Terungkap! Pembunuhan Remaja Dekat SMAN 3 Jogja Diawali Cekcok di Jalan

Terungkap! Pembunuhan Remaja Dekat SMAN 3 Jogja Diawali Cekcok di Jalan

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 07 Jul 2026 12:33 WIB
Rekonstruksi kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja di Mapolresta Jogja, Selasa (7/7/2026).
Rekonstruksi kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja di Mapolresta Jogja, Selasa (7/7/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Polresta Jogja menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja. Total ada 19 adegan diperagakan, mulai dari korban dan rombongan pelaku berpapasan hingga pembacokan tersangka terhadap korban.

Rekonstruksi digelar di Halaman tengah Mapolresta Jogja, Selasa (7/7/2026). Dua tersangka utama yakni LTF (18) alias Lupek YSF (18) alias Ucup dihadirkan langsung dalam rekonstruksi. Sedangkan satu tersangka lain inisial F (17) digantikan peraga lantaran masih di bawah umur.

"Beberapa yang masih DPO kita gantikan dengan pemeran pengganti," terang PS Kanit-3 Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, usai rekonstruksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi total sekitar ada 19 adegan, dimulai dari proses korban dan juga pelaku bertemu di daerah Jalan Megelang hingga ke titik TKP depan SMA Negeri 3 dan terakhir posisi korban itu terjatuh di depan gereja HKBP," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Detik-detik Kejadian

Dalam rekonstruksi ini, diperagakan kejadian saat rombongan tersangka yang berjumlah enam orang berboncengan menggunakan tiga motor pada Minggu (17/5) lalu. Mereka bertemu dengan korban yang tengah berboncengan dengan saksi di jalan Magelang, Tegalrejo.

"Kalau motifnya awalnya bisa kita lihat bersama dalam proses rekonstruksi karena adanya lihat-lihatan dan dilanjutkan proses tantang-tantangan, akan tetapi dari perkara ini tidak ada unsur janjian ataupun unsur tawuran antargeng," ungkap Gara.

Sesampainya di simpang empat Pingit, motor korban dipepet motor yang dikendarai tersangka buron Farel yang berboncengan dengan Ucup. Di situ, Ucup terlibat perbincangan dengan korban.

"Sekolah ngendi?" ujar Ucup kepada korban.

"Kepo!" jawab korban ketus.

"Lha kowe ki sekolah ndi?" sahut Ucup lagi.

"Ora sekolah!" jawab korban.

Percakapan itu terhenti setelah lampu bangjo memberi isyarat hijau. Mereka pun pergi ke selatan. Sesampainya di bundaran Ditlantas Polda DIY, rombongan tersangka dan korban berpisah, korban ke timur dan rombongan tersangka ke timur.

Namun di momen perpisahan ini, terdapat adegan krusial. Korban menengok ke belakang sembari melambaikan tangan kepada para tersangka seraya berteriak, "Ndene (sini!)!". Melihat itu, para tersangka langsung berbalik mengejar korban.

Aksi kejar-kejaran terjadi hingga sampai tempat kejadian perkara di depan SMAN 3 Jogja. Tersangka Lupek langsung turun sesaat setelah korban memberhentikan motor. Lupek yang sedari awal sudah membawa celurit langsung mengibaskannya ke dada korban.

"Dalam adegan tadi dapat kita lihat bersama jelas bahwa korban itu menerima bacokan satu kali tepat pada dada atas bagian kanan, sehingga ketika proses korban dibawa ke rumah sakit di perjalanan, korban terjatuh," papar Gara.

"Pada faktanya ketika ditolong oleh ambulans gereja, dalam perjalanan menuju rumah sakit sampai di rumah sakit korban sudah meninggal dunia," pungkasnya.




(ams/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads