Ada Demo Mahasiswa UII, Titik Nol Jogja Membiru Siang Ini

Ada Demo Mahasiswa UII, Titik Nol Jogja Membiru Siang Ini

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 15 Jun 2026 14:24 WIB
Suasana aksi massa mahasiswa UII di Kawasan Titik Nol Jogja, Senin (15/6/2026).
Suasana aksi massa mahasiswa UII di Kawasan Titik Nol Jogja, Senin (15/6/2026). (Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja)
Jogja -

Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar aksi di kawasan Titik Nol Jogja, siang ini. Mereka menyuarakan enam tuntutan, dengan isu ekonomi menjadi sorotan utama.

Pantauan detikJogja di Titik Nol Jogja siang ini, ratusan mahasiswa UII datang sekitar pukul 13.02, mengenakan jas almamater berwarna biru berkumpul membuat lingkaran. Mereka menyuarakan kekhawatiran terkait kondisi ekonomi Indonesia.

Aksi tersebut mengusung tajuk 'Menuju Indonesia Bangkrut'. Mahasiswa menilai kondisi ekonomi saat ini semakin berat bagi masyarakat, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga sulitnya memperoleh BBM bersubsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum UII, Muhammad Radin Nabil Akbar, mengatakan pihaknya sengaja menjadikan persoalan ekonomi sebagai fokus utama aksi.

"Pada aksi kali ini kami membawa enam tuntutan, tapi kami terfokuskan pada ekonomi. Seperti tajuk yang kami bawakan kan menuju Indonesia bangkrut," kata Radin saat ditemui di sela aksi, Senin (15/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menimbulkan efek berantai yang berdampak langsung kepada masyarakat.

"Salah satu yang kami bawakan mengenai melemahnya nilai tukar rupiah. Ini kan akhirnya berpengaruh sebagai efek domino hingga meningkatnya harga BBM," ujarnya.

Selain itu, Radin juga menyoroti persoalan distribusi BBM subsidi yang dinilai masih menyulitkan masyarakat.

"Dapat kita lihat bagaimana kita susah untuk mendapatkan subsidi Pertalite itu saat ini," lanjutnya.

Selain isu ekonomi, Radin menyebut, mahasiswa juga membawa sejumlah tuntutan lain yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pola komunikasi pemerintah, hingga reformasi Polri.

Menurut Radin, pembentukan tim reformasi Polri yang sempat disampaikan pemerintah harus dibarengi dengan langkah konkret. Ia juga menyinggung sejumlah kebijakan yang dinilai belum melibatkan partisipasi publik secara optimal.

"Namun pada ujung-ujungnya kita lihat bagaimana disahkan undang-undang ini tanpa adanya keterlibatan masyarakat. Ini kan meaningful participation jadinya," katanya.

Radin juga mengaku prihatin dengan kondisi lapangan kerja yang dinilai semakin sulit. Di tengah tekanan ekonomi, banyak pekerja disebut mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kami merasa dirugikan karena saat ini masyarakat secara umum kesulitan mendapatkan pekerjaan. Apalagi dengan keadaan ekonomi seperti ini banyak buruh atau pekerja yang di-PHK," ujarnya.

Berikut tuntutan aksi mahasiswa UII di Titik Nol Jogja:

1. Menuntut pemberhentian total MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes)
2. Turunkan harga BBM dan harga bahan pokok
3. Menuntut pemerintah untuk memperbaiki tata kelola kebijakan fiskal dan keuangan negara
4. Menuntut kejelasan progres reformasi Kepolisian RI dan revisi UU Polri
5. Hentikan militerisme di ranah sipil
6. Menuntut perbaikan pola komunikasi pemerintah dan mengakui kesalahannya




(aku/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads