Pemerintah berencana mengaktifkan kembali penerbangan komersial di Bandara Adi Sutjipto setelah adanya arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Di tengah wacana tersebut, kondisi bandara yang dulu menjadi gerbang utama masuk Daerah Istimewa Yogyakarta masih tampak lengang minim aktivitas penumpang.
Berdasarkan informasi pengelola bandara, jadwal penerbangan di Bandara Adisutjipto pada Jumat, 12 Juni 2026, masih melayani sejumlah penerbangan komersial.
Terdapat lima jadwal kedatangan dan keberangkatan di Bandara tersebut. Jadwal ini menunjukkan Bandara Adisutjipto masih melayani penerbangan reguler dengan rute utama menuju dan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, serta Karimunjawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikJogja di Bandara Adisutjipto pukul 10.30 WIB, sejumlah area terminal masih terlihat terawat meski minim aktivitas. Koridor keberangkatan yang dahulu dipadati calon penumpang tampak kosong. Saat ini yang ramai justru area Stasiun Maguwoharjo yang menjadi titik naik dan turun penumpang KRL.
Lorong masuk area keberangkatan ke bandara berada di sebelah kiri pengunjung. Dari situ, kemudian diarahkan menuju underpass menuju area luar terminal keberangkatan. Lorong tersebut tampak sepi dan ruangan yang berada di dalamnya juga tampak tak terawat lagi. Sementara dari kaca, tampak ilalang tinggi di luar ruangan.
Selain itu, eskalator yang menghubungkan antar level juga tidak berfungsi. Pun demikian dengan pendingin ruangan di lorong tersebut juga tidak difungsikan sehingga membuat udara pengap.
Memasuki area keberangkatan, papan petunjuk menuju ruang departure masih tergantung di langit-langit. Deretan loket dan ruang pelayanan di sisi koridor tampak tertutup tanpa aktivitas. Sementara itu kafe-kafe yang berada di sekitar lorong juga banyak yang sudah tutup.
Di tengah suasana sepi tersebut, secercah harapan muncul bagi para pelaku jasa transportasi darat yang sehari-hari menggantungkan hidup di kawasan bandara.
Salah satunya Purwanto, pengemudi taksi yang telah beroperasi di Bandara Adisutjipto sejak 2004. Dia mengaku gembira mendengar adanya rencana penerbangan di bandara tersebut.
"Saya menanggapi dengan baik. Ikut senang kalau ada tambahan, jadi ada masukan (pendapatan). Sementara ini kan kondisinya sepi, jadi kalau ada tambahan sangat senang," ujar Purwanto saat ditemui di kawasan Bandara Adisutjipto.
Suasana Bandara Adisutjipto yang diwacanakan akan direaktivasi oleh pemerintah, Jumat (12/6/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Menurut Purwanto, kondisi bandara saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Sepinya aktivitas penerbangan membuat jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi darat ikut menurun drastis.
Dalam sehari, dia mengaku terkadang hanya memperoleh satu kali pesanan. Bahkan tidak jarang dia harus pulang tanpa membawa penumpang sama sekali.
"Dulu ibaratnya tinggal nari (menawarkan) badannya saja, saking ramainya. Semenjak ada online memang sudah berkurang," kenangnya.
Karena itu, rencana pemerintah untuk kembali mengaktifkan penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto disambut dengan optimisme. Purwanto berharap langkah tersebut benar-benar terealisasi dan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di sekitar bandara.
"Harapannya dengan penambahan ini ya (penumpang) akan semakin banyak, dan kami semakin senang," pungkasnya.
Prabowo Instruksikan Reaktivasi
Dilansir detikTravel sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung untuk reaktivasi dan optimalisasi komersialisasi sejumlah bandara, di antaranya Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta.
Untuk menindaklanjuti arahan langsung Presiden tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Waka Bappenas) RI Febrian Alphyanto Ruddyard di Ruang Kerja Wamenhan, Jakarta, pada Senin (25/5/2026).
Mengutip situs resmi Kementerian Pertahanan, pertemuan ini guna membahas koordinasi percepatan berbagai program strategis nasional yang bersinggungan langsung dengan pengelolaan aset pertahanan, optimalisasi infrastruktur perhubungan, serta pengembangan industri kedirgantaraan nasional.
Terkait pemanfaatan bersama pangkalan udara TNI Angkatan Udara untuk penerbangan sipil komersial tersebut, Kementerian Pertahanan menyatakan komitmen penuh dan dukungan regulasi. Tantangan teknis mengenai pengaturan kapasitas apron serta manajemen waktu penerbangan akan dikoordinasikan lebih lanjut secara lintas sektoral bersama Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah terkait.
"Kami menyambut baik rencana pembukaan kembali penerbangan komersial, dengan tetap memastikan operasional serta eksistensi pertahanan TNI Angkatan Udara di kawasan tersebut berjalan optimal dan terjaga dengan baik. Ke depan, hal yang menjadi perhatian utama adalah pengaturan teknis terkait penggunaan apron dan pengelolaan waktu penerbangan agar tidak terjadi kepadatan, sehingga aktivitas militer dan sipil dapat berlangsung secara harmonis, selaras, dan tanpa saling mengganggu," ujar Wamenhan.
(aku/ahr)

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja