Kondisi ekstrim hujan lebat diiringi angin kencang membuat rencana liburan di Jogja mungkin jadi tidak sesuai rencana. Apalagi jika kamu berencana datang ke wisata alam di Kota Pelajar ini. Namun, jangan khawatir, karena masih banyak pilihan wisata indoor yang nggak kalah seru.
Tidak perlu risau, wisata Jogja begitu berlimpah. Sederet destinasi indoor siap mengisi waktu luang detikers dengan kenangan membahagiakan. Pun, keseruan dan daya tariknya tidak kalah dengan objek-objek outdoor, lo!
Bagi detikers yang sedang berada di Kota Gudeg atau sedang membuat rencana, di bawah ini rekomendasi wisata indoor Jogja. Yuk, catat informasi pentingnya satu per satu!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Destinasi Wisata Indoor Jogja, Cocok untuk Musim Hujan
1. Museum Dirgantara Jogja
Wisata satu ini cocok banget untuk detikers yang suka dunia aviasi atau kemiliteran. Sesuai namanya, di sini, kamu akan disambut puluhan 'bangkai' pesawat terbang yang dulu pernah berjaya. Tak terlewat, deretan roket gagah dan transponder pesawat dipajang.
Menurut keterangan dari laman resmi TNI AU, salah satu koleksi di museum ini adalah pesawat pemburu Amerika Serikat, P-51 Mustang, yang terkenal tangguh di udara. Tak terlewat, A6M5 Zero yang ditakuti Sekutu saat Perang Pasifik pun ada. Pesawat-pesawat Rusia, seperti Lavochkin La-11 dan Mig-15, turut memperkaya.
Dilansir Instagramnya, @museumdirgantara, Museum Dirgantara beroperasi setiap hari pukul 08.30-16.00 WIB. Alamat lengkapnya adalah Kompleks Pangkalan Udara Adisucipto di Jalan Raya Janti, Karang Janbe, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
2. Museum Ullen Sentalu
Destinasi unggulan indoor lainnya adalah Museum Ullen Sentalu. Berlokasi di Jalan Boyong Kaliurang, Sleman, Jogja, detikers bisa mengikuti tur di museum ini dengan merogoh kocek Rp 50.000-Rp 100.000. Apa saja isinya?
Para pengunjung akan diajak menyelami budaya Mataram melalui koleksi lukisan, foto, syair, dan batik yang dibawakan dengan apik oleh pemandu. Naskah-naskah akademis tentang riset budaya Nusantara juga dapat dipelajari, menambah kekayaan pemahaman tentang Bumi Pertiwi.
Dirujuk dari laman resminya, bila mengambil Tur Vorstenlanden, detikers bakal 'masuk' ke masa kekuasaan-kekuasaan besar di Jawa, termasuk Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta, lewat penjelasan guide. Foto maupun lukisan menemani pengalaman berharga detikers bertamasya di museum ini.
3. Museum TNI AD Dharma Wiratama
Apabila di Museum Dirgantara tersaji pesawat-pesawat yang dulu berjasa untuk Indonesia, di Museum TNI AD Dharma Wiratama, senapan mesin hingga mortir perjuangan-lah koleksinya. Dirujuk dari laman Dinas Kebudayaan DIY, di antara koleksi yang pas dijadikan background foto adalah tank Stuart MK I dan AMX.
Museum TNI AD Dharma Wiratama juga memiliki ruangan kerja Jenderal Soedirman semasa menjabat Panglima TKR. Perangkat-perangkat yang dipamerkan dijamin asli. Ada juga ruang kerja Jenderal Oerip Soemohardjo.
Setelah melihat-lihat isi museum, di bagian belakang, tersimpan kejutan yang tidak boleh dilewatkan, yakni bunker. Bunker tersebut dulu digunakan para petinggi Jepang untuk bersembunyi. Tangga keluar-masuknya cukup ekstrim, tetapi pantas dicoba!
Museum TNI AD Dharma Wiratama buka setiap Selasa-Minggu dari pukul 08.00-15.00 WIB. Menurut informasi dari Instagramnya, @museumtniad, bangunannya berada di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 75, Terban, Gondokusuman, Kota Jogja. Biaya masuk cukup seikhlasnya saja.
4. Benteng Vredeburg
Siapa yang tidak kenal Benteng Vredeburg? Benteng kokoh bercat putih ini berdiri kokoh tepat di kawasan Titik Nol Jogja. Biasanya, dari Malioboro atau Alun-alun, wisatawan langsung mampir ke tempat legendaris satu ini.
Berdasarkan informasi di laman resminya, Benteng Vredeburg memiliki 4 koleksi diorama. Diorama 1 menggambarkan peristiwa perjuangan Pangeran Diponegoro hingga masa pendudukan Jepang. Diorama 2 mengisahkan Proklamasi Kemerdekaan hingga Agresi Militer Belanda di Indonesia.
Diorama 3 diperkaya 18 minirama yang membantu detikers memahami Perjanjian Renville sampai pengakuan kedaulatan RIS. Adapun Diorama 4, koleksi ini tersusun atas 7 minirama dari masa NKRI sampai Orde Baru.
Benteng Vredeburg bisa dikunjungi setiap Senin-Minggu, mulai pukul 08.00 WIB. Harga tiketnya bervariasi berdasar umur, dari gratis hingga Rp 100.000 per orang. Yuk, kunjungi dan belajar sejarah di sini!
5. Museum Terumbu Karang Indonesia
Buat detikers yang berencana berkunjung ke pantai-pantai Gunungkidul, tetapi terkendala cuaca, Museum Terumbu Karang Indonesia merupakan obat pata hati terbaik. Sesuai namanya, di sini, kamu akan disuguhkan koral dan ikan laut yang hidup dalam akuarium kaca.
Keindahan terumbu karang dan ikan laut warna-warni benar-benar memanjakan mata. Jangan lupa untuk sekaligus belajar merawat akuarium air laut, ya, detikers! Penjaga museum dengan senang hati bakal menjelaskannya kepadamu.
Dilansir Instagramnya, @indonesianreefers, studio terumbu karang ini buka setiap hari pukul 16.00-21.00 WIB. Tanpa dipungut biaya, detikers bisa langsung datang saja ke tempatnya di Jalan Kusbini Nomor 45, Demangan, Gondokusuman, Kota Jogja.
6. Museum Sonobudoyo
Dilihat dari laman resminya, Museum Sonobudoyo siap disambangi setiap hari Selasa-Minggu, beroperasi mulai pukul 08.00 WIB. Untuk masuk, detikers hanya dipatok tiket seharga Rp 10.000 (dewasa) saja, lo! Murah, bukan?
Apa saja yang bisa dilihat? Museum Sonobudoyo Unit I memamerkan tak kurang 1.100 koleksi. Di antaranya adalah wayang kulit, wayang golek, wayang klithik, keris, tombak, topeng, busana adat, perlengkapan ritual, hingga peninggalan masa Hindu-Buddha. Unit II tak kalah hebat, tercatat 810 koleksi dipajang di ruang pameran Museum Sonobudoyo Unit II.
Museum Sonobudoyo adalah destinasi wajib detikers yang suka belajar budaya. Unit I-nya terletak di Jalan Pangurakan Nomor 6, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja. Sementara itu, Unit II-nya di Jalan Wijilan No 27D, Panembahan, Kraton, Kota Jogja.
7. Museum Gunung Api Merapi
Berbicara tentang Jogja tentu tidak bisa dilepaskan dari Gunung Merapi. Guna mengabadikan kedahsyatan letusannya, didirikanlah museum pada awal tahun 2000-an. Museum itu bertempat di Jalan Kaliurang Km 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Semua koleksinya berada di dalam ruangan sehingga detikers tak perlu khawatir kehujanan saat menjelajah. Kamu akan melihat mobil dan motor tua yang rusak akibat erupsi Merapi. Juga satu set perlengkapan dapur yang luluh lantak. Sisa 'muntahan' Merapi pun dipamerkan, mengingatkan manusia akan kecilnya mereka di hadapan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Buat yang belum tahu sejarah Merapi, jangan lupa ikut nonton film dokumenter di bioskop mininya. detikers akan diajak menyelami Merapi dan letusan-letusannya, termasuk erupsi tahun 2010 yang terkenal itu.
Museum Gunung Api Merapi beroperasi tiap hari Selasa sampai Minggu dari pukul 08.00-15.30 WIB. Khusus hari Jumat, museum ini hanya menerima pengunjung hingga pukul 14.30 WIB aja. Harga tiket masuknya Rp 5.000 per orang.
Demikian 7 tempat destinasi wisata indoor Jogja yang cocok dikunjungi saat musim hujan. Perlu dicatat, informasi seputar koleksi, jam buka, maupun harga tiket di atas bisa sewaktu-waktu berubah. Semoga bermanfaat!
(par/par)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil