Bulan Bung Karno, Eko Suwanto Inisiasi Kirab Budaya Tresno Pancasila

Bulan Bung Karno, Eko Suwanto Inisiasi Kirab Budaya Tresno Pancasila

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 04 Jun 2026 20:29 WIB
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Foto diunggah Kamis (4/6/2026).
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Foto diunggah Kamis (4/6/2026). Foto: dok. Istimewa
Jogja -

Memasuki Bulan Bung Karno tahun 2026, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menginisiasi gelaran Kirab Budaya Tresno Pancasila sebagai ruang belajar untuk membangun spirit dan semangat mencintai Indonesia dari Jogja.

Eko menjelaskan, bulan Juni menjadi bulan yang cukup sakral. Diawali dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945, disusul hari lahir Bung Karno pada 6 Juni 1901, serta khaul tepat pada hari wafatnya Sang Proklamator 21 Juni 1970.

"Yogyakarta memegang peran penting dalam sejarah revolusi kemerdekaan bersama daerah lain, bahkan menjadi ibu kota revolusi Indonesia pada 4 Januari 1946 hingga 27 Desember 1949," papar Eko melalui keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bung Karno dan Bung Hatta bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Paku Alam VIII berperan penting dalam menjaga NKRI dengan Jogja sebagai Ibu Kota Revolusi pada masa itu," sambungnya.

Dalam bingkai sejarah BPUPK bersama Bung Karno, ada tokoh-tokoh besar dari Yogyakarta seperti Ki Bagus Hadikusumo, BPH Puruboyo, BPH Bintoro, dan Ki Hadjar Dewantara, serta KH Abdul Kahar Muzakir berpartisipasi aktif sebagai perumus Pancasila.

"Atas dasar sejarah kuat ini, inisiatif PDI Perjuangan bersama DPRD dan Pemda DIY menghadirkan Perda No. 1 Tahun 2022 yang mengamanatkan untuk terus menggelorakan Pancasila, mengokohkan NKRI, serta menghormati konstitusi dan keistimewaan DIY," kata Eko.

Atas dasar itu lah, Eko akan menggelar kirab budaya, Sabtu (6/6), sebagai cara kebudayaan menghadapi tantangan zaman yang memerlukan perhatian serius dan desain kebudayaan untuk melawannya.

Kirab Budaya akan dimulai pada pukul 14.30 WIB, mengambil rute dari halaman Kantor DPRD DIY, menggelar penampilan di sepanjang Malioboro, dan berakhir di Taman Pintar agar seluruh masyarakat dapat merasakan kemeriahannya.

"Ada berbagai tantangan dan ancaman serius mulai tindakan intoleransi, radikalisme, terorisme, hingga kejahatan luar biasa di mana anak usia sekolah yang memakan korban meninggal dunia. Tantangan dan ancaman ini harus segera diatasi, Pemda harus sinergi kolaborasi dengan kekuatan masyarakat selesaikan tantangan dan ancaman yang ada," kata Eko.

Melalui inisiatif Komisi A DPRD DIY dan difasilitasi oleh Sekretariat DPRD DIY, digelar program Sinau Pancasila dan Sinau Bhinneka Tunggal Ika untuk masyarakat umum melalui pola kebudayaan.

"Wujud nyata dari gerakan ini adalah gelaran Kirab Budaya 'Tresno Pancasila' 2026 sebagai ruang kebudayaan atas pembatinan praktik Pancasila. Kata 'Tresno' merepresentasikan batin yang mendalam, keikhlasan, dan rela berkorban layaknya para pendiri bangsa," jelas Eko.

Acara seni dan budaya ini akan dimeriahkan oleh barisan marching band dengan gerak kokohnya, paguyuban bergada, sanggar seni, kampung wisata, culture tourism, paguyuban onthel, hingga komunitas karnaval.

Kehadiran Paguyuban Dimas Diajeng DIY dan Paskibraka menjadi krusial karena mereka adalah representasi generasi muda yang meletakkan dasar-dasar budi pekerti, pengetahuan, dan karakter bangsa.

"Kirab yang berlangsung pada 6 Juni 2026 pukul 14.30 WIB ini diharapkan mampu membangkitkan gairah wisatawan sekaligus menumbuhkan perekonomian masyarakat lokal," pungkas Eko.




(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads