Wisatawan Wajib Waspada! Ubur-ubur Beracun Mulai Muncul di Pantai Gunungkidul

Wisatawan Wajib Waspada! Ubur-ubur Beracun Mulai Muncul di Pantai Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 17 Jun 2026 13:28 WIB
Penampakan ubur-ubur beracun atau impes yang muncul di Pantai Sepanjang pada hari Minggu (14/6/2026).
Penampakan ubur-ubur beracun atau impes yang muncul di Pantai Sepanjang pada hari Minggu (14/6/2026). Foto: Dok SAR Satlinmas Rescue Pantai Baron
Gunungkidul -

Ubur-ubur beracun atau impes mulai muncul di Pantai Selatan (Pansela) Gunungkidul. Tercatat sudah ada lima wisatawan jadi korban di Pantai Sepanjang.

Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron mengatakan, bahwa pertengahan bulan ini memang musimnya impes bermunculan. Namun, intensitas kemunculan impes belum begitu sering.

"Memang sudah musimnya impes keluar, biasanya pertengahan bulan Juni sampai Agustus. Kalau puncaknya antara bulan Juli sampai Agustus," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (17/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marjono melanjutkan, kemunculan impes sudah terjadi di Pantai Sepanjang hari Minggu (14/6). Di mana ada lima wisatawan yang menjadi korban sengatan impes.

"Karena itu, kami minta kepada wisatawan agar selalu hati-hati, dan jangan memegang atau menjadikan mainan biota laut biru menggelembung di pinggir Pantai," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pasalnya, sengatan impes bisa membuat gatal-gatal hingga panas pada bagian yang tersengat impes. Bahkan, paling parah bisa sampai sesak napas dan pingsan.

"Karena itu, kalau ada yang terkena sengatan ubur-ubur busa segera ke pos SAR untuk mendapatkan pertolongan," ucapnya.

Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto menambahkan, bahwa korban sengatan ubur-ubur di Pantai Sepanjang hari Minggu didominasi anak-anak. Sedangkan untuk saat ini kemunculan ubur-ubur masih landai.

"Hari Minggu itu ada lima orang di Pantai Sepanjang yang tersengat ubur-ubur, lima orang itu kebanyakan anak-anak. Nah, kalau sekarang belum ada lagi," katanya.

Di sisi lain, Surisdiyanto menyebut jika wisatawan terkendala jarak untuk mendapatkan pertolongan akibat sengatan ubur-ubur bisa melakukan penanganan darurat. Penanganan itu hanya memerlukan air tawar.

"Untuk penanganan darurat, wisatawan bisa membasuh bagian yang tersengat ubur-ubur pakai air tawar, selanjutnya hilangkan tentakel yang menempel di kulit," ujarnya.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads