Cerita Warga soal Kampung Mati di Prambanan Sleman Kini bak Hutan Angker

Cerita Warga soal Kampung Mati di Prambanan Sleman Kini bak Hutan Angker

Tim detikJogja - detikJogja
Senin, 29 Jun 2026 10:46 WIB
Penampakan kampung di Nglepen, Sumberharjo, Prambanan, Sleman, yang kosong usai penduduknya direlokasi buntut gempa 2006, Minggu (28/6/2026).
Penampakan Kampung Mati di Ngelepen, Prambanan, Sleman yang kini bak hutan. (Foto: dok.detikJogja)
Jogja -

Dua padukuhan di Kelurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman kini menjadi kampung mati usai gempa 2026 silam. Warga kampung tersebut pun kini tak berani lagi mendekat. Kenapa?

Dua padukuhan yang ditinggalkan penduduknya itu adalah Padukuhan Nglepen dan sebagian Sengir. Lokasinya berada di perbukitan Prambanan yang dikelilingi pepohonan rimbun bak hutan.

Salah satu warga, Samijo (71), mengaku sudah lama meninggalkan kampungnya itu. Dia pun mengaku tak berani menghuni kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah tidak berani kita tinggal di sana, sudah jadi hutan. Seperti jadi papan wingit (tempat angker)," ujar Samijo kepada detikJogja di rumahnya yang baru di Kampung Domes, Sleman, Sabtu (27/6/2026).

ADVERTISEMENT

Samijo mengaku masih mengunjungi lokasi kampung mati hanya untuk mencari pakan ternak. Sebab, kawasan itu sudah menjadi hutan karena ditumbuhi pepohonan rimbun.

"Paling cari pakan, karena sudah jadi hutan, penuh dengan pohon besar. Ya cuma jadi tegalan saja untuk cari pakan," jelasnya.

Hal senada disampaikan Lasiyem (70). Dia menyebut kawasan rumahnya yang dulu kini tak lagi berpenghuni.

"Nggih dados alas, pun mboten dinggeni (ya sudah jadi hutan karena sudah tidak dihuni)," jelasnya.

Dia menyebut tak ada korban jiwa di kampungnya saat gempa pada 2006 silam. Namun, dampak gempa itu terasa di bangunan dan tanah di kampung halamannya.

"Lemahe niku ambles, temboke pedot-pedot (tanahnya ambles dan tembok rumah putus). Setelah itu tinggal di tenda dan 2009 dipindah ke sini (rumah dome/ Teletubbies)," lanjut Lasiyem.

Kondisi tersebut juga membuat pemerintah melarang kawasan Nglepen dihuni lagi. Warga pun direlokasi ke Kampung Domes yang berjarak sekitar satu kilometer dari kampung mati tersebut.

"Sudah jadi hutan ditutup kayu dan pohon, tidak lagi di sana, tidak boleh dihuni lagi. Ya kesana cuma kadang cari pakan," ucap Lasiyem.


Kini kampung mati itu sepi dan hanya menyisakan puing bangunan rumah yang masih berdiri imbas gempa. Masih terlihat jejak perkampungan di kawasan tersebut.

Ada pula papan peringatan yang melarang untuk pembuatan konten yang terpasang di lokasi.




(ams/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads