu tidak terbakar karena gas hidrogen.

"Hasil analisis hanya dapat mendeteksi adanya gas CO2 dan tidak ditemukan unsur-unsur sisa hidrokarbon atau solven yang bisa dipakai sebagai akseleran kebakaran," ujar Alva.

Pada Jumat (12/6), tim melakukan pengambilan sampel lagi dari residu kebakaran yang ada di permukaan dinding keramik maupun kayu/tripleks, dan menganalisis menggunakan metode FTIR.

"Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa sampel-sampel tersebut menunjukkan kandungan poly vinyl chloride (PVC) yang tidak umum dijumpai di permukaan dinding keramik maupun kayu/tripleks," jelasnya.

Selesaikan Penelitian

Alva menyebut hasil ini termasuk mengakhiri penelitian fenomena api di rumah Mutfia di Seyegan, Sleman. Hasil kajian juga telah diserahkan ke BPBD Sleman.

"Pada kesempatan ini, Tim PKPE FT UGM menyatakan bahwa penelitian fenomena api yang telah dilakukan sudah selesai. Untuk selanjutnya Tim PKPE FT UGM menyerahkan hasil update penelitian ini kepada BPBD Sleman," tegasnya.

Diketahui Tim PKPE FT UGM sempat menduga fenomena api di rumah Fia berhubungan dengan keberadaan gas hidrogen yang berasal dari limbah pemotongan ayam. Hal itu kini ditepis.

"Sebelumnya diduga gas Hidrogen tersebut berasosiasi dengan gas Pyrophoric yang berasal dari limbah potongan ayam," terangnya.

Secara spasial dari hasil observasi ketinggian menggunakan wahana drone dan sensor Thermal Infrared yang dilakukan pada dinihari di lokasi kemunculan api hingga radius 200 meter disekitarnya, tidak menunjukkan adanya anomali termal.

Selain itu, hasil pengukuran medan elektromagnetik yang diduga berpotensi sebagai pemantik nyala api, menunjukkan bahwa medan listrik dan medan magnetik di lokasi kejadian pada level normal atau masih level aman.

"Hasil pemetaan bawah permukaan menggunakan teknologi Georadar dan Geolistrik tidak ditemukan lapisan di bawah permukaan sebagai sumber gas alam, dan retakan yang ditemukan diinterpretasi tidak mengandung gas alam," ungkapnya.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads