detikBali

Diduga Masalah Rumah Tangga, Pria Dompu Tewas Gantung Diri

Terpopuler Koleksi Pilihan

Diduga Masalah Rumah Tangga, Pria Dompu Tewas Gantung Diri


Faruk - detikBali

Ilustrasi
Foto: Ilustrasi gantung diri. (Dok.BeritaKlik)
Dompu -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria inisial S (31), ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya di Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (18/6/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasad S yang merupakan warga Desa Tambe, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, itu pertama kali ditemukan oleh seorang anak yang hendak meminta handphone miliknya yang sebelumnya dipinjam oleh S.

"Korban merupakan warga Belo, Kabupaten Bima. Dia sudah menetap di Desa Ta'a selama tiga bulan terakhir," kata Kasi Humas Polres Dompu, Iptu I Nyoman Suardika Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

S diketahui meninggal gantung diri menggunakan kabel listrik. Anak yang hendak meminta handphone yang dipinjam oleh S itu awalnya memanggil-manggil S dari luar rumah. Namun, panggilannya itu tidak direspon.

Kemudian anak tersebut anak itu mengintip lewat celah pintu dan menemukan korban dalam posisi tergantung. Setelah itu, anak itu memanggil warga sekitar dan membuka paksa pintu rumah dan berusaha mengevakuasi jasad. Namun sayang, S sudah tak bernyawa dan dinyatakan meninggal dunia.

Tidak diketahui pasti motif S nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, S diduga depresi karena mengalami persoalan rumah tangga.

"Informasi awal yang diperoleh dari saksi dan keluarga, korban diduga mengalami persoalan pribadi dalam rumah tangga. Namun polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan yang diperoleh untuk memastikan fakta-fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini," tutur Suardika.




(hsa/hsa)










Hide Ads