Ketua-Jajaran Pengurus Partai Buruh DIY Ramai-ramai Mundur

Ketua-Jajaran Pengurus Partai Buruh DIY Ramai-ramai Mundur

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 29 Jun 2026 16:02 WIB
Massa aksi membawa bendera Partai Buruh ketika melakukan demo di depan Kantor DPRD Gorontalo.
Foto: Bendera Partai Buruhdi Gorontalo. (Apris Nawu/BeritaKlik)
Jogja -

Ketua Partai Buruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irsad Ade Irawan menyatakan mundur dari kepengurusan. Tak hanya itu, pengurus dan anggota di DIY juga ikut tarik dukungan.

Irsad mengungkap alasannya mundur dari partai lantaran salah satu inisiator terbesar pendiri Partai Buruh, yaitu Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea keluar.

"Maka bersama ini saya, Irsad Ade Irawan, menyatakan berhenti dari jabatan Ketua Partai Buruh Daerah Istimewa Yogyakarta," tegas Irsad saat dihubungi, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irsad menyebut keputusannya ini juga diikuti seluruh jajaran pengurus Partai Buruh di DIY. Mulai dari Exco Provinsi, Exco Kabupaten/Kota, hingga Exco Kecamatan. Selain itu, juga buruh yang menjadi bagian dari basis dukungan Partai Buruh di DIY.

ADVERTISEMENT

Irsad yang juga selaku koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY ini menegaskan MPBI DIY juga ikut menarik dukungannya terhadap Partai Buruh. Dengan demikian, Partai Buruh tidak lagi menjadi bagian dari MPBI DIY.

"Ada sekitar 6 ribuan anggota MPBI DIY yang menyatakan keluar dari Partai Buruh," jelas Irsad.

Meski begitu, Irsad tak memerinci nasib Partai Buruh setelah dia tinggalkan. Dia menyebut hal itu bakal disampaikan pada 5 Juli mendatang.

"Penjelasan lebih lanjut terkait langkah dan sikap ke depan akan disampaikan dalam Acara Perpisahan Serikat Buruh dengan Partai Buruh yang akan diselenggarakan pada Minggu, 5 Juli 2026," jelasnya.

Sekjen Partai Buruh dan 1,3 Juta Ori Mundur

Diberitakan detikNews, Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli mengundurkan diri bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) karena perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan partai. Ferri mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi yang panjang.

"Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ujar Ferri, Senin (29/6).

ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani yang didirikan pada 2013 dan menjadi salah satu dari 11 organisasi inisiator pendirian Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021.

Menurut Ferri, sekitar 1,3 juta anggota ORI di seluruh Indonesia memutuskan mengundurkan diri dari Partai Buruh mulai Jumat (26/6). "Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri," katanya.

Merespons pengunduran diri sekjen partai, Said Iqbal menilai hal wajar adanya dinamika di tubuh Partai Buruh hingga berujung pengunduran diri. Namun, sambil memberi emoticon tersenyum, Said Iqbal tak banyak bicara soal jutaan anggota ikut mengundurkan diri.

"Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar apalagi tentang anggota 1,3 juta tersebut. Terhadap hal lainnya, adalah hal yang biasa di partai buruh kalau ada yang mengundurkan diri karena ini bukan kejadian yang pertama kalinya, biasa saja," ujarnya kepada wartawan.

Said Iqbal menegaskan internal Partai Buruh solid meski adanya pengunduran sejumlah anggota dan elite partai. Said Iqbal mengungkapkan kesolidan itu dengan adanya agenda pelantikan pengurus partai yang baru.

"Senin 29 Juni akan ada pelantikan pengurus pleno Partai Buruh pusat dan pengurus Partai Buruh di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota, Partai Buruh tetap solid, tidak terpengaruh dengan pengunduran diri tersebut," imbuhnya.




(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads