Kabar baik datang dari kiper PSIM Jogja, Cahya Supriadi. Pria kelahiran tahun 2003 itu mendapat panggilan untuk bergabung di skuad sementara Timnas Indonesia dalam perhelatan FIFA Series 2026.
Manajer PSIM, Razzi Taruna, memberikan apresiasi kepada Cahya yang masuk ke dalam daftar 41 nama yang dipanggil Timnas di bawah asuhan pelatih John Herdman.
"Penting untuk dipahami bahwa status Cahya saat ini masuk dalam provisional squad. Ini adalah skuad awal yang didaftarkan PSSI sebelum pemilihan skuad akhir. Kami mengapresiasi proses ini dan sangat bangga identitas PSIM bisa muncul di level nasional setelah sekian lama kita berjuang hingga kembali ke kasta tertinggi," ungkap Razzi dalam keterangan resmi yang diterima detikJogja, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mewakili manajemen PSIM, saya merasa sangat bangga dengan pemanggilan Cahya ke dalam provisional squad Tim Nasional Indonesia," lanjutnya.
Meski statusnya masih provisional squad atau skuad sementara, Razzi menyebut hal ini sebuah prestasi bagi pemain berusia 23 tahun itu. Apalagi, Cahya merupakan satu-satunya pemain Laskar Mataram yang dipanggil Timnas.
"Meskipun ini adalah daftar besar yang berisi 41 pemain dan nantinya akan dikerucutkan menjadi dua puluhan nama, bagi kami ini adalah bentuk pengakuan luar biasa dari pelatih baru Timnas, John Herdman, untuk pemain kami Cahya Supriadi," tuturnya.
"Saya mewakili manajemen PSIM bangga bahwa Cahya dipanggil ke dalam provisional squad Timnas. Untuk mendapatkan pengakuan dari pelatih tim nasional yang baru, John Herdman, bagi saya itu sebuah kebanggaan," jelasnya.
Razzi turut memberikan motivasi kepada Cahya. Ia berharap Cahya bisa belajar lebih banyak setelah mendapatkan panggilan dari Timnas senior.
"Harapan saya Cahya bisa lebih konsisten, lebih lapar dalam mengejar target, selalu rendah hati, dan mau belajar. Semoga nanti Cahya betul-betul berkesempatan masuk ke dalam skuad akhir dan bisa bermain untuk tim nasional senior," pungkasnya.
(par/alg)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf