Legenda sepakbola Jogja, Seto Nurdiantoro, ikut antusias menyambut Derby DIY antara PSIM Jogja dan PSS Sleman di Super League musim depan. Ia berharap Derby DIY berlangsung sportif bagi kedua tim.
Menurut Seto, Derby DIY tak hanya menjadi ajang adu gengsi dua tim besar di Jogja, tetapi juga bisa menjadi momentum memperkuat budaya sportivitas di kalangan suporter.
"Harapannya menjadi tontonan yang menarik. Namanya kompetisi, saling berkompetisi, kompetitif untuk jadi yang terbaik. Harapannya itu dari sisi permainan," ungkap Seto kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih yang pernah menakhodai PSIM dan PSS itu juga berharap laga PSIM kontra PSS dapat menjadi contoh penerapan fair play, baik di dalam maupun luar lapangan.
"Harapannya juga menjadikan momentum untuk teman-teman suporter saling menghargai, sportif, dan bisa memaknai fair play lebih baik. Itu harapannya," ujarnya.
Lebih lanjut, Seto menilai kehadiran dua klub DIY di kasta tertinggi sepaknola Indonesia menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepakbola daerah. Menurutnya, situasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemain-pemain muda untuk terus mengembangkan kemampuan.
"Harapannya menjadikan motivasi tersendiri untuk calon-calon pemain muda ini. Dengan pengelolaan yang baik dan macam-macam pembinaan lainnya, tentu bisa berdampak positif," ungkapnya.
Seto menambahkan, pengembangan sepakbola DIY tidak hanya menjadi tanggung jawab klub, tetapi juga membutuhkan peran asosiasi sepakbola di tingkat kabupaten maupun provinsi.
"Mungkin dari Askab harus mengelola seperti apa, dari Asprov seperti apa. Kalau dari sisi saya sebagai pelatih, kompetisi sangat penting, apalagi banyak pertandingan," katanya.
"Kalau bisa setahun itu ada pertandingan terus untuk calon-calon pemain ini. Itu harapannya," pungkasnya.
Baca juga: Donny Warmerdam Resmi Pamit dari PSIM Jogja |
(apu/afn)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil