Sebuah postingan yang berisi curhatan warga Kampung Balirejo, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Jogja, soal perbaikan jalan kampung yang tak kunjung selesai beredar di media sosial. Hal itu berdampak pada aksesibilitas warga yang tak bisa melalui jalan itu.
Dalam unggahan di akun Instagram @merapi_uncover tersebut menyertakan kan foto kondisi jalan terkini. Di keterangan unggahan tersebut tertulis jika perbaikan jalan itu imbas dari pembangunan rusunawa yang berada tepat di sebelah jalan.
"Nah tanggal 1 juni 2026 disampaikan akan ada perbaikan Jalan di jalur rusunawa kurang lebih 150m dan tgl 3 juni 2026 jalan mulai dibongkar. Namun sampai saat ini, tgl 20 juni 2026 perbaikan jalan baru jadi 33m. Sejak minggu lalu pengerjaan vakum, tidak ada kegiatan pengerjaan jalan lagi," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Senin (22/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mohon menjadi perhatian @pemkotjogja kalau memang tidak ada pekerja, tidak cukup material nya atau apapun itu jangan dibongkar dan mangkrak. Karena warga yg memiliki kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4 tidak bisa lewat. Kendaraan roda 4 yg sudah terlanjur keluar rumah sudah hampir 3 minggu tidak bisa masuk sehingga parkir di pinggir2 Jalan. Terus terang kondisi ini sangat mengganggu mobilitas warga. Mohon bisa menjadi perhatiannya," imbuhnya.
Sementara, dari pantauan detikJogja di lokasi, jalan kampung yang tengah dalam perbaikan sepanjang kurang lebih 20 meteran. Terlihat seluruh paving di jalan itu belum terpasang dan paving hanya nangkring di tepi jalan.
Di atas jalan tersebut juga terbentang terpal biru yang cukup rendah dari jalan. Sedangkan jalannya, terlihat hanya pasir dan sangat susah dilewati kendaraan karena paving-paving yang tergeletak di jalan itu.
Ketua RT 53 RW 06 Kampung Balirejo, Beni Budiyo Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Ketua RT 53 RW 06 Kampung Balirejo, Beni Budiyo membenarkan jika perbaikan jalan tersebut memang tersendat sudah tiga pekan terakhir. Dari informasi yang ia dapat, molornya pengerjaan jalan itu lantaran material yang belum dikirim.
"Sudah saya pemberitahuan lah kalau material itu datangnya di hari Senin atau Selasa ini. Itu sesuai paving block yang diharapkan dari Dinas PUPKP, karena nunggu antrean paving block dari yang cetak. Nah sebenarnya itu kendalanya itu di lambatnya pengiriman barang," terang Beni saat ditemui detikJogja di kediamannya, hari ini.
Beni bilang, kesepakatan yang terjalin antara pihaknya dan Dinas terkait yakni jalan di depan rusunawa diperbaiki total karena terimbas pembangunan rusunawa. Untuk jalan sepanjang 30 meteran di utara rusunawa, hanya menata ulang paving lama. Sedangkan jalan yang tepat di depan rusunawa akan menggunakan paving baru.
"Nah karena paving baru itu kemarin hari Sabtu itu datang, cuma bentuknya kok segi enam, bukan kotak seperti itu. Jadi terpaksa saya kembalikan, saya nggak mau kalau seperti ini, nanti nggak sinkron dengan jalan yang kami sudah ada gitu. Jadi, terpaksa saya kembalikan," terang Beni.
Beni pun mengaku sudah menyosialisasikan perihal ini kepada para warga. Ia berharap warga bisa memaklumi dan bersabar.
"Sebenarnya sih bisa (dilewati roda 2), cuma risikonya yang dikerjakan di depan, yang 30 meter sudah dikerjakan itu kan nanti belum dikancing. Nanti kalau lepas-lepas lagi ya kembali ngerjakan lagi," ungkap Beni.
"Hari Senin apa Selasa ini, karena jatah antreannya kita dapat di hari itu. Jadi masalah lambannya itu karena memang materialnya nggak ada. Mau dikerjakan gimana kalau materialnya nggak ada, toh itu pekerjaan itu seminggu selesai ya sebenarnya. Ya mohon kesabarannya lah karena memang kita nunggu," pungkasnya.
(afn/ahr)


Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil