Siswi SMAN 1 Jogja, Anisa Nurmalitasari (18), mendapat beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen atau UKT nol sehingga ia bisa kuliah gratis di UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi. Demi capaian itu ia rutin belajar di rumah, di sekolah, bahkan di perpustakaan UGM hingga malam. Berikut kisahnya.
Dikutip dari situs resmi UGM, Selasa (23/6/2026), anak kedua dari dua bersaudara asal Notoyudan, Jogja, ini diterima kuliah di Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM di tengah kesukaran ekonomi keluarga.
Nurma mengaku lolos ke UGM lewat jalur prestasi merupakan hasil dari perjalanan panjang. Ia telah menargetkan untuk bisa kuliah di 'Kampus Biru' ini sejak awal SMA dengan terus mempertahankan nilai dan semangat belajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau strateginya saya fokus ke nilai, mempertahankan nilai, sama meningkatkannya supaya dapat peringkat juga di sekolah," ujarnya, Selasa (23/6).
Diantar Ayah ke Perpus UGM
Rutinitas belajar Nurma dimulai sejak pukul tiga pagi hingga jelang waktu berangkat sekolah. Sepulang sekolah, dia masih melanjutkan belajar hingga terkadang mencapai pukul sebelas malam dengan belajar di perpustakaan. Pasalnya, kondisi lingkungan di sekitar rumah membuatnya tidak bisa fokus dalam belajar.
"Tidak jarang Ayah kerap mengantar ke perpustakaan (UGM) untuk belajar hingga malam," kata dia.
Saat hari pengumuman, Nurma mengaku hanya bisa terus berdoa. Kedua orang tua dan kakaknya turut mendampingi hingga suasana rumah pecah oleh tangis haru saat ia dinyatakan lolos.
"Saya merem tidak berani melihat laptopnya. Akhirnya yang membuka keluarga, terus teriak, baru saya ikut senang. Alhamdulillah senang banget dan tidak menyangka juga," ucapnya.
Alasan Tertarik Jurusan Gizi
Alasan Nurma tertarik pada jurusan Gizi diakuinya berangkat dari kecintaannya pada dunia kesehatan yang lekat dalam keseharian manusia.
"Saya merenungkan yang dibutuhkan kira-kira kalau tanpa itu manusia tidak bisa hidup seperti makanan. Terus saya gabungkan antara makanan sama kesehatan, ketemu di Gizi," terangnya.
Keyakinannya terhadap jurusan ini sudah matang dengan berbagai pertimbangan dari keluarga maupun sekolah. Nurma menyatakan bahwa ia hanya membawa satu pilihan saat pendaftaran SNBP. Hingga akhirnya ia berhasil menjadi salah satu dari 76 siswa yang lolos SNBP di SMAN 1 Yogyakarta.
"Saya sudah mantap gizi, sudah diskusi juga dengan orang tua, guru BK juga. Terus akhirnya saya mantap di jurusan ini, tidak ada alternatif lain," jelasnya.
Menjelang kuliah, Nurma memanfaatkan waktunya untuk meningkatkan kemampuan diri. Ia mengikuti pelatihan bahasa Inggris, mengambil pekerjaan freelance untuk menambah penghasilan, serta aktif mengikuti berbagai seminar dan workshop.
"Saya sudah ikut grup 1001 kegiatan UGM. Jadi aktif ikut seminar, workshop, bahkan yang bersertifikat," jelasnya.
Tidak Takut Bersaing
Ayahnya, Agus Nurhadi, mengaku tidak kuasa menahan syukur atas kelolosan Nurma diterima kuliah gratis UGM, terlebih setelah mendapatkan beasiswa penuh. Sebelumnya, ia sempat memikirkan dan meragukan kemampuannya memenuhi biaya UKT di tengah kondisi ekonomi keluarga.
"Tidak kepikiran karena saya kan orang wiraswasta, jadi kadang-kadang ada, kadang-kadang enggak. Itu benar-benar bagi saya sangat bersyukur dan luar biasa. Ini benar-benar apresiasi dari UGM untuk memberikan kesempatan pada anak saya melanjutkan studi di UGM," kata dia.
Nurhadi menekuni usaha keluarga berupa produksi camilan kacang yang dititipkan ke sejumlah angkringan di sekitar rumah. Setiap pagi dan sore ia mengantarkan dagangannya ke kurang lebih puluhan angkringan.
Adapun ibunya, Sri Damaryati, selalu menenangkan Nurma bahwa apapun hasilnya harus diterima dengan lapang dada. Ia mengapresiasi kerja keras putrinya yang kerap belajar hingga lewat tengah malam demi mengimbangi teman-temannya yang mengikuti les.
"Saya terus menguatkan Nurma untuk optimistis dan tidak takut bersaing," katanya.
Dukungan keluarga mengalir deras dalam setiap langkah perjuangan Nurma.
"Kakaknya juga turut memberi motivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi serta membantu ketika ia mengalami kesulitan belajar," ujar orang tuanya.
Nurma juga berpesan kepada teman-temannya agar tidak mudah menyerah pada keadaan.
"Teman-teman semangat karena pasti ada jalan. Kalau misalnya kita sudah niat dan tujuannya di situ, kerja kerasnya juga harus dilebihkan lagi biar impian dan cita-cita itu bisa tercapai," pungkasnya.
(dil/afn)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf