Pemain PSIM Deri Corfe Pernah Setim Bareng Phil Foden di Akademi Man City

Pemain PSIM Deri Corfe Pernah Setim Bareng Phil Foden di Akademi Man City

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 22 Jan 2026 14:03 WIB
Deri Corfe diumumkan menjadi pemain baru PSIM Yogyakarta, Selasa (1/7).
Pemain PSIM Jogja, Deri Corfe ternyata sempat digembleng di Akademi Man City. (Foto: dok.Istimewa/PSIM)
Jogja -

Penyerang PSIM Jogja, Deri Corfe, punya pengalaman berharga menimba ilmu sepakbola di salah satu akademi terbaik Eropa, Manchester City. Di akademi tersebut, Corfe pernah satu tim dengan pemain Timnas Inggris, Phil Foden hingga satu angkatan dengan penyerang Real Madrid, Brahim Diaz.

Pemain kelahiran Chester, Inggris itu menghabiskan masa remajanya di akademi The Citizens sejak usia 12 tahun, periode yang membentuk mental dan karakternya sebagai pesepakbola profesional. Perjalanan Corfe menuju akademi Manchester City bermula saat dirinya masih membela Chester FC.

Talentanya terpantau pemandu bakat City hingga akhirnya direkrut dan bergabung dengan sistem pembinaan elite klub asal Manchester tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu saya direkrut Manchester City setelah bermain untuk Chester FC saat usia 12 tahun. Saya kemudian bertahan di Manchester City sampai usia 18 tahun," ujar Corfe kepada detikJogja, Kamis (22/1/2026).

Selama menimba ilmu di akademi City, Corfe juga sempat merasakan bermain satu tim dengan Phil Foden. Meski usia Foden beberapa tahun lebih muda, keduanya beberapa kali berada dalam satu skuad.

Tak hanya di lapangan, Corfe dan Foden juga mengenyam pendidikan di sekolah menengah yang disiapkan khusus oleh Manchester City bagi para pemain akademinya.

"Phil beberapa tahun di bawah saya, tapi kami sempat main di tim yang sama beberapa kali di klub. Kami juga satu sekolah karena Manchester City memang menyiapkan sekolah untuk pemain akademi," tuturnya.

Meski tak mengaku dekat secara personal, Corfe menyebut kualitas Foden sudah terlihat sejak dini. Ia pun tak kaget melihat Foden kini menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik Inggris dan menjadi pilar utama Manchester City.

"Kami bukan sahabat dekat, tapi sejak dulu dia sudah terlihat sebagai pemain yang fenomenal. Dari saat itu sudah terasa dia akan mencapai apa yang dia raih sekarang," katanya.

Tak hanya Foden, Corfe juga satu generasi dengan sejumlah pemain yang kini menapaki karier profesional di level atas Eropa. Nama-nama seperti Brahim Diaz, Manu Garcia, Tosin Adarabioyo, Lukas Nmecha hingga David Brooks pernah menjadi bagian dari lingkungan yang sama dengannya di akademi Manchester City.

"Ada beberapa pemain lain yang kini memiliki karier profesional yang sangat bagus di dunia sepakbola. Brahim Diaz, Manu Garcia, Tosin Adarabioyo, Lukas Nmecha, dan David Brooks, dan beberapa lagi," kata eks Persiraja Aceh itu.

Di balik gemerlap akademi elite, Corfe mengaku perjalanannya tak selalu mulus. Ia termasuk pemain yang berkembang cukup lambat dan memiliki postur tubuh relatif kecil saat usia muda. Namun, dukungan pelatih dan mentor membuatnya bisa bertahan dan terlecut untuk berkembang.

"Saya punya banyak pelatih hebat, tapi sosok yang paling berkesan buat saya adalah Scott Sellers. Saya termasuk pemain yang berkembang cukup terlambat dan bertubuh kecil saat masih muda, dan dia banyak membantu saya untuk bisa menghadapi pemain-pemain yang secara fisik lebih besar," ucapnya.

Pengalaman tersebut membuat Corfe belajar satu hal penting tentang dunia sepakbola. Menurutnya, berada di akademi elite sejak usia muda mengajarkan sepakbola bisa sangat keras dan kejam.

"Pelajaran terbesar yang saya dapatkan adalah betapa kejam dan kerasnya dunia sepakbola. Tapi meskipun mendapat banyak tantangan, kita harus terus berjalan dan tidak menyerah," pungkas Corfe.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads