Lagi, Tiyo Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Mobil

Lagi, Tiyo Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Mobil

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Senin, 15 Jun 2026 14:13 WIB
Putri Presiden keempat Gus Dur, Inayah Wulandari saat tiba di Pengadilan Negeri Pati, Kamis (5/3/2026).
Tiyo eks Ketua BEM UGM. Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Sleman -

Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, kembali menemukan alat pelacak ditempel di kendaraan yang digunakannya. Alat tersebut ditemukan Tiyo menempel di roda mobilnya saat perjalanan menuju bandara di Semarang pada Minggu (14/6).

Tiyo mengatakan alat pelacak tersebut ditemukan pada kendaraan milik saudaranya yang dipinjamkan untuk dia gunakan. Dari hasil pengecekan yang dilakukannya, alat itu diduga telah menempel sejak Jumat (12/6) malam.

"Bahwa ternyata alat pelacak ini sudah membersamai saya sejak Jumat malam, 12 Juni 2026," kata Tiyo saat dihubungi wartawan, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiyo kemudian menceritakan kronologi penemuan dua alat pelacak yang terpasang di kendaraannya.

Awalnya, pada Jumat (12/6) siang, dia berangkat dari Kudus menuju Semarang dan baru tiba di Hotel Cordova, Tembalang, sekitar pukul 19.00 WIB karena sempat terjebak macet. Tiyo mengaku di perjalanan sempat berhenti untuk makan.

ADVERTISEMENT

"Di sana (hotel) saya istirahat dan kemudian sempat pergi ke beberapa tempat," jelasnya.

Kemudian, esok paginya Tiyo menghadiri diskusi di Balai Penjamin Mutu Provinsi Jawa Tengah yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang. Dalam kegiatan itu, Tiyo mengaku merasa sedang diawasi oleh sejumlah orang yang tidak dikenalnya.

"Di sana saya sudah mendapati ada beberapa orang tidak dikenal yang menguntit dan kemudian memfoto saya secara jelas apa yang saya lakukan termasuk ketika saya jalan. Itu menurut saya jadi aba-aba bahwa saya memang sedang diintai," jelasnya.

Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 12.30 WIB. Tiyo kemudian segera berangkat ke Jogja untuk turut terlibat dalam aksi di Gejayan, Sleman.

"Nah, itu sepanjang perjalanan dari Semarang ke Jogja sebenarnya beberapa kali notifikasi itu muncul, tapi saya abaikan. Saya tidak anggap itu sebagai suatu yang penting karena dalam keadaan menyetir," katanya.

Baru setelah kegiatan di Gejayan selesai pada Sabtu (13/6) malam, sekitar pukul 20.00-21.00 WIB, notifikasi serupa kembali muncul. Kali ini Tiyo memutuskan untuk memeriksanya.

"Kemudian baru ketika malamnya sesudah aksi dari Gejayan, sekitar pukul 20.00 atau pukul 21.00 begitu, saya mendapati notifikasi itu muncul kembali. Notifikasi itu muncul kembali dan segera saya cek. Saya temukan alat kotak yang punya magnet ditempel di bagian belakang bodinya," jelasnya.

"Itu saya ambil lalu setelah saya konsultasikan ke beberapa orang harus direndam di air, saya rendam di air semalaman," lanjutnya.

Namun, saat perjalanan menuju Semarang pada Minggu (14/6) siang, Tiyo kembali menemukan notifikasi bahwa alat itu masih bergerak bersama saya. Awalnya dia menganggap alat itu belum mati meski sudah direndam air.

"Maka saya abaikan itu, ya sudahlah. Tapi sesudahnya saya sempat pindahkan alat itu lewat teman saya di Semarang," ujarnya.

Setelah alat itu dipindahkan, dia kemudian menuju bandara. Tapi notifikasi itu masih muncul lagi. Akhirnya, dia kembali melakukan pencarian di setiap sudut kendaraan.

"Kami cari lagi dan ternyata kami temukan dalam bentuk lain yaitu lingkaran pipih ditempel menggunakan solasi, lakban gitu hitam di bagian ban kanan belakang," bebernya.

Penemuan alat kedua itu membuat Tiyo semakin khawatir. Dia mengaku belum mengetahui apakah kedua benda tersebut merupakan alat yang berbeda atau saling berkaitan.

"Ini membuat saya tambah berdebar karena saya tidak tahu apakah dua alat ini adalah alat yang berbeda yang dipasang di jangka waktu yang berbeda atau alat kedua ini saling berhubungan," ucapnya.

Diduga Dipasang di Jogja

Menurutnya, alat pelacak pertama yang ditemukan dalam kondisi tidak kotor. Oleh karena itu, ada dugaan bahwa alat tersebut dipasang ketika dia berada di Jogja.

"Karena memang di alat yang pertama saya temukan itu, itu tidak kotor sama sekali. Tidak kotor sama sekali itu mungkin menandakan bahwa alat itu baru dipasang ketika saya di Jogja," jelasnya.

"Karena sepanjang perjalanan dari Semarang ke Jogja itu kan beberapa kali hujan, sehingga kalau dia tidak kotor, maka kemungkinan itu baru dipasang," lanjutnya.

Sementara untuk alat yang terpasang di ban, terkonfirmasi melalui PBX Finder yang ada di HP. Alat itu setelah dia cek sudah terpasang sejak Jumat (12/6).

"Saya tadi cek bahwa ternyata alat itu sudah dipasang sejak Jumat malam tanggal 12 Juni. Dan pertama kali dicek oleh pemilik alat itu pukul 19.55. Itu ketika saya masih di Hotel Cordova Tembalang," ungkapnya.

Tiyo mengaku tidak terlalu paham benda tersebut merupakan alat apa, termasuk bagaimana cara kerjanya, dan bahkan bagaimana itu muncul di notifikasi. "Itu saya baru pelajari sesudah ada notifikasi itu.

Dia mengungkapkan, temuan itu semakin menegaskan bahwa dirinya memang sedang dipantau.

"Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi. Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke mana pun saya pergi ada orang-orang yang tahu, ada orang-orang yang mengamati," ucapnya.

Halaman 2 dari 2
(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads