Sempat Tegang, Massa Mahasiswa Akhirnya Tinggalkan DPRD DIY

Sempat Tegang, Massa Mahasiswa Akhirnya Tinggalkan DPRD DIY

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 19 Jun 2026 19:08 WIB
Aksi mahasiswa di depan DPRD DIY, Jumat (19/6/2026) petang.
Aksi mahasiswa di depan DPRD DIY, Jumat (19/6/2026) petang. (Foto: Adji G Rinepta/detikJogja)
Jogja -

Massa mahasiswa dari berbagai kampus akhirnya meninggalkan gedung DPRD DIY petang ini setelah sempat terjadi sedikit ketegangan dalam aksi unjuk rasa. Massa juga menegaskan akan kembali menggelar aksi pekan depan dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Pantauan detikJogja sore ini, ketegangan sempat terjadi setelah massa memaksa masuk gedung dan meminta ditemui seluruh jajaran legislatif DPRD DIY dari semua fraksi. Hal itu tidak disanggupi pihak DPRD DIY.

Setelah diskusi yang cukup panjang, akhirnya kedua pihak menemukan titik temu. Massa pun bermaksud untuk masuk gedung DPRD untuk melakukan audiensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi sudah disepakati kita datang dan harus masuk audiensi dan disepakati oleh DPR bahwasanya kita masuk seluruhnya, massa aksi," ujar koordinator umum Forum BEM DIY sekaligus koordinator aksi, Faturahman Djaguna usai aksi, Jumat (19/6).

"Pas kita maju untuk terobos ke dalam, ditahan dan kita dibenturkan dan kita ditahan oleh pihak keamanan. Nah, dengan mengatakan harus ada perwakilan 50 orang. Setelah kita masuk lagi di depan pintu, ditahan bahwa kita harus ada perwakilan 10 orang," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Kesepakatan yang terjalin yakni pekan depan massa aksi akan hadir kembali ke DPRD DIY dan pihak mahasiswa meminta anggota DPRD DIY seluruh fraksi untuk hadir menemui massa aksi.

"Dijanjikan bahwa di hari Selasa dan kita sudah sepakat bahwasanya ketika di hari Selasa kita akan turun galang massa dan eskalasi massa yang akan banyak untuk bagaimana menemukan sesuai menagih janji-janji komitmen bahwa menghadirkan seluruh fraksi yang ada di DPR," paparnya.

"Ini adalah komitmen dari DPR dan kita akan tagih dan janji yang akan itu kita pegang sampai kita menemukan di hari Selasa untuk eskalasi gerakan yang lebih banyak," tegas Faturahman.

Sekretaris DPRD DIY, Yudi Ismono mengatakan, sesuai jobdesknya, ia akan menyampaikan hasil audiensi ini kepada pimpinan DPRD DIY.

"Sebatas lapor ke pimpinan bahwa negosiasinya Selasa akan kembali dan minta dihadirkan semua fraksi. Ya tugas saya sampai situ. Tetapi semua nanti tergantung pada pimpinan karena kan alur atau kinerja prosedur kita kan kalau politik kan dari pimpinan," terangnya.

Sebelumnya, pantauan detikJogja, massa mahasiswa tiba di DPRD DIY sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka membawa spanduk, bendera, dan mobil pikap sebagai mimbar orasi.

"Kami hari ini dari Forum BEM DIY dan dibantu beberapa BEM yang lain. Satu adalah Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Jenderal Achmad Yani, dan juga UCY, UST, dan Amikom, dan beberapa teman-teman kampus lainnya. Ada UPY juga salah satunya, dan ada beberapa BEM-BEM aliansi BEM yang lain yang ada di Yogyakarta," ujar Faturahman di sela aksi.

Ada delapan tuntutan yang dibawa massa aksi kali ini. Seperti turunkan harga BBM, kritik terkait program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi desa merah putih (KDMP), hingga desakan untuk mencabut UU TNI dan UU Polri.

"Menolak kenaikan harga BBM dan bagaimana hambatannya adalah pada masyarakat lokal, masyarakat secara umum, di sosial, yang mana hari ini melihat beberapa bahan-bahan sembako, kebutuhan pokok masyarakat ini sudah naik," papar Faturahman.

"Segera sahkan Undang-Undang Perampasan Aset, dan juga sahkan undang-undang masyarakat adat, dan menuntut segera DPR dalam hal ini untuk membuat peraturan perlindungan aktivis, Undang-Undang Perlindungan Aktivis," pungkasnya.




(aku/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads