detikBali

Kritik Trump ke Netanyahu lalu Puji Xi Jinping dan Putin Usai AS-Iran Damai

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kritik Trump ke Netanyahu lalu Puji Xi Jinping dan Putin Usai AS-Iran Damai


Yogi Ernes - detikBali

US President Donald Trump delivers a speech about the economy at Rockland Community College Fieldhouse in Suffern, New York, on May 22, 2026. Trump is the first sitting president to visit the northern New York City suburbs since Gerald Ford in 1976. (Photo by Brendan SMIALOWSKI / AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kritik tersebut disampaikan Trump setelah AS dan Iran sepakat berdamai dan mengakhiri perang.

Dilansir dari detikNews, Trump dalam wawancara telepon dengan The New York Times menyebut Netanyahu sebagai pribadi yang sulit. Trump pun membandingkan sikap Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dianggap membantu menyelesaikan persoalan dengan Iran.

"Dia orang yang sangat sulit," kata Trump tentang Netanyahu, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja, Trump tidak menjelaskan secara detail mengenai kritik terbarunya terhadap Netanyahu itu. Dia hanya menyebut kesepakatan damai AS dengan Iran akan memberikan manfaat besar terhadap Israel.

ADVERTISEMENT

Pemerintahan Netanyahu, dia berujar, seharusnya berterima kasih kepada AS atas keberhasilan mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Trump menyebut Israel akan berada dalam bahaya jika Iran memiliki senjata nuklir.

"Dan jujur saja, dia (Netanyahu) seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena telah melakukan ini. Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam," kata Trump.

Ini bukan pertama kali bagi Trump melontarkan kritik terhadap Netanyahu. Beberapa pekan terakhir, Trump secara terbuka mengkritik keras sikap Israel di bawah Netanyahu yang terus menyerang Lebanon saat upaya perdamaian AS dan Iran tengah berlangsung.

Diketahui, Donald Trump sebelumnya menyatakan kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Blokade militer AS di Selat Hormuz pun resmi berakhir.

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tulis Trump dilansir CNN.

Itu disampaikan Trump tidak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharis mengumumkan Iran dan AS telah sepakat berdamai. Melalui Truth Social miliknya, Trump mengatakan semua dokumen perjanjian damai dengan Iran telah rampung dan kesepakatan damai akan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni mendatang.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads