SD Muhammadiyah Condongcatur, Sleman, mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi SD terbaik se-Indonesia berdasarkan capaian prestasi siswa di tingkat nasional dan internasional. Tingginya minat masyarakat membuat kuota inden sekolah ini bahkan sudah penuh hingga tahun 2029.
SD Muhammadiyah Condongcatur tercatat sebagai SD dengan siswa paling berprestasi berdasarkan Puspresnas Kemdikdasmen. Total ada 4 SD dari DIY yang tercatat masuk 10 besar.
Di bawah SD Muhammadiyah Condongcartur yang memiliki skor 1.259, ada SD Muhammadiyah Sapen I di peringkat kedua dengan skor 1.004. Lalu di peringkat ketiga dan keempat ada SD Islam Sabilillah Malang dan SD Muhammadiyah Sapen II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Sulasmi, mengatakan capaian tersebut diperoleh dari indikator prestasi siswa dalam berbagai kompetisi yang dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
"Jadi, itu adalah indikator dari kejuaraan lomba anak, siswa dalam skala nasional dan internasional," kata Sulasmi kepada detikJogja, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, mayoritas prestasi siswa SD Muhammadiyah Condongcatur berasal dari bidang sains dan matematika. Menurutnya, tidak semua perlombaan masuk dalam penilaian Puspresnas karena ada standar kurasi tersendiri.
"SD Muhammadiyah Condongcatur itu kebanyakan lomba-lomba adalah di bidang sains, di bidang matematika," ujarnya.
SD Muhammadiyah Condongcatur yang terletak di Depok, Sleman, Senin (11/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja |
Sulasmi menyebut sekolahnya sempat berada di posisi 10 besar nasional pada periode awal penilaian. Namun, dalam beberapa periode terakhir, SD Muhammadiyah Condongcatur berhasil mempertahankan posisi nomor pertama.
"Kami bab 1, 2 itu masih di posisi bawah ya, tapi masih 10 besar. Tapi setelah itu kita bisa mempertahankan itu sampai bab ke-6 ini di nomor satu," ungkapnya.
Full Sampai 2029
Tak hanya prestasi nasional, Sulasmi mengatakan, siswa SD Muhammadiyah Condongcatur juga aktif mengikuti berbagai kompetisi internasional seperti JSO dan ajang lainnya. Di sisi lain, tingginya prestasi sekolah berdampak pada membeludaknya minat pendaftar. Bahkan, antrean inden siswa baru disebut sudah hampir penuh hingga tahun 2029.
"Di tahun-tahun 2029 pun sudah mencapai hampir full. Jadi sistem inden kita ini adalah melalui penitipan fotokopi akta kelahiran dan KK. Kemudian kami indennya adalah mengatasnamakan dititipkan pada Pimpinan Cabang Muhammadiyah Depok. Nah, dari situ nanti mendekati pendaftaran baru kita lakukan namanya unjuk kreativitas siswa," kata Sulasmi.
"Enggak ada, enggak ada (DP) untuk biaya pendaftaran," tegasnya.
Saat ini, SD Muhammadiyah Condongcatur hanya memiliki kuota 128 siswa baru setiap tahun atau empat kelas dengan masing-masing 32 siswa.
"Kuota kita hanya 4 kelas, jadi 128," ujarnya.
Untuk mengatasi tingginya jumlah pendaftar, pihak sekolah menyiapkan solusi melalui revitalisasi SD Muhammadiyah Kompleks Kolombo di Condongcatur. Nantinya, siswa yang tidak tertampung di SD Muhammadiyah Condongcatur akan diarahkan ke sekolah tersebut.
Selain prestasi, fasilitas sekolah juga menjadi daya tarik tersendiri. Seluruh ruang kelas telah dilengkapi AC dan pembelajaran berbasis teknologi menggunakan Interactive Flat Panel (IFP).
"Kemudian pembelajaran kita sudah berbasis IT dengan memakai IFP. Jauh-jauh sebelum pemerintah menerapkan, kami sudah menyiapkan IFP sebagai media pembelajarannya," jelas Sulasmi.
Ia juga menyebut seluruh guru di SD Muhammadiyah Condongcatur tengah dipersiapkan memiliki pendidikan magister atau S2.
"Nanti tinggal angkatan ketiga, semuanya SD Muhammadiyah Condongcatur sudah berpendidikan S2 semua," pungkasnya.
(afn/dil)

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja