detikBali

Ikuti Cara Trump, Inggris Minta Kartu Merah Jarell Quansah Ditangguhkan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Ikuti Cara Trump, Inggris Minta Kartu Merah Jarell Quansah Ditangguhkan


Rolando Fransiscus Sihombing - detikBali

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 16 - Mexico v England - Estadio Azteca, Mexico City, Mexico - July 5, 2026 Englands Jarell Quansah is shown a red card by referee Alireza Faghani REUTERS/Paul Childs
Foto: Wasit memberikan kartu merah untuk pemain Inggris, Jarell Quansah. (REUTERS/Paul Childs)
Jakarta -

Inggris mendesak kartu merah Jarell Quansah yang didapat dalam laga melawan Meksiko ditangguhkan. Permintaan itu dilakukan karena Inggris meniru cara Presiden Amerika Serikat (AS, Donald Trump, yang menelpon langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar kartu merah Folarin Balogun ditangguhkan.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengungkapkan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sedang mempertimbangkan opsi terkait banding. Sementara FIFA tidak menanggapi beberapa permintaan komentar tentang kasus Quansah yang diminta dipertimbangkan berdasarkan ketentuan yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Intervensi anggota parlemen Inggris menandai upaya pertama untuk menggunakan putusan Balogun atas nama pemain lain, yang berpotensi mengubah keputusan yang menurut FIFA dibuat oleh badan peradilannya menjadi ujian yang lebih luas tentang apakah pendekatan yang sama akan diterapkan secara konsisten.

Dalam surat terpisah yang diunggah di platform media sosial, anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh, Noah Law dan Melanie Onn, meminta Infantino untuk menunda hukuman skorsing satu pertandingan Quansah setelah kartu merah pada Minggu (5/7/2026), melawan Meksiko hingga setelah Piala Dunia, dengan mengutip keputusan FIFA tentang Balogun sebagai presiden.

ADVERTISEMENT

Seperti Balogun, Quansah menghadapi skorsing satu pertandingan setelah dikeluarkan dari lapangan dalam kemenangan Inggris 3-2 di Stadion Azteca. "Meskipun saya percaya bahwa kartu merah yang diterima Jarell Quansah sudah tepat... saya percaya akan lebih tepat untuk menunda hukumannya hingga setelah Piala Dunia ini selesai," tulis Law dilansir dari detikNews.

Onn mengatakan ada alasan kuat untuk menunda hukuman Quansah, menambahkan bahwa akan sulit untuk membenarkan satu pemain mendapat keuntungan dari penundaan hukuman sementara pemain lain dalam keadaan yang secara material serupa tidak bisa.

Kedua anggota parlemen Inggris tersebut berpendapat FIFA berisiko merusak kepercayaan pada sistem disiplinnya, kecuali aturan-aturannya diterapkan secara konsisten.

Secara terpisah, Caroline Dinenage, Ketua Komite Kebudayaan, Media, dan Olahraga Parlemen Inggris, meminta FIFA untuk segera menjelaskan keputusannya untuk menangguhkan hukuman Balogun.

"Kemenangan inspiratif Inggris di dini hari menunjukkan Piala Dunia dalam kondisi terbaiknya, tetapi keputusan FIFA ini mengancam akan menodai turnamen yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola dunia," kata Dinenage.

"Agar olahraga memiliki makna, aturan dan hukumnya harus diterapkan secara setara kepada semua tim. FIFA perlu segera menjelaskan dasar keputusannya dan menanggapi dugaan adanya campur tangan politik dalam proses tersebut."

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(dpw/dpw)










Hide Ads