Ajudan Danrem Pamungkas Minta Maaf Terkait Insiden di Event Maraton Jogja

Ajudan Danrem Pamungkas Minta Maaf Terkait Insiden di Event Maraton Jogja

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 22 Jun 2026 16:40 WIB
Serda Ainul Yaqin bersama marshal yang menariknya.
Serda Ainul Yaqin bersama marshal yang menariknya. Foto: Dok. Tangkapan layar video permintaan maaf.
Jogja -

Ajudan Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono yang terlibat insiden tarik-menarik di event maraton di Jogja, Minggu (21/6), menyampaikan permohonan maaf. Dalam insiden itu, marshal menarik paksa ajudan Danrem yang tak mengenakan BIB namun ikut lari di dalam trek.

Permintaan maaf ini direkam dalam sebuah video yang dibagikan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito kepada detikJogja. Dalam video tersebut terlihat ajudan Danrem bernama Serda Ainul Yaqin bersama marshal yang menariknya.

"Itu statmentnya mas, terjadi kesalahan pahaman aja, dan sudah saling memaafkan," jelas Suwito saat dihubungi detikJogja, Senin (22/6), sembari mengirim video permintaan maaf Serda Ainul Yaqin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut pernyataan permintaan maaf Serda Ainul Yaqin:

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersey namun tidak menggunakan BIB, Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.Dengan tulus saya memohon maaf kepada penyelenggara, seluruh petugas, dan relawan, serta seluruh peserta yang terdampak oleh kejadian ini. Saya bertanggung jawab penuh atas kekeliruan dan menjadikannya sebagai pembelajaran ke depan. Terimakasih atas kritik dan masukan yang diberikan," terang Serda Ainul Yaqin.

ADVERTISEMENT

Kemudian marshal yang berada dalam video viral tersebut juga terlihat di sebelah Ainul Yaqin. Dia juga meminta maaf kemudian keduanya berpelukan.

"Saya juga memohon maaf atas tindakan saya yang berlebihan, dan saya juga mengganggap masalah ini telah selesai, terimakasih," sahut marshal yang terlibat insiden tarik-menarik dengan Serda Ainul Yaqin.

Untuk diketahui, peristiwa itu viral di media sosial dengan video yang memperlihatkan Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menarik paksa ajudannya yang tak mengenakan BIB untuk ikut lari ke dalam trek event maraton di Jogja.

Dalam video berdurasi 25 detik yang tersebar luas di berbagai platform media sosial tersebut memperlihatkan seorang yang disebut ajudan dari Danrem, yang tengah memegang ponsel ditarik keluar oleh marshal dari trek lari. Aksi marshal tersebut dilakukan karena ajudan itu tidak mengenakan BIB atau nomor dada.

Tak berselang lama, muncul Danrem yang tengah berlari, menarik paksa ajudannya itu untuk turut lari kembali. Sontak aksi tarik menarik antara marshal dan Danrem pun terjadi. Danrem pun sempat menuding marshal usai kembali menarik keluar si ajudan.

"Di event Mandiri Jogja Maraton 2026 ada orang tanpa nomor bib diminta keluar lintasan oleh petugas panitia. ga lama ada pelari yang maksa orang tadi untuk masuk lintasan lagi. respek buat panitianya," tulis unggahan salah satu akun X yang mengunggah video tersebut, @txtruangpodcast, dilihat detikJogja, Senin (22/6).

Kapenrem 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito juga sudah memberikan penjelasan. Menurutnya ada kesalahpahaman dan sudah diselesaikan.

"Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta (BIB). Namun dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," kata Suwito.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads