Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turun tangan soal postingan di media sosial dengan narasi seorang alumni SMAN 2 Bantul mengalami perundungan hingga mengidap gangguan mental usai lulus sekolah.
Pengakuan Si Alumni
Postingan itu diunggah akun Threads @gh05tx0 pada Rabu (17/6) lalu. Dalam postingannya, sosok tersebut juga mengunggah surat keterangan medis dengan nama dokter dan cap rumah sakit yang diblur.
Dalam surat keterangan medis itu disebutkan pemilik akun melakukan rawat jalan. Pada kolom diagnosisnya disebutkan sejumlah gangguan mental mulai dari depresi hingga bipolar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya Lulusan SMA Negeri 2 Bantul, Dan kalian Tau apa yang dapatkan setelah saya Lulus? Ya Betul, sesuai foto rekam medis saya, SAYA DIVONIS TERKENA MENTAL ILLNESS SETELAH LULUS," sebut akun Threads @gh05tx0 seperti dilihat detikJogja, Jumat (19/6/2026).
Pengunggah tersebut mengaku dituduh melakukan kejahatan oleh guru. Dia juga merasa difitnah.
"Saya difitnah melakukan suatu keiahatan d sekolah oleh wali kelas Dan bk saya sendiri padahal saya yang membongkar kejahatan itu lucunya, saya malah dijadikan kambing hitam oleh guru-guru bajingan itu, Padahal sayalah pahlawannya. Parahnya, saya difitnah di arub wali murid tanpa sepengatahuan saya, hasilnya apa? saya dijauhi teman teman saya Karena orana tua mereka mengira saya anak yang tidak baik?, padahal saya tidak pernah sekalipun merokok, minum: dsb. Eh lucunva anak-anak di sekolah yang suka main judol Dan minum alkohol dibiarin sama bk," lanjut akun tersebut.
Dilihat pukul 12.07 WIB, Jumat (19/6), postingan itu mendapat 6,6 ribu tanda suka, menuai 1.500 komentar, dan dibagikan sekitar 2,4 ribu kali. Terkait pemicu kasus perundungan tersebut, diduga terkait ujian semester yang pernah dibobol murid.
"Apa ini ada kaitannya beberapa tahun lalu terkait soal ujian semester yang berhasil di bobol murid ya ...," tanya akun @anw***
"Iya bu," jawab akun @gh05tx0 singkat.
Penjelasan Disdikpora DIY
Terkait postingan itu, detikJogja pun mendatangi SMAN 2 Bantul untuk meminta konfirmasi, Jumat (19/6). Namun, saat itu pimpinan sekolah sedang melakukan pertemuan dengan Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul. Akan tetapi, pihak sekolah tidak menjelaskan detail agenda pertemuan tersebut.
Kepala Balai Dikmen Kabupaten Bantul, Ismunardi, enggan berkomentar terkait hasil pertemuan di SMAN 2 Bantul.
"Nanti ke sekolah aja. Sekolah yang akan memberikan keterangan," ujar Ismunardi singkat saat ditemui di SMAN 2 Bantul. Ia pun bergegas meninggalkan awak media di lokasi.
Kepala SMAN 2 Bantul, Isti Fatimah juga enggan memberikan keterangan. Begitu pula dengan Wakaur Kesiswaan SMAN 2 Bantul, Suwondo.
Sedangkan Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Setiadi, mengaku telah mengetahui kejadian tersebut.
"Itu kan anonim akunnya, kita kan belum tahu. Jadi siapapun pelapornya kita hormati, tapi masalah kebenarannya atau latar belakangnya kita belum tahu," ujarnya.
Saat ini pihak sekolah dan Balai Dikmen Bantul sedang berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Kita bekerja dan merapatkan kasus tersebut. Jadi saat ini masih dalam proses, kita tunggu hasilnya dulu," kata Setiadi.
(dil/dil)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil