Tanaman hias di taman pembatas jalan di jalan menuju Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman hilang dicuri. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman pun akan menggantinya dengan tanaman yang lebih ekonomis.
Kabar hilangnya tanaman hias ini juga tersebar di media sosial setelah diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahan tersebut menyertakan foto sebagian taman pembatas jalan yang gundul hilang tanamannya.
"Tolong diloloskan min....saya petugas taman mau melaporkan di jl.stadion Maguwoharjo taman yg baru, kerap dicuri tanamannya oleh orang yg tidak bertanggung jawab,ini bukan sekali dua kali," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Rabu (24/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dimintai konfirmasi mengenai kejadian ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Junaidi pun membenarkan. Menurutnya, tanaman yang dicuri berjenis Brokoli Kuning hingga Taiwan Beauty.
"Itu memang agak banyak diminati itu. Di mana-mana kadang sering hilang juga, tapi memang, ya memang karena menarik aja itu," jelas Junaidi saat dihubungi, hari ini.
"Ya nek (kalau) harganya sebenarnya ya normal-normal sih, masuk mahal atau nggak itu kan tergantung ya. Tapi memang agak lebih mahal itu. Dibanding dengan yang lain," sambungnya.
Junaidi pun mengaku pihaknya agak kesulitan untuk mencari pelaku. Untuk itu, ia memilih untuk memutar otak mencari cara agar kejadian serupa tak terulang. Salah satunya dengan mengganti dengan tanaman hias yang lebih ekonomis.
"Kalau mencari siapa yang nyuri kan ya agak sulit, tapi, yang akan dilakukan DLH, ya tetap mengganti tanaman yang hilang," papar Junaidi.
"Karena yang dicuri itu kan pasti yang menarik to, mungkin akan kita ganti tanaman yang dianggap tidak menarik biar tidak dicuri lagi," sambungnya.
Selain itu, kata Junaidi, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan OPD terkait agar peristiwa ini tak terulang. Termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kominfo soal kemungkinan memasang CCTV di sekitar lokasi.
"Kita kan koordinasi lintas OPD untuk lebih bisa mengurangi potensi untuk selalu dicuri, gitu aja, misalnya ada patroli ya biar di sana disambangi. Termasuk dengan Kapanewon dan Kalurahan," ujarnya.
"Sebenarnya tidak cuma di situ. Dulu pernah ada ya di tempat lain. Dan itu tanamannya hampir sama itu yang hilang itu," pungkas Junaidi.
(alg/aku)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dipolisikan Pengacara di Tangsel
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton