7 Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Tahan Lama, Haruskah Dicuci Dulu?

7 Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Tahan Lama, Haruskah Dicuci Dulu?

Ikfina Kamalia Rizki - detikJogja
Selasa, 26 Mei 2026 12:24 WIB
Ilustrasi Daging Kurban
Ilustrasi Daging Kurban (Foto: Usman Yousaf/Unsplash)
Jogja -

Perayaan Idul Adha selalu diwarnai dengan prosesi kurban. Setelah proses penyembelihan selesai, masyarakat biasanya akan menerima kantong berisi daging sapi maupun kambing dalam jumlah yang cukup melimpah.

Masalahnya, semua daging yang diterima selama masa penyembelihan kurban seringkali tidak bisa langsung diolah di waktu yang sama. Alhasil, pertanyaan tentang cara menyimpan daging agar bisa tahan lama, salah satunya mengenai perlu atau tidaknya mencuci daging sebelum masuk kulkas, banyak dibahas.

Sebagian orang menganggap langkah tersebut dapat membersihkan kotoran yang menempel pada daging. Namun, sebagian lainnya berpendapat bahwa hal itu tidak perlu dilakukan. Lantas, bagaimana cara menyimpan daging kurban yang benar agar tetap awet dan tidak mudah rusak? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, detikers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

7 Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Tahan Lama

1. Jangan Cuci Daging Kurban Sebelum Disimpan

Selama ini, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mencuci daging kurban mentah sebelum disimpan di kulkas itu penting dilakukan. Padahal, hal ini dapat menimbulkan resiko keamanan pangan.

Dikutip dari laman RS Jiwa Grhasia, dr Rommy Rabbany Masdan menjelaskan bahwa ketika daging mentah dicuci dengan air mengalir, bakteri patogen seperti Salmonella berpotensi menyebar ke area sekitar wastafel, peralatan dapur, hingga pakaian lewat percikan air.

Selain itu, daging yang terlalu basah juga dapat menimbulkan kelembaban berlebih dan justru berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri. Sisa air pada permukaan daging juga dapat merusak tekstur daging. Jika detikers menemukan kotoran pada daging, sebaiknya cukup membersihkannya dengan memotong bagian yang kotor atau lap menggunakan tisu tanpa perlu dicuci dengan air.

2. Potong-potong Daging Terlebih Dulu

Langkah berikutnya yang perlu diperhatikan adalah memotong daging kurban sesuai dengan porsi konsumsi. Tujuan dari langkah ini adalah agar daging yang perlu dicarikan tiap kali memasak tidak dalam jumlah yang cukup besar. Dengan membaginya dalam porsi kecil, maka kualitas daging bisa lebih terjaga dan proses pengolahan daging bisa lebih praktis.

3. Gunakan Wadah Penyimpanan Kedap Udara

Setelah daging dipotong sesuai porsi konsumsi, sebaiknya simpan daging dalam wadah kedap udara atau wadah khusus freezer. Wadah yang kedap udara dapat mencegah masuknya paparan udara. Jika sering terkontaminasi udara, daging bisa mengalami proses oksidasi lebih cepat dan kualitasnya dapat menurun. Penyimpanan yang baik juga dapat menjaga tekstur daging tetap segar saat dicairkan sebelum diolah nantinya.

4. Jangan Langsung Masukkan Daging ke Dalam Freezer

Sebagian masyarakat mungkin seringkali langsung memasukkan daging kurban ke dalam freezer. Meski terlihat wajar, langkah ini justru tidak terlalu tepat dilakukan. Pasalnya, daging yang langsung dimasukkan ke dalam freezer dan membeku seketika, bisa menjadi keras saat dimasak.

Oleh karena itu, untuk menyimpan daging dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya masukkan dulu daging ke dalam chiller selama dua hingga empat jam. Proses ini bertujuan agar proses pembekuan daging lebih merata dan tidak sampai merusak struktur daging. Barulah setelahnya daging bisa dimasukkan ke dalam freezer.

5. Gunakan Suhu yang Stabil Untuk Menyimpan Daging di Freezer

Dikutip dari artikel jurnal 'Pelatihan Pengolahan Daging dan Demo Masak sebagai Peningkatan Pengetahuan Teknik Pengolahan dan Inspirasi Menu Baru bagi Pelaku UMKM di Kecamatan Lakarsantri' oleh Elma Sulistiya, dkk, daging kurban perlu disimpan pada suhu yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Anjurannya adalah di bawah 5 derajat celsius. Hindari membuka dan menutup freezer terlalu sering karena hal ini dapat mempengaruhi kestabilan suhu di dalamnya.

6. Pakai Label untuk Menuliskan Tanggal Penyimpanan

Apabila detikers mendapatkan jumlah daging yang cukup banyak, sebaiknya beri label tanggal pada setiap kemasan atau wadah penyimpanan daging kurban. Hal ini dapat membantu detikers dalam menyortir konsumsi daging karena bisa langsung mengetahui mana daging yang lebih dulu disimpan dan mana yang harus segera diolah.

7. Segera Simpan atau Olah Daging Setelah Diterima

Daging kurban sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama dalam suhu ruang. Semakin lama berada di suhu ruang, maka daging berpotensi mengalami penurunan kualitas hingga terkontaminasi bakteri. Oleh karena itu, daging kurban perlu langsung disimpan di kulkas setelah diterima jika tidak bisa langsung diolah saat itu juga.

Demikian penjelasan tentang 7 cara menyimpan daging kurban saat Idul Adha. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(num/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads