Para siswa Jurusan Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 3 (Muga) Jogja berinovasi membuat motor drag bertenaga listrik. Motor ini berhasil menembus top speed 132,5 km/jam! Berikut paparan spesifikasi motor bernama Mugatech ini.
Ketua Jurusan Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Hendro Harimawan mengatakan, Mugatech mulai dirancang tahun lalu. Siswa jurusan mesin kelas XI dan XII pun dilibatkan dalam proyek yang Hendro gagas ini.
"Siswa kami di teknik pemesinan banyak yang hobi modifikasi motor, kustom kustom itu, jadi ide ini cukup mendapat perhatian, anak-anak juga bersemangat," jelas Hendro saat ditemui di SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Selasa (19/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mulai setahun lalu, kita buat, kita pelajari dulu desain-desain yang sudah ada, kita aplikasikan. Desain kita sendiri," sambungnya.
Mugatech, Motor Drag Listrik Bikinan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Selasa (19/5). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Mugatech bersistem matic dengan tiga percepatan. Untuk komponen-komponen motor, dijelaskan Hendro, ada yang dibuat langsung oleh siswa dan ada yang menggunakan komponen motor konvensional yang disesuaikan.
Seperti rangka motor, kata Hendro, rangka yang terbuat dari besi ini dibuat langsung mulai dari desain hingga perakitan. Tentu rangka tidak langsung jadi, dilakukan beberapa evaluasi hingga ditemukan rangka yang proporsional.
"Sebagian juga menggunakan komponen motor yang ada di pasaran, seperti shock-nya itu Satria FU, rodanya itu Jupiter Z, shock belakang itu Jupiter MX King, arm-nya itu menggunakan MX King juga tapi kita modifikasi. Jadi tidak tidak seperti itu plek gitu ya, karena memang berdasarkan kebutuhan sesuai dengan desainnya," paparnya.
Selanjutnya untuk mesin penggerak, lanjut Hendro, pihaknya membeli motor listrik lengkap dengan baterainya. Motor dan baterai ini menjadi dasar pembuatan desain motor. Artinya, bentuk motor saat ini mengikuti ukuran mesin dan baterai.
"Jadi kita ini menggunakan dinamo motor listriknya itu yang 4.000 Watt, voltasenya 72,5, baterainya juga 72,5 Volt 30 MAh, ya. Kemudian kita buat rangkanya itu seramping mungkin gitu ya, tidak terlalu berat. Walaupun sebetulnya komponen-komponen listriknya itu yang berat sebetulnya," papar Hendro.
"Misalnya baterainya itu sendiri beratnya 10 sampai 15 kilo, itu baru baterainya satu. Kemudian motor listriknya itu, itu kurang lebih 15 kilo. Jadi yang bikin berat itu malah justru komponen-komponen listriknya, maka kita buat rangkanya seramping mungkin agar bisa lebih cepat," imbuhnya.
Pembuatan motor seberat 40-an Kg ini menurut Hendro, memakan biaya sekitar Rp 30 juta. Setelah motor jadi, test drive pun dilakukan di landasan pacu pantai Depok, Bantul untuk mengetahui kemampuan maksimal Mugatech.
Uji coba dilakukan di trek sepanjang 500 meter. Hendro bilang, top speed dicapai Mugatech di jarak 200 meter. Artinya, dari 0 sampai 200 meter adalah rentang akselerasi untuk mencapai top speed.
"Itu sampai dengan 132,5 km/jam. Iya, tapi tidak langsung, prosesnya bertahap. Jadi itu udah kecepatan dari 0 sampai 132 km/jam itu adalah range antara jarak 0 sampai 200 meter. Jadi bukan bukan di pas 500-nya," ujar Hendro.
Lebih lanjut Hendro menjelaskan, dari test drive itu diketahui jika kecepatan pada motor listrik ini bergantung pada kekuatan baterai. Meski begitu, SMK Muhammadiyah 3 masih akan terus mengembangkan Mugatech agar mencapai kemampuan terbaiknya.
"Setelah kami pelajari, ketika daya itu full ya, 100%, itu bisa sangat cepat sekali. Tapi ketika sudah dipakai, menurun dayanya, itu kecepatannya menurun sedikit demi sedikit. Jadi memang kekurangannya nggak kayak motor bensin ya," ungkapnya.
"Masih bisa (lebih cepat lagi), itu tinggal rasio girnya yang belakang dan depan diganti, itu insyaallah lebih cepat lagi," lanjut Hendro.
Mugatech, Motor Drag Listrik Bikinan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Selasa (19/5). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Salah satu siswa yang terlibat dalam pembuatan Mugatech, Muhammad Rizki Saputra, mengaku cukup puas dengan capaian para siswa jurusan pemesinan ini. Meski begitu, ia bersama teman-teman berkomitmen untuk terus mengembangkan Mugatech.
"Kalau menurut saya, saya kemarin juga yang mencobanya, saya merasa untuk motor listrik cukup, meskipun masih perlu banyak direvisi. Kalau menurut saya pribadi yang pertama mungkin dari rangka masih terlalu berat," ujar Rizki.
"Karena untuk drag kan kebanyakan rangka-rangka kan dientengin lah karena buat mengurangi bobot, dan masih perlu banyak revisi yang jelas terutama dari baterai, entah baterai juga kurang besar. Kemarin bisa kecepatan segitu aja karena baterainya full itu sudah termasuk yang terbaik itu," pungkasnya.


Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja