Menkeu Purbaya Setuju Gaji Menteri Dipotong: Sudah Kegedean

Menkeu Purbaya Setuju Gaji Menteri Dipotong: Sudah Kegedean

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 17 Mar 2026 17:49 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat memilih batik di Pasar Beringharjo Kota Jogja, Selasa (17/3/2026).
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat memilih batik di Pasar Beringharjo Kota Jogja, Selasa (17/3/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji untuk memotong gaji menteri hingga DPRD akibat dampak ekonomi perang di Timur Tengah. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tak masalah gajinya dipotong.

Hal itu disampaikan Purbaya kepada awak media dalam kunjungannya di Pasar Beringharjo, Kota Jogja. Purbaya bahkan berkelakar gaji menteri saat ini sudah terlampau tinggi.

"Ya nggak apa-apa kalau menteri gajinya dipotong, sudah kegedean juga," kelakar Purbaya, Selasa (17/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mennyebut keadaan keuangan negara di tengah perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, masih bagus. Dia memastikan tak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.

"Jadi fungsi anggaran adalah meng-absorbs shock dari luar tadi. Jadi sampai sekarang yang absorb adalah APBN pemerintah," jelas Purbaya.

"Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan untuk harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang," sambungnya.

Menurut Purbaya, kondisi ini bisa bertahan cukup lama. Ia juga memastikan belum ada rencana dari pemerintah untuk melakukan pemangkasan anggaran.

"Kalau segini aja mah kalau Pak Presiden mau sampai akhir tahun juga bisa, nggak ada masalah. Jadi saya punya uang cukup banyak yang masih bisa dipakai, yang pengamat-pengamat itu nggak tahu uangnya di mana," ungkapnya.

"Belum ada keputusan pemangkasan anggaran. Kita sedang melakukan exercise terus melihat perkembangan harga minyak dunia seperti apa," sambung Purbaya.

Prabowo Kaji Potong Gaji Pejabat

Sebelumnya, diberitakan detikNews, Presiden Prabowo Subianto mengatakan beberapa negara telah melakukan langkah-langkah adaptif dalam menghadapi situasi konflik di Asia Barat atau Timur Tengah. Prabowo kemudian mencontohkan Pakistan yang telah melakukan berbagai tindakan antisipasi termasuk memotong gaji anggota kabinet dan anggota parlemen.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Prabowo menegaskan pemerintah tidak bisa memastikan situasi aman tanpa melakukan langkah-langkah proaktif.

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau lemah," katanya.

Prabowo mengatakan apa yang dilakukan pemerintah Pakistan menjadi contoh dalam menghadapi situasi krisis. Dia pun meminta langkah-langkah terkait itu perlu dikaji dalam upaya melakukan penghematan.

"Ini hanya contoh. Maksud saya, ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini, saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi tetep kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kira tidak tambah," katanya.




(afn/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads