Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik mempunyai dana sebanyak Rp 3 miliar untuk menangani warga Kota Kupang yang sakit darurat, tanpa ter-cover Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan, dan tidak mampu.
Direktur RSUD SK Lerik, Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, mengatakan dana sebesar Rp 3 miliar itu dialokasikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Hingga kini, dana tersebut sudah dimanfaatkan 199 pasien dengan realisasi anggaran mencapai Rp 700 juta.
"Dana yang disiapkan bapak wali ketika ada pasien yang mengalami sakit gawat darurat, kemudian datang di IGD dan yang pasti dia warga Kota Kupang, dan tidak memiliki BPJS serta tidak mampu, maka ketika datang di RSUD SK Lerik kami layani dahulu," kata Ivonny, Selasa (23/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai petugas kesehatan, kata Ivonny, RSUD SK Lerik mengutamakan penanganan medis. Kelengkapan administrasi diurus sambil pasien ditangani.
Soal pembiayaan, RSUD SK Lerik akan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kupang untuk memastikan status kependudukan pasien. "Kalau bukan warga Kota Kupang, pasti tidak bisa dijawab karena ini dari Pemerintah Kota Kupang untuk warganya," tegas Ivonny.
Ivonny mengungkapkan program Pemkot Kupang ini telah berjalan sejak tahun lalu dan sudah banyak warga merasakan manfaatnya. RSUD SK Lerik terus menyosialisasikan program ini di puskesmas dan kepada keluarga pasien.
"Kami sampaikan inovasi dari Pemerintah Kota Kupang yang menjamin keselamatan masyarakat yang tidak mampu di wilayah Kota Kupang," terang eks Kepala Puskesmas Sikumana ini.
(hsa/hsa)

