7 Fakta 2 Prajurit TNI AL Gugur Ditembak-Senpi Dirampas OPM di Maybrat

Papua Barat Daya

7 Fakta 2 Prajurit TNI AL Gugur Ditembak-Senpi Dirampas OPM di Maybrat

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Rabu, 25 Mar 2026 07:45 WIB
Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Elisa Kambu mendatangi Rumah Sakti Angkatan Laut (RSAL) Dr R Oetojo Sorong pascapenembakan di Maybrat yang membuat 2 prajurit TNI AL gugur.
Foto: Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Elisa Kambu mendatangi Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr R Oetojo Sorong pascapenembakan di Maybrat yang membuat 2 prajurit TNI AL gugur. (Paulus Pulo/BeritaKlik)
Maybrat -

Dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) gugur ditembak anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Para pelaku turut merampas senjata api (senpi) korban setelah melancarkan serangannya.

Kedua prajurit TNI AL gugur dalam kontak tembak di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIT. Satu anggota marinir juga dilaporkan luka dalam insiden tersebut.

"Kita semua turut berbelasungkawa atas gugurnya 2 putra terbaik bangsa dari satuan TNI Angkatan Laut yang kebetulan saat ini sebagai satgas di Maybrat," kata Gubernur Papua Barat Daya (PBD) Elisa Kambu kepada wartawan, Minggu (22/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum BeritaKlik, berikut 7 fakta 2 prajurit TNI AL gugur dalam kontak tembak dengan OPM di Maybrat:

ADVERTISEMENT

1. Korban Penembakan Dievakuasi ke RSAL Sorong

Tiga prajurit TNI AL yang menjadi korban penembakan langsung dievakuasi ke ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr R Oetojo Kota Sorong. Elisa didampingi Bupati Maybrat Karel Murafer langsung memantau kondisi korban di rumah sakit pascapenembakan.

"Kehadiran saya dengan pak bupati ini bentuk dari rasa kepedulian dari Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Maybrat untuk hadir memberikan doa, dukungan kepada keluarga, kedua almarhum," jelasnya.

Ketiga prajurit TNI AL diserang saat menjalankan tugas pengamanan. Elisa menyampaikan keprihatinannya atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden memilukan tersebut.

"Kita semua berharap bahwa ke depan teman-teman yang penugasan ini juga lebih hati-hati lagi. Kita tidak boleh memberi celah untuk kejadian semacam ini terulang lagi di waktu-waktu mendatang," tegas Elisa.

2. 1 Marinir Korban Penembakan Masih Dirawat

Total ada tiga prajurit TNI AL yang menjadi korban dalam penembakan. Kedua korban gugur bernama Prada Marinir Elki Saputra dan Prada Marinir Andi Suvio. Sementara korban luka bernama Kopda Marinir Eko Sutikno.

"Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, sehingga mengakibatkan putra terbaik bangsa 3 orang yang kena tembak, lalu 2 yang sudah gugur, 1 lagi dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Kota Sorong," kata Bupati Maybrat Karel Murafer.

Karel menyesalkan adanya penembakan terhadap prajurit TNI AL yang bertugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karel berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Kami berharap dengan dukungan doa bahwa jenazah mereka bisa dikirim ke orang tua dan kita sama-sama mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa," tuturnya.

3. OPM Rampas 2 Senjata Api Prajurit TNI AL

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM mengakui menjadi dalang penembakan terhadap 3 prajurit TNI AL di Maybrat. Pelaku juga merampas senpi milik korban.

"Selain tiga anggota TNI menjadi korban penembakan, 2 pucuk senjata dan logistik militer Indonesia telah disita oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Brigjend Denny Moos," kata Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom dalam keterangannya, Senin (23/3).

Tembakan OPM melukai prajurit TNI AL saat menyerang pos militer di lokasi kejadian. Dia mengaku serangan itu mengakibatkan warga sipil ketakutan dan mengungsi.

"Penyerangan pos militer tersebut mengakibatkan warga sipil ketakutan dan lainnya mengungsi kembali akibat takut akibat serangan balasan dan operasi militer Indonesia ke pemukiman warga," jelasnya.

4. Jenazah 2 Marinir Dipulangkan ke Keluarga

TNI AL melaksanakan upacara pelepasan jenazah Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra yang gugur dalam kontak tembak di Maybrat, Papua Barat Daya.TNI AL melaksanakan upacara pelepasan jenazah Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra yang gugur dalam kontak tembak di Maybrat, Papua Barat Daya. (dok. Dispenal)

Jenazah 2 prajurit TNI AL yang gugur ditembak OPM telah dipulangkan ke keluarganya dan mendapat kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat. Korps Marinir telah melakukan upacara pelepasan jenazah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio di di Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (23/3).

"Saat ini fokus utama kami adalah memberikan penghormatan terakhir yang layak kepada para patriot negara, serta memastikan seluruh hak-hak almarhum dan keluarga yang ditinggalkan terpenuhi dengan baik," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Jenazah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio dipulangkan ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), untuk dimakamkan secara militer. Sebelumnya, jenazah Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra lebih dulu diberangkatkan untuk dimakamkan secara militer di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

"Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Korps Marinir, namun juga menjadi teladan akan semangat pengabdian, keberanian, dan kesetiaan seorang prajurit dalam menjaga kehormatan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

5. Bupati Maybrat Minta Aparat Buru Pelaku

Bupati Maybrat, Karel Murafer mendesak aparat TNI dan Polri untuk memburu anggota OPM yang menembak 2 prajurit TNI AL hingga gugur. Karel juga meminta agar dua senpi marinir yang dirampas pelaku segera diamankan.

"Saya selaku kepala daerah meminta kepada pihak kepolisian dan TNI mengejar para pelaku dan mencari dua pucuk senjata yang dibawa kabur," tegas Karel dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Karel telah melakukan rapat koordinasi menindaklanjuti persoalan ini di Mapolres Maybrat, Senin (23/3). Dalam rapat yang dihadiri unsur forkopimda dan tokoh masyarakat itu, Karel menegaskan fokus utama pada stabilisasi keamanan serta pemulihan kondisi sosial masyarakat.

"Jadi kami pemerintah daerah sudah mengambil langkah pertama berkaitan tindakan penyerangan terhadap satgas Marinir yang bertugas mengamankan NKRI di wilayah Maybrat," ujar Karel.

6. Pemkab Maybrat Kirim Bantuan Bahan Makanan

Bupati Maybrat Karel Murafer menyalurkan bantuan bahan makanan kepada warga pascapenembakan 2 prajurit TNI AL.Bupati Maybrat Karel Murafer didampingi aparat TNI dan Polri menyalurkan bantuan bahan makanan kepada warga pascapenembakan 2 prajurit TNI AL. (dok. Istimewa)

Pemkab Maybrat mengirimkan bantuan bahan makanan berupa beras dan air minum kepada masyarakat usai 2 prajurit TNI AL gugur ditembak OPM. Karel turut dikawal ketat TNI dan Polri untuk menyalurkan bantuan di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Selasa (24/3).

"Saya minta masyarakat bantu pemerintah daerah baik pihak TNI dan Polri yang bertugas di wilayah Maybrat," kata Karel dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Karel menekankan, keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Jika daerah aman, pembangunan akan semakin maju. Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

"Saya minta kepada masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa yang penting wilayah ini aman," ujarnya.

7. Warga Diimbau Tidak Tinggalkan Kampung

Karel turut mengimbau masyarakat tidak meninggalkan kampung pascapenembakan maut oleh OPM. Dia mengatakan Pemkab Maybrat menjamin kebutuhan warga dengan memberikan bantuan bahan makanan (bama).

"Jadi bantuan bama ini kami Pemda serahkan agar masyarakat tidak perlu keluar dari kampung. Hadirnya aparat keamanan untuk menjaga kita semua," ungkap Karel.

Sementara Kapolres Maybrat Kompol Ruben Obed Kbarek mengatakan, pihaknya sudah berupaya memberikan pengamanan. Aparat kepolisian intens melakukan koordinasi bersama masyarakat, kepala distrik, ketua klasis Aifat dan pemerintah daerah.

"Kami TNI-Polri juga rekan-rekan satgas yang menjalankan tugas, kami juga tinggalkan keluarga, kami juga tinggalkan anak istri untuk menjalankan tugas, kami hanya mencari pitis (uang) makan, kita semua punya hati, kitong takut sama Tuhan. Pesan saya mari kita sama-sama saling membantu," jelasnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Satpam Masjid di AS Tewas Lindungi Jemaah saat Insiden Penembakan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads