- Dongeng Islami Penuh Pesan Moral dan Inspiratif bagi Anak 1. Mangga Gelinding 2. Princess Kayla Belajar Menghargai Waktu 3. Ketika Alifa Bosan Belajar 4. Gadis Penjual Susu yang Jujur 5. Selamatnya Seorang Bayi dari Anjing Hutan
- Kisah Nabi dan Para Sahabat Nabi 1. Abdullah bin Umar: Sahabat yang Selalu Mendekatkan Diri kepada Allah SWT 2. Bilal bin Rabbah: Pribadi yang Teguh Mempertahankan Akidah 3. Umar bin Khatab Masuk Islam karena Al-Quran 4. Seorang Nabi Membuat Pakaian Sendiri 5. Tobatnya Nabi Adam dan Siti Hawa
Membacakan dongeng islami kepada anak sebelum tidur adalah salah satu bentuk upaya untuk menanamkan nilai-nilai moral sejak kecil. Melalui dongeng yang sederhana dan menarik, anak-anak bisa mendapatkan pesan moral mengenai ajaran Islam, akhlak mulia, dan pesan tauladan para nabi serta sahabatnya. Selain itu, membacakan dongeng sebelum tidur juga bisa membantu meningkatkan hubungan orang tua dan anak.
Para orang tua sebaiknya membentuk rutinitas sebelum anak tidur dengan membacakan kumpulan dongeng Islami yang penuh pesan moral. Dengan begitu, akan terbentuk karakter anak yang penuh kebaikan dan hikmah.
Banyak dongeng Islami yang diambil dari hadits, ayat Al-Quran, dan kisah nabi pada zaman dahulu. Adapun kumpulan dongeng anak islami penuh pesan moral yang dapat dibacakan oleh orang tua kepada anak sebelum tidur ada di bawah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dongeng Islami Penuh Pesan Moral dan Inspiratif bagi Anak
Berikut ini adalah kumpulan dongeng yang penuh pesan moral dan inspiratif bagi anak-anak yang telah dihimpun dari buku Cerita Anak Islami: Akhlak Sehari-Hari oleh Ema Fitrini, buku Dongeng Anak Muslim Tentang Alam Semesta oleh Fita Chakra, buku Cerita Inspiratif Anak Muslim oleh Arinda Shafa, dan buku Kisah Inspiratif untuk Anak Muslim oleh Ariany Syurfah.
1. Mangga Gelinding
Erni dan Nana berjalan pulang dari perpustakaan, "Neng, mangganya Neng penghabisan," kata seorang penjual mangga.
Erni dan Nana saling pandang. Pikiran mereka sama. Pasti enak buka puasa dengan buah mangga. Keduanya menghampiri penjual mangga. Di atas gerobak tampak enam mangga harum manis yang ranum.
"Ayo, ngabisin, Neng!" Penjual itu menyodorkan sebuah mangga paling besar. Erni mengambilnya dan mencium pangkal buah, "Wangi," katanya. Akhirya, Erni dan Nana membeli masing-masing tiga mangga.
"Alhamdulillah," kata di si penjual mangga.
"Mangga ini akan aku kupas, potong-potong, dan simpan di kulkas," kata Nana. "Pasti enak buka puasa dengan mangga dingin."
"Ah, lebih enak dibuat puding," kata Erni. "Tiga mangga ini cukup untuk satu loyang puding."
"Hmm, aku belum pernah coba puding mangga. Dimakan begitu saja sudah enak," ujar Nana sambil mengayun-ayunkan kantong berisi mangga. Namun, ayunannya terlalu cepat. Kantongnya terlepas dari tangan. SYUUT...BYUR! Tiga mangga itu seperti berlomba lari masuk ke dalam got.
Erni dan Nana berlari cepat dan melongok ke dalam got. Ketiga mangga itu sudah tidak terlihat sama sekali, tertutup air got yang pekat.
"Ya....," seru Nana kecewa. Ia tampak lemas. Keduanya lalu melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing. Menjelang waktu berbuka, Erni datang ke rumah Nana. Ia membawa setengah loyang puding mangga buatannya. "Ini puding mangga untukmu."
"Wah, terima kasih, Er!" seru Nana senang. Puding mangga itu berwarna jingga cerah, sangat menggiurkan. "Akhirnya aku bisa cicip puding mangga juga."
"Kalau begitu, aku pamit, ya," ujar Erni.
"Eh, kamu buka puasa di sini saja," ajak Nana.
"Boleh?" tanya Erni malu-malu.
"Tentu aja boleh. Kita makan puding mangga sama-sama." Nana pun menggandeng Erni ke meja makan.
Dongeng ini memberikan pesan moral bahwa siapa saja yang memberi makan orang yang sedang berpuasa maka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.
2. Princess Kayla Belajar Menghargai Waktu
Princess Kayla sering terlambat datang belajar. Itu karena dia keasyikan bermain. Princess Kayla juga sering mengantuk di kelas. Ternyata, setiap malam, Princess Kayla tidur larut karena asyik membaca buku.
Ratu pun menegur putrinya, "Kayla, cobalah menghargai waktu."
"Bagaimana caranya, Bu?" tanya Princess Kayla.
"Perhatikan matahari dan bulan. Mereka menandakan waktu."
Princess Kayla pun mengikuti perkataan ibunya. Dia memperhatikan pertanda alam dengan cermat.
Setap mendengar ayam berkokok, Princess Kayla terbangun. Itu tandanya matahari mulai terbit. Setiap kali hari mulai gelap. Princess Kayla berhenti bermain. Itu tandanya malam menjelang.
Ketika malam tiba, dan burung hantu mulai berbunyi, Princess Kayla bersiap tidur. Dia belajar disiplin waktu dari bulan dan matahari.
Dongeng ini memberikan pesan moral untuk menghargai waktu sesuai dengan edaran matahari dan bulan sesuai perhitungan dari Allah SWT.
3. Ketika Alifa Bosan Belajar
"Ugh! Bosannya!" keluh Alifa sambil menutup buku. "Rasanya aku ingin membolos saja!"
"Kenapa, Dik? Bukannya kamu suka pelajaran matematika dan bahasa Inggris?" tanya Kak Alif.
"Alifa ingin bebas bermain dan jalan-jalan, Kak," jawab Alifa.
Hari Sabtu, sekolah Alifa libur. Kak Alif menemani Alifa jalan-jalan dengan sepeda. Ketika melewati trotoar, Alifa melihat seorang anak laki-laki kecil.
Ketika Alifa melewati pasar, dia tertegun mengamati seorang nenek tua. Nenek itu sedang membaca al-Qur'an sambil menunggu pembeli. Di ujung jalan sana, terpampang poster bergambar anak-anak tunanetra. Mereka sedang membaca huruf braille.
"Kak, kita pulang saja, yuk," ajak Alifa tiba-tiba.
"Lho, kita tidak jadi jalan-jalan?" tanya Kak Alif heran.
"Alifa sudah jalan-jalan dan sudah mendapat ilmu berharga hari ini.... Ternyata belajar itu tidak ada batasan usia ya, Kak. Nenek-nenek dan anak tunanetra saja masih belajar," kata Alifa kembali bersemangat. Kak Alif tersenyum bangga.
Dongeng tersebut memberikan pesan moral bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, tidak memandang jenis kelamin, usia, dan keadaan seseorang.
4. Gadis Penjual Susu yang Jujur
Dikisahkan pada zaman pemerintahan Khalifah Uman Bin Khattab, ada seorang ibu dan anak yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual susu. Pada suatu malam, sang ibu berkata kepada putrinya, "Campurkan susu murni ini dengan air agar jumlahnya lebih banyak. Kita akan untung banyak juga."
Dengan wajah kaget, sang putri berkata, "Jangan, Bu! Khalifah Umar melarang hal itu."
Sang ibu lalu menjawab, "Khalifah tidak akan melihat kita."
Mendengar jawaban sang ibu, secara spontan sang putri berkata, "Ibu, khalifah memang tidak akan melihatnya, tapi Allah pasti melihat perbuatan kita."
Tanpa sepengetahuan mereka, khalifah Umar yang sedang berkeliling mendengar percakapan mereka. Khalifah Umar memuji akhlak gadis itu. Beliau berkata dalam hati, "Subhaanallah, sungguh mulia akhlak gadis itu."
Cerita ini mengandung pesan moral untuk selalu jujur karena Allah SWT selalu mengetahui perbuatan manusia.
5. Selamatnya Seorang Bayi dari Anjing Hutan
Suatu ketika bangsa Israel sedang dilanda kelaparan. Kejadian itu berlangsung bertahun-tahun. Saat itu, ada seorang ibu yang memiliki sepotong roti. Ketika hendak memakan roti itu, tiba-tiba datang pengemis meminta makanan padanya.
Si ibu merasa kasihan pada si pengemis. Ia lalu memberikan rotinya kepada si pengemis. Ia ikhlas melakukan hal itu.
Tak lama kemudian, si ibu pergi mencari kayu bakar di hutan. Ia membawa anaknya yang masih bayi. Namun, tiba-tiba seekor anjing hutan datang menyambar bayinya.
Si ibu berteriak-teriak mencari anaknya. Allah SWT lalu menyuruh Jibril untuk mengambil bayi itu dari mulut anjing hutan. Bayi itu pun selamat. Jibril lalu menyerahkan sang bayi kepada ibunya.
Dongeng tersebut mengajarkan manusia bahwa sedekah yang dilakukan dengan ikhlas dapat menyelamatkan manusia itu dari bahaya.
Kisah Nabi dan Para Sahabat Nabi
Selain dongeng-dongeng inspiratif di atas, sebuah pesan moral juga bisa didapatkan dari menceritakan kisah nabi dan sahabatnya. Kisah nabi dan sahabatnya banyak memberikan tauladan kepada anak-anak. Berikut ini adalah kisah nabi dan para sahabatnya yang dihimpun dari buku Kisah Inspiratif untuk Anak Muslim oleh Ariany Syurfah.
1. Abdullah bin Umar: Sahabat yang Selalu Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Abdullah bin Umar adalah putra Umar bin Khattab. Abdullah bin Umar memiliki banyak keistimewaan. Ilmunya sangat tinggi, rendah hati, dermawan, shalil, tekun beribadah, dan memiliki tekad dan keteguhan pendirian yang kuat. Keistimewaan yang dimilikinya itu digunakan untuk membela Islam.
Abdullah bin Umar termasuk orang yang hidup makmur dan berpenghasilan banyak. Ia adalah saudagar yang jujur dan berhasil dalam kehidupannya. Di samping itu, gajinya dari baitul mal tidaklah sedikit. Semua hartanya tidak dipergunakan untuk pribadinya, tetapi untuk membantu fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Hal ini ia lakukan agar dapat mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam perjuangannya membela Islam, Abdullah bin Umar selalu menolak menggunakan kekerasan dan alat senjata. Ia terus berjuang dan berjuang demi Islam. Hal ini dilakukannya hingga ajal menjemput. Ia pun meninggal dalam keridhaan Allah SWT.
Kisah Abdullah bin Umar tersebut memberikan pesan moral bahwa dengan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT akan mendatangkan kedudukan yang mulia di sisi Allah.
2. Bilal bin Rabbah: Pribadi yang Teguh Mempertahankan Akidah
Bilal bin Rabbah adalah budak Ummayah bin Khalaf (pemuka Bani Jum'ah yang sangat membenci Rasulullah).
Suatu hari, Ummayah kedatangan seorang tamu. Mereka membicarakan tentang ajaran yang dibawa oleh Muhammad.
Bilal merasa heran dan takjub dengan ajaran Islam. Diam-diam, Bilal menemui Rasulullah dan menyatakan diri masuk Islam.
Berita itu kemudian tersebar hingga ke telinga Ummayah. Ummayah menjadi geram. Ia kemudian meminta Bilal agar keluar dari Islam. Namun, Bilal selalu menolaknya.
Setelah beberapa kali perintahnya ditolak, akhirnya Ummayah menyiksa Bilal. Bilal dibawa ke padang pasir saat terik matahari sangat panas. Bilal dibaringkan di atas padang pasir. Di atas dada dan tubuh Bilal diletakkan sebuah batu besar. Bilal tetap mempertahankan imannya. Ia hanya berseru, "Ahad...Ahad...Ahad."
Pada siang hari berikutnya, Bilal kembali disiksa. Ketika para utusan Ummayah menyiksanya, tiba-tiba datanglah Abu Bakar. Abu Bakar kemudian menebus dan membebaskan Bilal. Kemudian, ia dibawa ke hadapan rasulullah. Sejak itu, ia berjuang bersama beliau. Ketika Rasulullah mensyariatkan adzan, Bilal terpilih sebagai muazin. Ia adalah orang pertama yang mengumandangkan adzan. Bilal meninggal di Syiria sebagai pejuan di jalan Allah seperti yang diinginkannya.
Cerita ini mengandung pesan moral bahwa kemuliaan dalam agama Islam tidak memandang warna kulit atau kedudukan seseorang. Namun, Allah SWT melihatnya dari keteguhan seseorang dalam mempertahankan keimanannya.
3. Umar bin Khatab Masuk Islam karena Al-Quran
Dahulu kala, Umar bin Khathab sangat marah ketika mengetahui adiknya yang bernama Fatimah telah masuk Islam. Ia lalu mendatangi rumah Fatimah. Umar lalu mencengkeram dan melukai suami Fatimah. Fatimah bergegas hendak menolong suaminya. Namun, sebuah tamparan mengenai pipinya hingga Fatimah terjatuh. Fatimah mengatakan bahwa mereka berdua tetap memeluk agama Islam.
Mendengar jawaban adiknya, Umar menyesal karena telah melukai adik dan suaminya. Ia lalu duduk di sebuah kursi. Tiba-tiba matanya menangkap sebuah tulisan di atas pintu. Umar melihat tulisan pertama yang paling atas, yaitu kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim dan tulisan selanjutnya adalah surat Thaha. Ia kemudian membacanya. Tiba-tiba saja hati Umar bergetar.
Selesai membaca surah Thaha, Umar berteriak keras mengucapkan syahadat. Setelah itu, Umar pergi menemui Nabi Muhammad dan menyatakan dirinya masuk Islam.
Kisah tersebut memberikan pesan moral bahwa setiap hidayah Allah SWT pasti akan sampai kepada siapa saja yang diinginkan-Nya.
4. Seorang Nabi Membuat Pakaian Sendiri
Nabi Dadu a.s. memiliki kebiasaan berkeliling di negerinya. Namun, ia menyamar menjadi orang biasa. Suatu hari, pada saat sedang berkeliling, ia bertemu dengan seorang laki-laki. Laki-laki itu adalah Malaikat Jibril yang sedang menyamar menjadi manusia biasa.
Nabi Daud a.s. lalu bertanya pada laki-laki itu, "Bagaimana pendapatmu tentang Nabi Daud a.s?"
Laki-laki itu menjawab, "Ia adalah sebaik-baik hamba. Ia hanya memiliki satu kekurangan, yaitu masih makan dari baitul mal (mengambil gaji dari baitul mal)" jawab laki-laki itu.
Nabi Daud a.s. segera kembali ke rumahnya. Ia berdoa kepada Allah sambil menangis, "Ya Allah, ajarkan padaku suatu usaha yang dapat aku kerjakan. Dengan begitu, ia tidak mengambil gaijku dari baitul mal!"
Allah SWT lalu mengajarkan pada Nabi Daud a.s. cara membuat pakaian perang untuk dijual. Kemudian, hasil penjualannya dibelanjakan untuk mmenuhi kebutuhan sendiri dan keluarganya.
Cerita tersebut memberikan pesan moral bahwa mengusahakan sesuatu yang halal lebih mulia di mata Allah SWT daripada meminta kepada orang lain.
5. Tobatnya Nabi Adam dan Siti Hawa
Dahulu Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga, Mereka hidup bahagia, Allah SWT mengizinkan mereka untuk menikmati semua yang ada di surga. Allah SWT hanya melarang mereka mendekati pohon Khuldi atau pohon buah terlarang. Namun, Iblis tak henti-hentinya menggoda mereka untuk memakan buah itu.
Pada awalnya, Nabi Adam dan Siti Hawa tidak mau menuruti Iblis. Namun, setelah Iblis berkali-kali menggodanya, akhirnya mereka memakan buah Khuldi. Iblis bersorak gembira karena berhasil menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa.
Sementara itu, Nabi Adam dan Siti Hawa sangat menyesal telah memakan buah tersebut. mereka menangis karena merasa berdosa telah melanggar perintah Allah SWT. Mereka lalu bertaubat memohon ampunan kepada Allah SWT.
Akhirnya, Allah SWT menerima taubat mereka. namun, Allah SWT melarang mereka tinggal di surga. Allah SWT menurunkan mereka ke dunia.
Cerita ini mengajarkan bahwa siapa saja yang melanggar perintah dari Allah SWT pasti akan mendapatkan hukuman. Namun, orang-orang yang mau bertaubat akan Allah SWT bukakan pintu ampunan kepada mereka.
Demikian kumpulan dongeng anak islami penuh pesan moral yang dapat menjadi bahan bacaan anak-anak sebelum tidur. Semoga bermanfaat, ya!
Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(sto/apl)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja