detikBali
Regional

Nestapa Balita Tewas Diperkosa Ayah Kandung-Dipaksa Ibu Tiri Makan Nasi Mentah

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Regional

Nestapa Balita Tewas Diperkosa Ayah Kandung-Dipaksa Ibu Tiri Makan Nasi Mentah


Tim detikSulsel - detikBali

Polisi saat melakukan penyelidikan di TKP balita diperkosa ayah kandungnya di Kolaka.
Polisi saat melakukan penyelidikan di TKP balita diperkosa ayah kandungnya di Kolaka. (dok. Istimewa)
Denpasar -

Nestapa yang dialami balita perempuan berusia 3 tahun di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), terungkap satu per satu setelah kematiannya diselidiki polisi. Di usia yang masih sangat belia, korban diduga diperkosa ayah kandungnya sendiri, R (22), hingga mengalami luka parah.

Tak hanya itu, korban juga diduga kerap dianiaya ibu tirinya, TE (29), bahkan dipaksa makan nasi mentah sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki kematian korban yang dinilai tidak wajar. Korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di Puskesmas Kecamatan Latambaga pada Selasa (16/6) sekitar pukul 12.00 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya benar korban diduga diperkosa ayah kandungnya," kata Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka Aiptu Riswandi dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026), dilansir dari detikSulsel.

Berikut fakta-fakta di balik kematian tragis balita 3 tahun yang diduga menjadi korban kekerasan berulang dari ayah kandung dan ibu tirinya.

ADVERTISEMENT

Diperkosa Saat Tidur

Pemerkosaan terjadi di rumah pelaku di Kecamatan Latambaga pada Senin (15/6) sekitar pukul 00.30 Wita. Polisi menyebut pelaku melancarkan aksinya saat korban tertidur.

"Kejadian pemerkosaan itu terjadi di rumahnya pelaku sendiri saat korban tertidur," ujar Wakapolres Kolaka Kompol Mochamad Salman dalam keterangannya, Rabu (17/6).

Keesokan harinya, pelaku tetap berangkat bekerja seperti biasa. Sebelum pergi, dia sempat mengantar istrinya yang merupakan ibu tiri korban ke pasar.

Korban kemudian mengeluh kesakitan saat dimandikan. Rasa sakit pada area kemaluan membuat korban terus menangis.

"Korban mengeluhkan sakit pada saat buang air kecil maupun buang air besar," ucap Salman.

Kondisi korban terus memburuk hingga muntah-muntah sebelum akhirnya dilarikan ke puskesmas. Namun nyawanya tidak tertolong.

"Korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak puskesmas," ungkap Salman.

Tubuh Penuh Memar dan Luka

Pemeriksaan medis menemukan sejumlah luka memar di tubuh korban. Selain itu, area kemaluannya mengalami luka berat.

"Dokter sudah melihat kondisi korban terdapat beberapa bagian tubuhnya terdapat memar," beber Salman.

Temuan tersebut membuat polisi mendalami dugaan adanya kekerasan yang telah lama dialami korban.

Pengakuan Ayah Kandung

Penyelidikan polisi mengarah kepada ayah kandung korban. Pelaku ditangkap pada hari yang sama saat korban meninggal dunia.

"Tersangka mengakui perbuatannya melakukan pemerkosaan terhadap korban yang merupakan anak kandungnya sendiri," ungkapnya.

Polisi mengungkap pelaku melakukan perbuatannya karena terpengaruh video porno yang tersimpan di telepon genggamnya.

"Pelaku melakukan perbuatan tersebut karena sering menonton video porno yang tersimpan di handphone-nya," ungkap Salman.

Selain memperkosa, pelaku juga mengakui pernah melakukan kekerasan fisik terhadap korban.

"Jadi selain melakukan pemerkosaan, pelaku pernah memukul dan menyulut api rokok pada beberapa bagian tubuh korban," imbuh Salman.

Ibu Tiri Tersangka Penganiayaan

Di tengah penyidikan, polisi menetapkan ibu tiri korban, TE, sebagai tersangka penganiayaan dan kekerasan terhadap anak.

"Kami tetapkan ibu tiri korban sebagai tersangka penganiayaan dan kekerasan terhadap anak," kata Kasatreskrim Polres Kolaka AKP Fernando Oktober kepada BeritaKlik, Minggu (28/6).

Polisi menduga korban telah lama mengalami berbagai bentuk kekerasan selama tinggal bersama kedua tersangka.

"Selama ini korban tinggal bersama kedua tersangka. Dugaan kami, selama hidup bersama mereka, korban kerap mengalami berbagai bentuk kekerasan," imbuh Fadli.

Fakta yang paling menyita perhatian terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap ibu tiri korban. Sebelum meninggal dunia, korban yang meminta makan justru diberi nasi mentah.

"Si anak ini meminta makan, tapi tidak ada makanan yang sudah masak di rumah. Nah, nasi yang masih mentah itu langsung dijejalkan ke mulut korban," tutur Fernando.

Temuan autopsi turut menguatkan dugaan tersebut. Selain menemukan bekas luka penganiayaan di tubuh korban, tim forensik juga menemukan nasi mentah di dalam perut korban.

"Hasil autopsi menemukan bekas luka penganiayaan di tubuh korban. Selain itu, ditemukan nasi mentah di dalam perut korban yang mengindikasikan adanya kekerasan terhadap anak," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikSulsel. Baca selengkapnya di sini!




(dpw/dpw)











Hide Ads
LIVE