Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menepis anggapan perguruan tinggi merebut pasar kampus swasta. Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro mengungkap banyaknya calon mahasiswa baru (maba) yang ditolak UNY.
Dia mengatakan UNY menerima rata-rata 8.000 mahasiswa setiap tahunnya. Padahal pendaftar bisa mencapai 150 ribu hingga 170 ribu calon mahasiswa.
"Animo di kami itu per tahun sekitar 150 ribuan calon mahasiswa. Kalau yang masuk di kami sekitar 8.000, berarti 142 ribu itu tidak kami ambil," katanya saat dihubungi detikJogja, Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nur Hidayanto menyebut minat calon mahasiswa masuk PTN memang tinggi. Dia menilai jumlah pendaftar di kampus-kampus negeri lain juga cenderung memiliki banyak peminat.
"UNY itu menerima sekitar 8.000 mahasiswa dari animo 150 ribu sampai 170 ribu pendaftar. Universitas besar seperti UI atau UGM mungkin juga memiliki angka yang sangat besar," ujarnya.
Karena itu dia menilai menyusutnya mahasiswa baru di kampus swasta bukan karena sistem penerimaan PTN. Terlebih kampus negeri juga memiliki keterbatasan waktu selain daya tampung.
"Kalau kami 31 Juli nggak boleh membuka lagi. Sudah selesai, selesai. Kecuali tadi yang penugasan. Kalau penugasan kan dari kementerian, atau RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) memang di luar SM, tidak masuk SM. IUP (International Undergraduate Program) juga tidak masuk," imbuhnya.
Selain itu, seleksi mandiri yang kini disorot juga dibatasi hanya untuk 30 persen kuota dan bagi kampus PTNBH 50 persen.
"Kalau kami mengikuti peraturan saja. Kalau pemerintah menentukan, yang PTN non-PTNBH maksimal 30 persen untuk Seleksi Mandiri. Nah kalau PTNBH diberi kewenangan maksimal 50 persen. Selama pemerintah masih menggunakan aturan itu, kita taat aturan," jelasnya.
Salah satu kritik penerimaan mahasiswa PTN datang dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD). UAD menilai sistem penerimaan mahasiswa PTN menjadi salah satu faktor menurunnya mahasiswa kampus swasta.
Rektor Universitas Ahmad Dahlan, Prof Dr Muchlas, menyerukan agar pelaksanaan jalur mandiri dievaluasi. Prof Muchlas menuturkan, sekitar 15 persen calon mahasiswa UAD yang sudah menuntaskan registrasi dan membayar biaya memutuskan mundur begitu diterima PTN via jalur mandiri.
"Mahasiswa-mahasiswa UAD yang sudah mendaftar, setelah kita survei, kan kita ini kalau diterima di PTNBH itu bisa kembali uangnya 75 persen dengan catatan menunjukkan betul diterima di PTN-BH. Itu sekitar 15-an persen dari mereka yang sudah registrasi, sudah bayar di UAD," kata Muchlas saat ditemui di Kampus UAD, Kota Jogja, Selasa (9/6).
Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Teknologi & Kejuruan tersebut menjelaskan, keberadaan jalur mandiri PTN yang dibuka hingga pertengahan tahun, Juli bahkan Agustus, diakuinya memberikan kesulitan bagi kampus swasta. Sebab, PTS mesti harus menghadapi ketidakpastian maba hingga masa pendaftaran PTN benar-benar berakhir.
"Nah itu problem juga. Karena mahasiswa yang sudah registrasi di PTS kemudian masih bisa berpindah ketika diterima lewat jalur mandiri PTN," katanya.
(afn/apl)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja