Heboh Ribut-ribut di Pembukaan ARTJOG 2026, Panitia Buka Suara

Heboh Ribut-ribut di Pembukaan ARTJOG 2026, Panitia Buka Suara

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Jumat, 19 Jun 2026 21:44 WIB
Tumpahan cat merah di karya fasad ARTJOG 2026, Jumat (19/6/2026) malam.
Tumpahan cat merah di karya fasad ARTJOG 2026, Jumat (19/6/2026) malam. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Keributan sempat terjadi usai pembukaan ARTJOG 2026 di kompleks Jogja National Museum (JNM) malam ini. Kejadian ini bermula dari aksi seorang peserta yang melakukan performance art di area depan lokasi pameran.

PR Director ARTJOG, Amelberga, mengatakan pihaknya awalnya tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadiannya karena sedang berada di dalam lokasi acara saat situasi ramai. Dia bilang, dalam aksi itu, pelaku disebut melempar cat merah ke karya fasad.

"Saya juga belum, karena tadi di atas di kantor, tiba-tiba sudah ada ramai-ramai. Tapi kami coba telusuri ke teman-teman, ternyata awalnya ada performance di depan," kata Amel saat ditemui detikJogja di lokasi, Jumat (19/6/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amel mengatakan, ARTJOG pada prinsipnya terbuka terhadap berbagai bentuk ekspresi. Namun, pihaknya tidak mengetahui secara rinci maksud dari aksi yang dilakukan tersebut.

"Ada pelemparan cat. Mungkin arahnya ke tulisan ARTJOG, tapi yang jelas mengenai karya fasad Mas Roby," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Amel menjelaskan, setelah aksi itu terjadi, situasi di lokasi sempat ramai. Pelaku kemudian dibawa masuk dan bertemu dengan salah satu perwakilan ARTJOG, Gading.

Saat itu, kata Amel, pelaku mengaku hanya ingin melakukan performance. Namun, pelaku juga menyampaikan klaim bahwa dirinya sempat dipukul oleh seseorang yang disebut berasal dari ARTJOG.

"'Aku cuma mau perform'. Terus dia bilang, 'Aku dipukul'. Kami juga kaget dan tidak mengerti. Dia bilang orang ARTJOG, tapi ketika ditanya tahunya dari mana, katanya karena pakai kaus abu-abu," ungkapnya.

Meski demikian, pihak ARTJOG mengaku belum memperoleh bukti maupun informasi yang menguatkan soal dugaan pemukulan tersebut.

"Dia cuma bilang dipukul, tapi tidak ada bukti dari fisiknya atau menjelaskan siapa yang memukul," kata Amel.

Amel menjelaskan, pelaku kemudian menyerahkan selebaran berisi aspirasi kepada panitia ARTJOG. Menurutnya, pembagian selebaran itu diduga menjadi bagian dari rangkaian aksi yang dilakukan.

"Setelah perform, dia membagikan selebaran. Kami terima, lalu setelah itu selesai dan dia pulang," ujarnya.

Menurut Amel, pihak ARTJOG juga belum mengetahui identitas maupun kelompok yang berada di balik aksi tersebut. Dari sejumlah rekaman video yang telah dikumpulkan, aksi itu disebut hanya dilakukan oleh satu orang.

"Yang saya lihat di footage satu orang memakai penutup kepala," katanya.

Amel menduga aksi tersebut berkaitan dengan polemik yang mengaitkan Didit Prabowo menjadi salah satu sponsor utama ARTJOG. Sebab, beberapa video yang beredar berasal dari akun-akun yang sebelumnya aktif mengkritik penyelenggaraan ARTJOG.

"Mungkin masih menyuarakan hal yang sama. Dari ARTJOG sendiri kami menghormati itu sebagai kebebasan berekspresi," ujarnya.

Amelberga menambahkan, pengamanan saat kejadian dilakukan oleh polisi yang berjaga di lokasi serta oleh petugas keamanan JNM. Sementara koordinator area ARTJOG saat itu masih berada di dalam venue karena suasana pembukaan pameran masih cukup ramai.

"Yang mengamankan beberapa polisi yang memang sedang berjaga dan pengamanan dari JNM. Setelah itu dia juga langsung pulang dan situasi kembali kondusif," pungkasnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads