Jelang Lebaran Tahun 2026, Eko Suwanto Sampaikan 5 Pesan Ini

Jelang Lebaran Tahun 2026, Eko Suwanto Sampaikan 5 Pesan Ini

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 16 Mar 2026 22:43 WIB
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa
Jogja -

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, menekankan pentingnya kesiapan matang menyambut arus mudik dan libur Lebaran 2026 agar berlangsung aman dan selamat. Komisi A DPRD DIY bersama Satpol PP DIY dan Dinas Perhubungan DIY segera melakukan monitoring di pos perbatasan Jawa Tengah dan DIY di kawasan Prambanan.

"Mari wujudkan rasa aman dan selamat liburan Idul Fitri 1447 H. Komisi A DPRD DIY telah jalankan rapat koordinasi dengan stakeholder guna berikan pelayanan jelang lebaran, harapan kita semua bisa koordinasi baik," kata Eko dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Pesan tersebut disampaikan Eko bersama pimpinan Komisi A DPRD DIY yakni Hifni Muhammad Nasikh dari Fraksi PKB, Syarif Guska dari Fraksi Golkar, serta Akhid Nuryati dari Fraksi PDI Perjuangan dalam jumpa pers bersama media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, Eko menyampaikan lima pesan penting yang perlu dijalankan pemerintah daerah (Pemda) DIY menjelang Lebaran.

"Pemerintah Daerah (Pemda) DIY penting jalankan koordinasi dan sinergi antara Pemda, TNI, Polri, dan instansi terkait. Kunci utama dalam memastikan situasi wilayah tetap tertib, aman, dan kondusif bagi jutaan pemudik yang akan masuk ke Yogyakarta," jelasnya.

Poin pertama yang ditekankan adalah penguatan gotong royong antarinstansi untuk menjamin keamanan publik. Selain aspek keamanan, Eko juga mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan toleransi dan tenggang rasa, terutama dalam menyikapi potensi perbedaan awal Ramadan maupun Syawal.

"Pemda DIY perlu memberikan kepastian hukum agar tidak ada aksi sweeping sepihak, sehingga hadir harmoni. Terima kasih masyarakat wujudkan toleransi dan tenggang rasa sehingga dapat jalankan berpuasa dengan penuh bahagia," lanjut alumni Magister Ekonomi Pembangunan UGM ini.

Langkah kedua, Pemda DIY bersama pemerintah kabupaten/kota yakni Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, Sleman dan Kota Jogja diminta menjalankan pengawasan hingga level desa dan kelurahan.

"Pemda DIY agar sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan mampu menggerakkan para lurah untuk membangun solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Hal ini penting agar masyarakat tingkat bawah merasa terayomi oleh kehadiran pemerintah daerah sebagai penopang utama," ucapnya.

Ketiga, Lebaran tahun ini dinilai harus menjadi momentum memperkokoh ekonomi rakyat. Eko mengingatkan agar pemerintah tidak membebani masyarakat dengan kenaikan pajak di tengah daya beli yang belum pulih sepenuhnya.

"Keempat, semangat gotong royong yang biasa disalurkan melalui rumah ibadah harus dikelola untuk menopang perekonomian lokal. Dengan demikian, perputaran uang selama masa Ramadan dan Syawal dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil di desa-desa," ungkapnya.

Kelima, mewujudkan Lebaran dan Idul Fitri yang aman dan selamat juga perlu didukung layanan publik terutama sektor kesehatan dan kelaikan infrastruktur.

Sementara itu, Komisi A DPRD DIY, Hifni Mohammad Nasikh, mengingatkan pemudik untuk menjaga stamina dan memastikan kendaraan laik jalan. Selain kelancaran lalu lintas menuju destinasi wisata, kewaspadaan terhadap penyakit menular seperti campak pada balita juga harus ditingkatkan.

"Pemerintah harus sigap menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai di sepanjang jalur mudik dan area publik," katanya.

Dengan prediksi sekitar 1,7 juta orang akan memadati DIY saat libur Lebaran, terutama kawasan pantai di Bantul dan Gunungkidul, pengawasan keselamatan diminta diperketat. Masyarakat juga diingatkan berhati-hati saat berswafoto di titik rawan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD DIY, Syarief Guska berharap nuansa meriah Lebaran tetap terkendali, khusyuk, dan aman melalui pengawasan program yang dijalankan secara konsisten oleh Pemda. Ia juga menyoroti potensi pelanggaran seperti praktik parkir liar dan permainan harga yang merugikan wisatawan.

Di sisi lain, Akhid Nuryati menyampaikan terima kasih kepada BPBD DIY, Satpol PP DIY serta para relawan yang tetap siaga selama arus mudik dan arus balik.

"Terima kasih semua pihak, mari manfaatkan momentum Idul Fitri asah kepekaan dan solidaritas, wujudkan benar identitas 'Jogja Istimewa' yang tercermin dalam pelayanan publik yang sigap, hangat, dan memastikan keselamatan seluruh warga maupun pemudik," kata Akhid.




(spu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads