PSIM Jogja kembali melakukan perombakan skuad jelang menghadapi musim baru. Kali ini, Laskar Mataram resmi mengakhiri kerja sama dengan gelandang Fahreza Sudin setelah semusim memperkuat tim.
General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan profesionalisme Fahreza selama membela tim berjuluk Laskar Mataram.
"Mewakili seluruh jajaran manajemen dan keluarga besar PSIM Jogja, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Fahreza Sudin atas profesionalisme, kerja keras, dan dedikasi luar biasa yang telah ia tunjukkan selama bersama Laskar Mataram," kata Steven dalam keterangan resmi yang dikutip detikJogja, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Steven mengatakan keputusan berpisah merupakan bagian dari dinamika yang lumrah terjadi di sepakbola profesional. Meski demikian, manajemen tetap memberikan penghargaan atas dedikasi pemain berusia 25 tahun tersebut.
"Kita semua tahu bahwa dinamika dalam sepak bola profesional berjalan sangat cepat. Meski kebersamaan harus berakhir di titik ini, manajemen sangat mengapresiasi loyalitas serta etos kerja tinggi yang selalu ia perlihatkan, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau," jelasnya.
Manajemen PSIM turut mendoakan agar Fahreza meraih kesuksesan bersama klub barunya.
"Kami mendoakan yang terbaik untuk kelanjutan karier Fahreza ke depannya. Semoga kesuksesan dan pencapaian gemilang selalu menyertai langkah Fahreza di pelabuhan karier yang baru," pungkas Steven.
Baca juga: Anton Fase Resmi Cabut dari PSIM Jogja |
Diketahui, selama membela PSM, Fahreza menjadi salah satu opsi di lini tengah dengan tampil dalam 23 dari total 34 pertandingan resmi yang dijalani PSIM sepanjang musim. Pada musim lalu, Fahreza mencatatkan dua gol dan dua assist.
Gelandang asal Ternate itu juga melepaskan 20 tembakan, dengan 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Dalam distribusi bola, Fahreza membukukan 380 umpan sukses dari total 466 operan. Sementara dari sisi pertahanan, ia menorehkan 17 tekel, 21 intersepsi, dan dua sapuan.
(apu/afn)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja