Pedagang Sapi di Sleman Waswas Kurban Tahun Ini Sepi: Biasa Sudah Jual 30

Pedagang Sapi di Sleman Waswas Kurban Tahun Ini Sepi: Biasa Sudah Jual 30

Jauhari Wawan S - detikJogja
Selasa, 05 Mei 2026 12:31 WIB
Pasar Hewan Ambarketawang, Sleman
Pasar Hewan Ambarketawang, Sleman. Foto: Jauhari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Suasana di Pasar Hewan Ambarketawang belum seramai tahun-tahun sebelumnya. Menjelang Idul Adha 2026, sejumlah pedagang justru mengeluhkan sepinya pembeli, meski kebutuhan hewan kurban di Sleman tercatat masih jauh dari cukup.

Di antara deretan sapi yang diikat, Sajiyo, pedagang sapi asal Prambanan, tampak menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Ia mengaku membawa tujuh ekor sapi jenis limosin dan simental, namun belum satu pun terjual.

"Sepi, sekarang ini bawa tujuh belum ada yang kejual. Tahun lalu nggak sepi seperti ini," kata Sajiyo, saat berbincang dengan wartawan, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pengalaman, pembeli biasanya baru ramai datang sekitar dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha. Ia berharap, hal serupa bakal terjadi tahun ini.

"Biasanya dua minggu jelang Idul Adha itu baru ramai," ujarnya.

Meski begitu, harga sapi tetap mengalami kenaikan. Sajiyo menyebut, harga tahun ini naik sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor. Saat ini, sapi yang ia bawa dijual mulai Rp 27,5 juta.

"Sapi ambil dari Wonosari, kalau pasaran ya ramai di sana," tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Marwanto, pedagang asal Bantul. Ia merasakan adanya penurunan penjualan dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun ini turun. Biasanya sudah menjual 30 ekor, ini baru 10 ekor saja," katanya.

Menurut Marwanto, kondisi ekonomi diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya beli masyarakat.

"Kurang tahu ya kenapa turun. Mungkin karena kondisi ekonomi saat ini ya," ucapnya.

Di tengah keluhan pedagang, hal berbeda justru datang dari tingkat peternak. Marwanto menyebut, pasokan sapi di tingkat peternak justru terasa kurang.

"Kalau di desa, yang langsung peternak itu infonya kurang-kurang sapi. Tapi di pedagang malah sepi pembeli," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, membenarkan adanya selisih antara ketersediaan dan kebutuhan hewan kurban. Khususnya sapi dan domba.

Berdasarkan data pemantauan, ketersediaan sapi di Sleman mencapai 3.854 ekor. Namun estimasi kebutuhan mencapai 9.235 ekor. Sedangkan domba di Sleman tercatat ada 7.811 ekor sementara kebutuhan diprediksi 15.750 ekor.

"Sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 5.381 ekor sapi dan 7.939 ekor domba," kata Rofiq.

Rofiq menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan di pasar hewan dan kelompok ternak untuk memastikan ketersediaan sekaligus kesehatan hewan kurban. Hal ini juga berkaitan dengan kewaspadaan terhadap penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks.

"Pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa fisik hewan dan keterangan asal hewan," ujarnya.

Ia menambahkan, menjelang Idul Adha, jumlah ternak yang masuk ke Pasar Hewan Ambarketawang justru meningkat sekitar 10 persen. Harga pun ikut naik, dengan kenaikan sapi berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor.

"Ternak kambing atau domba berasal dari Sleman, Muntilan, Magelang, Gunungkidul, Temanggung, Wonosobo, dan Klaten. Sedangkan untuk sapi, peternak di kelompok ternak ada yang mendatangkan dari Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo, Magelang, dan Klaten," pungkasnya.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads