SMA Negeri 2 Bantul akhirnya buka suara terkait kabar viralnya postingan dengan narasi seorang alumni mengalami perundungan hingga mengidap gangguan mental usai lulus sekolah. Pihak sekolah mengaku siap bertanggung jawab.
Kepala SMA Negeri 2 Bantul, Isti Fatimah melalui keterangan tertulisnya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada pihak penyintas, keluarga, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan dan situasi yang terjadi.
"SMA Negeri 2 Bantul berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka, kooperatif, jika di kemudian hari ada proses investigasi ataupun evaluasi," jelas Isti melalui keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Sabtu (20/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai dengan aturan kepegawaian dan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.
Isti menambahkan, pihaknya menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi dan memastikan lingkungan belajar di SMA Negeri 2 Bantul ke depannya menjadi lebih baik lagi bagi seluruh peserta didik.
"Pihak sekolah membuka pintu komunikasi seluas-luasnya. Bagi masyarakat, orang tua siswa, maupun pihak terkait yang ingin menyampaikan kritik, masukan, atau informasi lanjutan, dipersilakan untuk menggunakan kanal resmi sekolah agar komunikasi dan perbaikan layanan dapat terjalin dengan baik," pungkasnya.
Sebelumnya, postingan dengan narasi seorang alumni SMAN 2 Bantul mengalami perundungan hingga mengidap gangguan mental usai lulus sekolah menuai sorotan di media sosial.
Postingan itu diunggah akun Threads @gh05tx0 pada dua hari lalu. Dalam postingannya sosok tersebut juga mengunggah surat keterangan medis dengan nama dokter dan cap rumah sakit yang diblur.
Dalam surat keterangan medis itu disebutkan pemilik akun melakukan rawat jalan. Pada kolom diagnosisnya disebutkan sejumlah gangguan mental mulai dari depresi hingga bipolar.
"Saya Lulusan SMA Negeri 2 Bantul, Dan kalian Tau apa yang dapatkan setelah saya Lulus? Ya Betul, sesuai foto rekam medis saya, SAYA DIVONIS TERKENA MENTAL ILLNESS SETELAH LULUS," sebut akun Threads @gh05tx0 seperti dilihat detikJogja, Jumat (19/6/2026).
Pengunggah akun tersebut mengaku dituduh melakukan kejahatan oleh guru. Dia juga merasa difitnah.
"Saya difitnah melakukan suatu kejahatan d sekolah oleh wali kelas Dan bk saya sendiri padahal saya yang membongkar kejahatan itu lucunya, saya malah dijadikan kambing hitam oleh guru-guru bajingan itu, Padahal sayalah pahlawannya. Parahnya, saya difitnah di arub wali murid tanpa sepengatahuan saya, hasilnya apa? saya dijauhi teman teman saya Karena orang tua mereka mengira saya anak yang tidak baik?, padahal saya tidak pernah sekalipun merokok, minum: dsb. Eh lucunva anak-anak di sekolah yang suka main judol Dan minum alkohol dibiarin sama bk," lanjut akun tersebut.
(alg/alg)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil