- Kumpulan Resep Jajanan Pasar Tradisional yang Manis dan Mudah Dibuat 1. Kue Cucur Bahan: Cara Membuat: 2. Clorot Bahan: Cara Membuat: 3. Kue Sapik Bahan: Cara Membuat: 4. Putu Mayang atau Petulo Bahan: Bahan Juruh: Cara Membuat: 5. Wajik Bahan: Cara Membuat: 6. Temo Coe Bahan Kulit: Bahan Isi: Bahan Taburan: Cara Membuat: 7. Bingka Hijau Bahan: Cara Membuat: 8. Sawut Bahan: Cara Membuat: 9. Jentik Manis Bahan: Cara Membuat: 10. Bubur Sumsum Bahan: Bahan Kinca: Cara Membuat: 11. Barongko Bahan: Cara Membuat: 12. Cemplon Bahan: Cara Membuat: 13. Carabikang/Bikang Balik Bahan: Cara Membuat: 14. Tingting Kacang Bahan: Cara Membuat:
Setiap pagi, berbagai lapak makanan menghiasi sudut-sudut Jogja. Salah satu lapak yang populer diserbu pembeli adalah lapak jajanan pasar. Variasi jajanan yang disajikan di lapak-lapak tersebut biasanya beraneka ragam, sehingga memungkinkan pembeli untuk memilih beberapa jajanan sekaligus.
Berdasarkan artikel bertajuk Etnomatematika pada Bentuk Jajanan Pasar di Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Nuk Tohul Huda, jajanan pasar merujuk pada aneka jajanan yang biasa dijual di pasar tradisional. Jajanan ini meliputi aneka makanan dengan rasa yang beragam, bisa berupa kue kering, kue basah, dan bentuk jajanan lainnya.
Ingin menyantap jajanan pasar? Nah, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan dan cara yang relatif mudah. Intip dan catat 14 resep jajanan pasar tradisional yang manis dan mudah dibuat yang dirangkum dari buku Kue-kue Indonesia: 165 Resep Panganan Populer Nusantara oleh Yasa Boga dan buku Mustikarasa terbitan Departemen Pertanian berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kumpulan Resep Jajanan Pasar Tradisional yang Manis dan Mudah Dibuat
1. Kue Cucur
Bahan:
- 220 gram tepung beras
- 250 ml air
- 200 gram gula palem
- 100 ml minyak goreng
Cara Membuat:
- Campur tepung beras dan gula, lalu tuangkan air secara perlahan sambil diaduk. Uleni adonan sambil dipukul dengan tangan selama 10 menit sampai adonan terasa ringan dan halus.
- Panaskan minyak dengan api sedang, lalu tuang adonan sekitar 35 ml atau 3 sendok makan. Siram adonan dengan minyak hingga mengembang dan bagian tepinya kering. Balik kue cucur sesekali, lalu angkat setelah kue cucur mengembang maksimal dan matang.
2. Clorot
Bahan:
- 150 gram tepung beras
- 500 ml santan kental dari 1 butir kelapa
- ½ sdt garam
- 200 gram gula merah, iris halus
- 2 lembar daun pandan, sobek dan buat simpul
- Corong dari daun kelapa
Cara Membuat:
- Rebus santan, daun pandan, garam dan gula merah sambil diaduk hingga larut, lalu angkat dan dinginkan.
- Campurkan hasil rebusan tersebut ke dalam tepung secara perlahan sambil diaduk hingga licin. Saring adonan bila perlu.
- Tuang adonan clorot hingga ¾ corong. Letakkan dengan posisi berdiri pada wadah anti panas yang berisi ampas kelapa.
- Kukus clorot selama 20 menit hingga matang dan mengeras.
3. Kue Sapik
Bahan:
- 250 gram tepung beras
- 150 gram gula pasir
- 3 butir telur
- 425 ml santan dari 1 butir kelapa tua
- ¼ sdt kayu manis bubuk
- Margarin secukupnya
Cara Membuat:
- Kocok telur, lalu tuangkan ke dalam campuran tepung dan gula. Masukkan kayu manis dan santan sambil diaduk. Aduk rata sampai gula larut.
- Panaskan margarin di atas cetakan kue atau teflon, lalu tuangkan adonan sekitar 1 sendok makan. Ratakan, lalu tutup. Balik cetakan agar adonan matang seluruhnya. Buka dan lepaskan kue sapik, lalu gulung atau lipat selagi panas.
4. Putu Mayang atau Petulo
Bahan:
- 250 gram tepung beras
- 550 ml air mendidih
- 1-2 sdt garam
- Pewarna merah dan hijau secukupnya
Bahan Juruh:
- 500 ml santan cair
- 200 gram gula merah, iris halus
- 2 sdm gula pasir
- ¼ sdt garam
- 2 lembar daun pandan, buat simpul
Cara Membuat:
- Letakkan serbet atau kain bersih pada sarangan dandang/kukusan, lalu masukkan tepung beras dan kukus selama 1 jam.
- Angkat tepung beras yang sudah dikukus, lalu seduh dengan air mendidih. Tambahkan garam, lalu aduk rata.
- Setelah adonan putu mayang dingin, uleni adonan sampai halus. Bagi adonan menjadi beberapa bagian, lalu campur dengan pewarna hingga menghasilkan 3 warna putu mayang (putih, merah muda, dan hijau).
- Cetak adonan dengan cetakan putu mayang. Kamu juga bisa menggantinya dengan cetakan lain yang bentuknya berlubang atau cetakan lain sesuai selera.
- Kukus putu mayang selama 25 menit hingga matang.
- Untuk membuat juruh, rebus semua bahan juruh dengan api sedang sambil diaduk. Setelah mendidih, kecilkan api dan aduk juruh selama 5 menit. Angkat dan saring, lalu rebus kembali hingga mendidih.
- Sajikan putu mayang dengan juruh.
5. Wajik
Bahan:
- 500 gram beras ketan putih, rendam selama 2 jam lalu tiriskan
- 350 ml santan dari 1 butir kelapa
- 200 gram gula merah
- 2 sdm gula pasir
- 3 lembar daun pandan, buat simpul
Cara Membuat:
- Kukus ketan selama 15 menit, lalu angkat dan dinginkan.
- Rebus santan, gula, dan daun pandan sampai mendidih dan kental berminyak.
- Masukkan ketan, lalu rebus sambil diaduk hingga santan menyusut dan matang.
- Tuang adonan wajik ke dalam loyang 20 x 20 x 5 cm, lalu ratakan sambil ditekan-tekan.
- Setelah dingin, potong wajik dengan pisau yang dilapisi plastik atau diolesi minyak. Wajik siap disajikan.
6. Temo Coe
Bahan Kulit:
- 350 gram tepung ketan
- 50 gram tepung tapioka
- 300 ml santan hangat dari ½ butir kelapa
- ¼ sdt garam
Bahan Isi:
- 100 gram wijen putih, sangrai dan haluskan
- 75 gram gula merah, iris halus
Bahan Taburan:
- 50 gram wijen putih sangrai
Cara Membuat:
- Untuk membuat kulit, campur tepung ketan, tapioka, dan garam. Tuangkan santan secara perlahan sambil diuleni hingga adonan bisa dibentuk. Bentuk adonan tersebut menjadi 12-15 bulatan.
- Untuk membuat isi, campur semua bahan isi hingga rata.
- Ambil 1 bulatan, lalu pipihkan. Letakkan bahan isi di atasnya, lalu bulatkan kembali. Ulangi hingga adonan habis.
- Lapisi kukusan dengan daun pisang, lalu letakkan bulatan temo coe di atasnya. Taburkan wijen di atas temo coe.
- Kukus selama 30 menit sampai temo coe matang.
- Temo coe siap disajikan.
7. Bingka Hijau
Bahan:
- 8 sdm tepung terigu
- 500 ml santan kental dari 1,5 butir kelapa
- 10 butir telur bebek
- 75 ml air daun suji
- 200 gram gula pasir
- ½ sdt garam
Cara Membuat:
- Kocok telur dan gula hingga mengental dan naik, lalu tambahkan air daun suji, garam, tepung, dan santal secara perlahan sambil diaduk rata.
- Tuang adonan bingka ke loyang berdiameter 18 cm, lalu kuku hingga matang dengan api sedang.
- Kue bingka hijau siap disajikan.
8. Sawut
Bahan:
- 500 gram singkong, parut kasar
- 200 gula merah, iris halus
- ½ sdt garam
- Kelapa parut secukupnya
- 1-2 lembar daun pandan, potong dengan ukuran sekitar 5 cm
Cara Membuat:
- Campur parutan singkong dengan garam, lalu tambahkan gula merah dan aduk rata hingga gula larut.
- Letakkan sawut ke dalam kukusan yang sudah dialasi daun pisang, lalu letakkan beberapa potong daun pandan di atasnya.
- Kukus sawut selama 15-20 menit hingga matang.
- Sajikan sawut dengan kelapa parut.
9. Jentik Manis
Bahan:
- 150 gram tepung hunkwee
- 500 ml santan dari 1 butir kelapa
- 100 gram sagu mutiara
- 100 gram gula pasir
- ¼ sdt garam
- ¼ sdt vanili
- Daun pisang atau plastik untuk membungkus
Cara Membuat:
- Rebus sagu mutiara hingga matang, lalu cuci dan tiriskan.
- Larutkan tepung hunkwee dengan sebagian santan, lalu sisihkan.
- Rebus sisa santan dan garam hingga mendidih. Tambahkan larutan hunkwee, gula, dan vanili, lalu aduk hingga bula larut.
- Tambahkan sagu mutiara, lalu aduk rata.
- Angkat adonan jentik manis, lalu bungkus tiap 2 sendok makan adonan dengan daun pisang atau plastik. Gulung dan lipat hingga membentuk persegi, lalu biarkan hingga dingin dan mengeras.
- Jentik manis siap disajikan.
10. Bubur Sumsum
Bahan:
- 150 gram tepung beras
- 750 ml santan dari 1 butir kelapa
- ½ sdt garam
- 3 lembar daun pandan, buat simpul
Bahan Kinca:
- 300 gram gula merah, iris halus
- 2 sdm gula pasir
- 125 ml air
Cara Membuat:
- Larutkan tepung beras dan garam dengan sebagian santan.
- Rebus sisa santan dan daun pandan dengan api kecil sambil terus diaduk. Saat santan mulai hangat, tambahkan larutan tepung. Aduk terus hingga bubur mengental dan mendidih.
- Untuk membuat kinca, rebus semua bahan kinca dengan api kecil sambil diaduk. Setelah mendidih dan mengental, angkat dan saring kinca.
- Sajikan bubur sumsum dengan kuah kinca.
11. Barongko
Bahan:
- 10 buah pisang raja yang sudah tua
- 250 gram tepung beras
- 25 gram tepung tapioka
- 850 ml santan hangat dari 1 butir kelapa
- 250 ml santan kental dari 1 butir kelapa, campur dengan ½ sdt garam
- 150 gram gula pasir
- 100 ml air mendidih
- ½ sdt garam
- ½ sdt vanili
Cara Membuat:
- Masukkan tepung beras dan kanji, lalu aduk rata. Tambahkan air mendidih sambil diaduk.
- Tambahkan gula, garam, vanili, dan santan hangat, lalu aduk rata.
- Potong dadu buah pisang, lalu masukkan ke dalam adonan tepung.
- Letakkan 2-3 sendok makan adonan barongko di atas daun pisang. Tambahkan 1 sendok makan santan kental, lalu bungkus dan sematkan dengan lidi. Ulangi hingga adonan habis.
- Kukus barongko selama 30-40 menit hingga matang.
- Barongko siap disajikan.
12. Cemplon
Bahan:
- ½ kg singkong, kupas dan parut
- 250 gram gula merah, iris
- ½ butir kelapa, parut
- 1 bungkus vanili bubuk
- Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat:
- Campur singkong parut, kelapa parut, garam, dan vanili, lalu aduk rata.
- Bentuk adonan menjadi bulat, lalu pipihkan. Letakkan irisan gula merah di tengahnya, lalu bentuk kembali menjadi bulat.
- Goreng cemplon hingga kekuningan.
13. Carabikang/Bikang Balik
Bahan:
- 3 gelas tepung beras
- ⅓ tepung tapioka
- 5 gelas santan kental
- 1,5 gelas gula pasir
- 1 sdt garam
- 2 gelas daun pandan
- Pewarna makanan secukupnya, larutkan dengan air
Cara Membuat:
- Rebus santan (sisakan ½ gelas), gula, garam, dan daun pandan hingga mendidih, lalu dinginkan.
- Campur tepung beras dan tepung tapioka, lalu tambahkan rebusan santan sambil diaduk.
- Masak carabikang dengan cetakan carabikang, lalu teteskan larutan pewarna di atasnya saat carabikang hampir matang.
- Cungkil carabikang dengan sebilah bambu atau alat serupa hingga keluar dari cetakan.
- Olesi bagian bawah carabikang dengan santan kental agar tidak kering.
- Carabikang siap disajikan.
14. Tingting Kacang
Bahan:
- 250 gram kacang tanah
- 500 gram gula pasir
Cara Membuat:
- Sangrai kacang, lalu angkat setelah matang. Kupas kulit arinya, lalu tumbuk kasar.
- Masak gula tanpa air dengan api kecil sambil diaduk agar tidak gosong, lalu masukkan kacang saat gula sudah mendidih. Aduk hingga tercampur rata.
- Angkat tingting, lalu tuangkan di atas loyang yang sudah dialasi daun pisang. Letakkan daun pisang di atasnya, lalu ratakan tingting.
- Iris tingting selagi panas, lalu sajikan.
Nah, itu dia resep 14 jajanan pasar tradisional yang manis dan mudah dibuat. Selamat mencoba!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(sto/aku)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja