Video yang memperlihatkan Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, menarik paksa ajudannya yang tak mengenakan nomor BIB untuk ikut lari ke trek di salah satu event maraton di Jogja viral di media sosial. TNI Angkatan Darat (AD) buka suara soal insiden tersebut.
Dalam video berdurasi 25 detik yang tersebar luas di berbagai platform media sosial tersebut memperlihatkan seorang yang pria yang disebut sebagai ajudan Danrem, ditarik keluar oleh marshal dari trek lari. Aksi marshal tersebut dilakukan karena ajudan itu tidak mengenakan nomor BIB atau nomor dada bukti kepesertaan lari.
Tak berselang lama, muncul Yuniar yang tengah berlari, menarik paksa ajudannya itu untuk turut lari kembali. Sontak aksi tarik menarik antara marshal dan Danrem pun terjadi. Danrem pun sempat menuding marshal yang kembali menarik si ajudan keluar dari trek lari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan peristiwa penghentian ajudan oleh panitia penyelenggara merupakan sebuah kesalahpahaman.
"Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung," kata dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir Antara yang dikutip detikNews, Senin (22/6/2026).
Donny menyebut Danrem Pamungkas mengikuti event lari itu bersama istri, satu orang anak, dan ajudannya. Donny menyebut keempatnya terdaftar sebagai peserta dan memegang tiket resmi dari penyelenggara ajang marathon tersebut.
Oleh karena itu, mereka berempat mendapatkan Bib atau nomor identitas peserta yang wajib ditempelkan di badan selama ajang maraton berlangsung. Namun, Bib milik ajudan disebut terjatuh di tengah jalur ketika perlombaan masih berlangsung.
"Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," ungkap Donny.
Hal itu membuat panitia memberhentikan ajudan yang sedang berlari sembari merekam Yuniar dalam perlombaan tersebut. Peristiwa itulah yang terekam di media sosial, yang memperlihatkan Yuniar bersitegang dengan salah seorang marshal.
"Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik," ujar Donny.
Di sisi lain, TNI AD mengapresiasi kerja panitia karena bekerja profesional dalam menjaga ketertiban acara. Pihaknya pun meminta masyarakat untuk memahami kejadian itu dengan bijak.
"Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," ucap Donny.
(ams/ahr)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil