PSIM Jogja tengah mempersiapkan tim untuk menyambut kompetisi Super League 2025/2026 musim depan. Di bursa transfer ini, manajemen PSIM mengaku tak ingin asal jorjoran untuk belanja pemain.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno. Wanita yang akrab disapa Liana itu menyebut manajemen PSIM memilih bersikap realistis demi menjaga stabilitas finansial klub untuk jangka panjang.
"Kalau itu pasti kita menambah amunisi (pemain). Tapi target itu harus diimbangi dengan pengeluaran klub," ujar Liana kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liana menambahkan ambisi untuk mendatangkan pemain bintang jangan sampai menjadi bumerang bagi kesehatan finansial klub.
"Jadi jangan sampai kami ini jorjoran tapi membuat kapok gitu. Saya punya visi bahwa bagaimanapun juga pengembangan usia mudanya itu harus diperhatikan. Karena kan pengembangan usia muda ini nanti yang akan menyuplai ke first team," jelasnya.
Lebih lanjut, Liana menyoroti fenomena klub-klub lokal yang sering kali hanya mengandalkan aktivitas transfer tanpa memikirkan regenerasi. Ia menyebut, fondasi utama tim yang sehat justru terletak pada akademi dan pembinaan talenta mudanya.
"Di luar negeri adalah pengembangan usia muda, bagaimana usia muda ini bisa menyuplai ke tim utama," tegasnya.
Maka itu, Liana meminta penggemar untuk bersabar menantikan skuad PSIM di musim depan. Ia menekankan pentingnya proses dalam membangun tim untuk jangka panjang.
"Itu yang sedang kami kerjakan, tapi sabar gitu. Karena kami ini juga baru promosi gitu kan. Gak ada yang instan, semuanya butuh proses," pungkasnya.
(ams/afn)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil