Di Jogja, jika berbicara makanan khas, pasti orang akan membicarakan bakpia atau gudeg. Namun, di Kotagede, terdapat panganan bernama kipo, yang ternyata berasal dari pertanyaan pembeli akan kue tersebut. Seperti apa ceritanya?
Pantauan detikJogja, salah satu penjual Kipo yang pertama berada di Jalan Mondorakan No.27, Prenggan, Kotagede, Kota Jogja. Tempat dengan nama Kipo Bu Djito ini berada di pinggir jalan dan lokasinya menyatu dengan bangunan rumah.
Tampak, puluhan Kipo yang terbungkus dengan daun pisang dan kertas bertuliskan Kipo Bu Djito tertata rapi di atas nampan berbahan plastik. Sesekali seorang ibu-ibu mengenakan hijab tampak menata ulang puluhan bungkus Kipo tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah Istri Rahayu (60), pemilik Kipo Bu Djito menceritakan, bahwa awalnya sang kakek bersama ibunya membuka usaha jualan kue pada tahun 1946. Di mana kedua pendahulunya itu menjual kue berwarna hijau dengan rasa manis di luar rumah.
Penampakan puluhan bungkus Kipo Bu Djito yang dijajakan di rumahnya, Jalan Mondorakan No.27, Prenggan, Kotagede, Kota Jogja, Rabu (4/3/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja |
"Kalau untuk sejarahnya, rumah kita dulu berada di pinggir jalan. Nah, depan rumah ini rumah pegadaian yang kalau pagi selalu ramai. Lalu simbah dan ibu jualan jajanan pasar berupa kue di luar rumah," katanya kepada detikJogja di Prenggan, Kotagede, Kota Jogja, Rabu (4/3/2026) sore.
Kue jualan Kakek dan ibunya saat itu menarik perhatian masyarakat karena bentuknya yang kecil dan berwarna hijau. Bahkan, banyak orang yang bertanya apa nama kue tersebut.
"Lalu orang-orang banyak yang lihat opo toh (apa sih), iki opo (ini apa). Dari kata iki opo itu kue ini disebut Kipo atau iki opo," ujarnya.
Kipo pun menjadi jajanan pasar asal Kotagede yang laris. Hingga akhirnya usaha tersebut berjalan turun temurun hingga ke tangan Istri.
"Selanjutnya saya mulai meneruskan usaha ini sekitar tahun 90-an sampai sekarang dengan nama Bu Djito. Nah, Bu Djito itu ibu saya, jadi nama usaha ini melestarikan nama ibu," ucapnya.
Terkait bahan baku Kipo, wanita berhijab ini menyebut sangat mudah didapat di pasaran. Adapun bahan bakunya adalah tepung ketan, daun suju atau daun katup sebagai pewarna, gula Jawa dan parutan kelapa.
"Parutan kelapa dengan gula Jawa itu sebagai isiannya. Kalau cara membuatnya mengambil adonan kulitnya sebesar kelereng, dipipihkan, diisi seperti mengisi pastel itu," katanya.
"Selanjutnya dipanggang pakai cobek tanah liat yang alasnya menggunakan daun pisang dan diolesi dengan minyak agar tidak lengket," lanjut Istri.
Dalam sehari, lanjut Istri, dirinya mampu memproduksi ratusan porsi Kipo. Namun, khusus untuk bulan Ramadan ini Istri hanya memproduksi puluhan porsi Kipo saja.
"Sebenarnya tidak lama buat Kipo itu, hanya harus telaten saja. Untuk satu jam bisa 20-25 porsi yang satu porsi berisi lima kipo, dalam sehari kalau tidak puasa bisa 300 pak, kalau puasa seperti ini sekitar 50 pak saja karena kan Kipo ini tidak bisa sampai besok," ucapnya.
Menurut Istri, menjelang Lebaran biasanya jumlah produksi Kipo akan meningkat. Mengingat banyak pemudik yang membeli Kipo untuk oleh-oleh dan makanan saat menggelar acara syawalan.
"Kalau puasa memang sedikit, tapi Lebaran itu banyak untuk oleh-oleh dan makanan acara seperti syawalan. Perbandingannya, hari biasa 300 pak dan lebaran bisa sampai sekitar 500 pak," ujarnya.
Menyoal harga, Istri menyebut satu pak atau satu bungkus Kipo hanya Rp 3.200. Sedangkan Kipo Bu Djito sendiri buka hampir setiap hari.
"Saya menjual hanya di sini, dari dulu dan tidak memiliki cabang lainnya," katanya.
Ketika disinggung apakah akan melakukan inovasi terhadap Kipo, Istri mengaku tidak. Pasalnya Istri ingin mempertahankan keaslian dari Kipo.
"Kalau inovasi itu gimana ya, kalau bakpia kan isiannya, tapi Kipo ini tetap aslinya atau orinya pakai gula Jawa. Jadi saya tetap mempertahankannya," ujarnya.

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja