- Apa Itu TOEFL ITP?
- Apa Itu TOEFL IBT?
- Perbedaan TOEFL ITP dan IBT
- Mana yang Dibutuhkan untuk Beasiswa? 1. TOEFL ITP untuk Program Beasiswa Dalam Negeri 2. TOEFL IBT untuk Program Beasiswa Luar Negeri
- Tips Memilih TOEFL ITP atau IBT 1. Sesuaikan dengan Tujuan Studi 2. Cek Persyaratan Beasiswa atau Kampus Tujuan 3. Pertimbangkan Biaya Tes 4. Perhatikan Tingkat Kesulitan Tes 5. Sesuaikan dengan Kesiapan Diri
detikers mungkin sudah tidak asing dengan tes kemampuan bahasa Inggris berupa Test of English as a Foreign Language (TOEFL). Tes ini kerap menjadi salah satu syarat penting untuk melanjutkan pendidikan, baik untuk masuk perguruan tinggi maupun mendaftar program beasiswa.
Seiring banyaknya peluang beasiswa yang dibuka pada 2026, informasi tentang TOEFL menjadi semakin dibutuhkan. Hal ini penting agar detikers bisa memahami jenis tes yang sesuai sekaligus mempersiapkan dokumen dengan lebih matang. Dua jenis TOEFL yang paling sering digunakan adalah TOEFL ITP dan TOEFL IBT.
Meski sama-sama digunakan untuk keperluan beasiswa, keduanya memiliki perbedaan dari segi fungsi, materi, hingga pengakuannya. Lalu, apa saja perbedaan TOEFL ITP dan IBT, serta mana yang lebih cocok untuk kebutuhan beasiswa? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi dalam artikel ini dihimpun dari buku The Master of TOEFL karya Lisrohli Irawati dan Yunita Widiyantari, Beasiswa Pemutus Mata Rantai Kemiskinan oleh Abdul Kahar, dan Cara Mudah Menguasai TOEFL karya Didik Hartono, dkk.
Apa Itu TOEFL ITP?
TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang biasanya diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau lembaga bahasa Inggris resmi. Tes ini cukup populer di Indonesia karena sering digunakan untuk kebutuhan akademik dalam negeri, seperti syarat kelulusan, pendaftaran kampus, atau beasiswa lokal.
Dalam TOEFL ITP, kemampuan yang diuji berfokus pada pemahaman bahasa Inggris secara pasif, yaitu mendengarkan dan membaca, serta pemahaman struktur bahasa. Karena itu, tes ini tidak mencakup kemampuan berbicara (speaking). Adapun rincian materi dan durasi tes TOEFL ITP adalah sebagai berikut:
- Listening: 50 soal, 35 menit
- Structure and Written Expression: 40 soal, 25 menit
- Reading: 50 soal, 55 menit
Total skor TOEFL ITP berkisar antara 310 hingga 677, tergantung jumlah jawaban benar yang diperoleh peserta.
Apa Itu TOEFL IBT?
TOEFL IBT (Internet-Based Test) merupakan tes kemampuan bahasa Inggris berbasis internet yang digunakan untuk keperluan internasional, seperti kuliah atau beasiswa luar negeri. Tes ini diakui secara luas oleh berbagai universitas di dunia.
Berbeda dengan ITP, TOEFL IBT menguji empat keterampilan bahasa sekaligus, yaitu reading, listening, speaking, dan writing. Hal ini membuat TOEFL IBT dinilai lebih komprehensif karena mencerminkan kemampuan komunikasi secara aktif.
Durasi pengerjaan TOEFL IBT berkisar sekitar 3-4 jam, dengan rincian sebagai berikut:
- Reading: 60-80 menit (3-4 bagian, masing-masing 12-14 soal)
- Listening: 60-90 menit (6-9 bagian, masing-masing 5-6 soal)
- Speaking: 20 menit (6 tugas/pertanyaan)
- Writing: 50 menit (2 tugas/pertanyaan)
Skor TOEFL IBT berada pada rentang 0-120, dengan masing-masing bagian memiliki bobot penilaian tersendiri.
Perbedaan TOEFL ITP dan IBT
Perbedaan utama TOEFL ITP dan IBT terletak pada jenis kemampuan yang diuji serta metode pelaksanaannya. TOEFL ITP cenderung lebih sederhana dan banyak digunakan di dalam negeri, sedangkan TOEFL IBT lebih kompleks dan diakui secara internasional. Berikut perbedaan kedua tes ini dengan lebih rinci.
Perbedaan TOEFL ITP dan IBT Foto: Sri Wahyuni Oktafia |
Mana yang Dibutuhkan untuk Beasiswa?
Pemilihan jenis TOEFL untuk beasiswa sangat bergantung pada tujuan studi yang ingin diambil, apakah di dalam negeri atau luar negeri. Setiap program beasiswa biasanya sudah menetapkan jenis sertifikat bahasa Inggris yang harus dipenuhi oleh pendaftar.
Karena itu, penting untuk membaca persyaratan beasiswa secara teliti sejak awal. Kesalahan memilih jenis TOEFL bisa membuat dokumen tidak memenuhi syarat, meskipun skor yang dimiliki sudah tinggi.
1. TOEFL ITP untuk Program Beasiswa Dalam Negeri
TOEFL ITP umumnya digunakan untuk keperluan akademik di dalam negeri, seperti pendaftaran kampus atau program beasiswa lokal. Banyak perguruan tinggi dan lembaga penyedia beasiswa di Indonesia masih menerima TOEFL ITP sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris, seperti beasiswa LPDP yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Jenis tes ini lebih sering digunakan karena biayanya relatif lebih terjangkau dan pelaksanaannya lebih mudah diakses. Selain itu, skor TOEFL ITP juga cukup untuk menunjukkan kemampuan dasar bahasa Inggris, terutama untuk program yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama pengantar.
Namun, tidak semua beasiswa menerima TOEFL ITP. Oleh karena itu, detikers tetap perlu memastikan bahwa sertifikat ini sesuai dengan ketentuan program yang dituju.
2. TOEFL IBT untuk Program Beasiswa Luar Negeri
Berbeda dengan ITP, TOEFL IBT lebih banyak digunakan untuk keperluan internasional, termasuk pendaftaran beasiswa ke luar negeri. Hampir semua universitas di luar negeri mensyaratkan TOEFL IBT atau tes setara sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris.
TOEFL IBT dinilai lebih komprehensif karena menguji empat kemampuan sekaligus, yaitu membaca, mendengar, berbicara, dan menulis. Hal ini dianggap lebih relevan dengan kebutuhan studi di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan akademik sehari-hari.
Karena pengakuannya yang luas, TOEFL IBT menjadi pilihan utama bagi detikers yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Meski biayanya lebih mahal, sertifikat ini memiliki nilai lebih dalam proses seleksi beasiswa internasional.
Tips Memilih TOEFL ITP atau IBT
Agar tidak salah pilih, perhatikan beberapa hal berikut sebelum menentukan jenis TOEFL:
1. Sesuaikan dengan Tujuan Studi
Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah tujuan studi yang ingin dicapai. Jika detikers berencana melanjutkan pendidikan atau mendaftar beasiswa di dalam negeri, maka TOEFL ITP biasanya sudah cukup untuk memenuhi persyaratan.
Sebaliknya, jika targetnya adalah kuliah atau beasiswa luar negeri, TOEFL IBT menjadi pilihan yang lebih tepat. Hal ini karena TOEFL IBT diakui secara luas oleh universitas internasional dan dianggap mampu menggambarkan kemampuan komunikasi secara menyeluruh.
2. Cek Persyaratan Beasiswa atau Kampus Tujuan
Setiap program beasiswa atau perguruan tinggi memiliki ketentuan yang berbeda terkait jenis TOEFL yang diterima. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengecek syarat resmi sebelum mendaftar. Kesalahan dalam memilih jenis tes bisa berakibat fatal, karena sertifikat yang tidak sesuai biasanya tidak akan diproses dalam seleksi administrasi. Maka dari itu, pastikan detikers sudah memahami ketentuan sejak awal.
3. Pertimbangkan Biaya Tes
Biaya juga menjadi faktor penting dalam memilih jenis TOEFL. TOEFL IBT umumnya memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan TOEFL ITP karena fasilitas dan cakupan tesnya lebih lengkap. Jika memiliki keterbatasan anggaran dan hanya membutuhkan sertifikat untuk keperluan dalam negeri, TOEFL ITP bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis. Namun, jika memang membutuhkan sertifikat untuk luar negeri, biaya TOEFL IBT sebaiknya dianggap sebagai investasi.
4. Perhatikan Tingkat Kesulitan Tes
Tingkat kesulitan antara TOEFL ITP dan IBT juga berbeda. TOEFL IBT cenderung lebih menantang karena menguji kemampuan aktif seperti speaking dan writing, selain reading dan listening.
Sementara itu, TOEFL ITP hanya berfokus pada kemampuan pasif, sehingga relatif lebih mudah bagi sebagian peserta. Memahami tingkat kesulitan ini penting agar detikers bisa menyesuaikan dengan kemampuan saat ini.
5. Sesuaikan dengan Kesiapan Diri
Setiap peserta memiliki tingkat kemampuan bahasa Inggris yang berbeda. Jika belum terbiasa dengan komunikasi aktif dalam bahasa Inggris, TOEFL ITP bisa menjadi langkah awal untuk mengukur kemampuan. Namun, jika sudah siap dengan kemampuan speaking dan writing, TOEFL IBT bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Dengan begitu, detikers bisa memilih tes yang sesuai dengan kesiapan diri.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan TOEFL ITP dan IBT serta fungsinya untuk pendaftaran beasiswa. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/ahr)

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja