detikBali
detikBali-Nusra Awards 2026

AKBP Bayu Pati Kedepankan Musyawarah demi Jaga Kondusifitas Tabanan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
detikBali-Nusra Awards 2026

AKBP Bayu Pati Kedepankan Musyawarah demi Jaga Kondusifitas Tabanan


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Baturiti, Kamis (6/11/2025). (Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Baturiti, Kamis (6/11/2025). (Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengedepankan mekanisme musyawarah dalam penyelesaian konflik sosial. Salah satunya terkait ketegangan akibat sengketa tapal batas yang melibatkan dua desa adat di Tabanan, yakni Desa Adat Buruan dan Desa Adat Sesandan. Ketegangan terjadi saat momen menjelang Hari Raya Nyepi pada Maret 2026.

Polres Tabanan memfasilitasi penyelesaian sengketa tapal batas desa melalui pendekatan mediasi yang efektif. Sehingga, penyelesaian dapat diterima para pihak serta terjaganya stabilitas keamanan wilayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konflik bermula ketika warga Desa Adat Buruan hendak memasang patung jegeg-bagus untuk persiapan upacara adat Ngenteg Linggih. Namun, warga Desa Adat Sesandan menolak pemasangan sarana upacara adat itu lantaran diklaim berada di wilayah mereka.

Kedua desa adat pun sempat memanas. Namun, ketegangan tersebut berhasil diredam setelah Polres Tabanan mengundang kedua desa adat untuk melakukan mediasi di Mapolres Tabanan. Proses mediasi juga dihadiri Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

ADVERTISEMENT

"Berkat mediasi yang diinisiasi oleh Polres Tabanan, kedua desa adat akhirnya menyatakan berkomitmen untuk tetap menjaga kondusifitas," ujar Bayu Pati.

Selain sengketa tapal batas desa adat, Polres Tabanan juga berperan dalam penyelesaian polemik pemasangan seng dan plastik hitam oleh warga di kawasan Subak Jatiluwih yang sempat menjadi perhatian publik.

Dalam penanganan persoalan tersebut, Polres Tabanan berfokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama pemerintah daerah mencari solusi terkait persoalan perizinan usaha di kawasan wisata Jatiluwih.

Bayu Pati kemudian mempertemukan para pelaku usaha akomodasi di Jatiluwih dengan para pemangku kepentingan. Ia menekankan perlunya pendekatan musyawarah demi menciptakan kesepahaman para pihak serta terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Polres Tabanan berupaya membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat untuk menyelesaikan konflik di masyarakat secara damai dan berkelanjutan," tegasnya.

Pendekatan dialogis, kolaboratif, dan problem solving melalui mediasi sengketa tapal batas desa tersebut juga mencerminkan implementasi Polri Presisi dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat persatuan masyarakat.




(nor/nor)










Hide Ads