detikBali

Cuaca Buruk, Kapal Wisata Dilarang ke Pulau Komodo-Padar hingga 25 Februari

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Cuaca Buruk, Kapal Wisata Dilarang ke Pulau Komodo-Padar hingga 25 Februari


Ambrosius Ardin - detikBali

Sejumlah kapal wisata lego jangkar akibat cuaca buruk di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/1/2026). Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara layanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi seluruh kapal wisata, termasuk speed boat pada 20-27 Januari 2026 karena cuaca buruk di perairan sekitar Labuan Bajo. ANTARA FOTO/Gecio Viana/app/tom.
Viana Ilustrasi - Sejumlah kapal wisata lego jangkar akibat cuaca buruk di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: ANTARA FOTO/Gecio)
Manggarai Barat -

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo melarang kapal wisata tujuan Pulau Komodo dan Pulau Padar, dua destinasi di kawasan Taman Nasional Komodo. Surat persetujuan berlayar (SPB) hanya diberikan untuk kapal cepat (speedboat) tujuan Pulau Rinca.

Keputusan ini berlaku 23-25 Februari 2026. Larangan berlayar ke Pulau Komodo dan Pulau Padar dilakukan akibat cuaca buruk, yakni angin kencang dan gelombang tinggi.

"Betul, tindak lanjut prakiraan cuaca gelombang tinggi dari BMKG," ungkap Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, dikonfirmasi Minggu, (22/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KSOP telah mengeluarkan maklumat pelayaran atau Notice to Marineers (NtM) tentang persetujuan berlayar kapal jenis speedboat tujuan Rinca, hari ini. Pemberian SPB hanya untuk tujuan Pulau Rinca ini menindaklanjuti informasi kecepatan angin dan tinggi gelombang pada 23-25 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

"Maka pelayanan SPB dapat diberikan untuk kapal jenis speedboat dengan tujuan Pulau Rinca. Untuk kapal jenis lainnya, akan menyesuaikan dengan perkembangan prakiraan cuaca maritim BMKG ," jelas Stephanus.

KSOP meminta nakhoda untuk memastikan kelaiklautan kapal dan berlindung jika cuaca buruk. Kemudian, memberitahukan kepada kapal lainnya jika mengetahui adanya bahaya cuaca dan berkoordinasi dengan syahbandar dan Basarnas saat mengetahui cuaca semakin memburuk.




(iws/iws)










Hide Ads