Rania Kanaka Yuandana, siswi kelas 6A SD bercerita dirinya bisa meraih nilai sempurna Tes Kemampuan Akademik (TKA) berkat ketekunan. Menurutnya, kuncinya adalah tanggung jawab dan fokus pada prioritas.
Siswa SD Muhammadiyah Suronatan, Ngampilan, Kota Jogja memiliki kebiasaan bangun dini hari untuk menunaikan salat. Karena itu, dia juga terbiasa untuk tidur di awal waktu.
"Oh ya, tidak tidur larut malam karena harus bangun pagi-pagi sekali untuk shalat dan sekolah," ungkap Rania saat dihubungi detikJogja, Senin (8/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara belajarnya juga sama seperti kebanyakan siswa lainnya dengan mengikuti kelompok belajar dan latihan soal. Dia juga tak memaksakan dirinya untuk belajar dengan keras. Rania biasa bermusik atau bermain gim untuk mengatasi rasa lelahnya dalam belajar.
"Saat belajar saya enjoy, latihan soal setiap hari. Kemudian kalau capek belajar, saya istirahat bentar untuk main gitar atau malah kadang main gim," jelasnya.
Menurutnya yang penting adalah tanggung jawab. Rasa tanggung jawab itu juga yang membuat Rania fokus mempersiapkan TKA dan TKAD.
"Banyak bermain boleh, yang penting tanggung jawab saja. Karena kalau mau lebih banyak bermain, bisa nanti setelah ujian. Jadi memang fokus saya saat kelas 6 untuk mempersiapkan TKA dan TKAD," sambungnya.
SD Muhammadiyah Suronatan Jogja Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
"Alhamdulillah sangat senang karena nilai yang saya dapat sesuai target," ujar Rania.
Rania pun berencana melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 5 Jogja. Serta melanjutkan perjalanan untuk meraih cita-citanya menjadi Psikiater.
"Cita-cita jadi Psikiater, karena saya suka ilmu psikologi tapi saya juga pengin jadi dokter," ungkap Rania.
Jadi Tutor Sebaya
Guru Rania, Beni Purwoko, mengatakan Rania merupakan sosok yang cenderung pendiam. Namun, Rania juga aktif saat pembelajaran dan tidak memiliki masalah pergaulan.
"Dalam diamnya itu, materi-materi yang disampaikan alhamdulillah bisa diterima dengan baik. Sehingga mampu merekam apa yang kita berikan secara latihan maupun materi dalam kesehariannya. Itu jadi modal bagus saat hari H ujian," terang Beni.
Rania disebut mampu merekam dengan baik materi pembelajaran di sekolahnya. Rania juga membantu teman lainnya sebagai tutor sebaya.
"Anak ini ketika sudah selesai mengerjakan juga mau berbagi dengan temannya melalui program Tutor Sebaya. Ketika ada temannya yang belum paham materi, anak-anak yang sudah paham seperti Rania ini menjadi tutor bagi temannya. Supel juga anaknya," tambahnya.
Rania sendiri disebut sosok pendiam namun tetap bisa bergaul dengan teman sebayanya.
(afn/ahr)

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja