Doa Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri: Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Doa Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri: Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 17 Jun 2026 19:15 WIB
ilustrasi suami istri
Ilustrasi suami istri (Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio)
Jakarta -

Mandi wajib atau mandi junub merupakan salah satu bentuk bersuci yang diwajibkan dalam Islam ketika seseorang mengalami hadas besar. Salah satu penyebab hadas besar adalah hubungan suami istri.

Setelah berhubungan suami istri, seorang muslim wajib mandi junub sebelum melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian, seperti salat, tawaf, membaca Al-Qur'an menurut sebagian ulama, dan ibadah lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa dan Dzikir karya Zakaria R. Rachman, mandi wajib adalah mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar. Dalam konteks hubungan suami istri, mandi junub menjadi wajib ketika terjadi hubungan intim, meskipun tidak keluar mani.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seseorang telah benar-benar melakukan hubungan intim dengan istrinya lantas bertemu dua kemaluan, ia diwajibkan untuk mandi." (HR. Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Dalam riwayat Muslim terdapat tambahan, "Walaupun tidak keluar mani." (HR. Muslim)

Hakikat mandi adalah mengguyur seluruh badan dengan air, yaitu mencakup rambut dan kulit.

Dengan mandi junub, seorang muslim kembali dalam keadaan suci sehingga dapat melaksanakan berbagai ibadah yang sebelumnya tidak diperbolehkan saat berhadas besar.

Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan

Rukun pertama dalam mandi junub adalah niat. Niat dilakukan dalam hati ketika air pertama kali disiramkan ke tubuh.

Dalam mazhab Syafi'i, niat harus dilakukan bersamaan dengan awal mengalirnya air ke badan. Berikut bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta'ala

Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Rukun Mandi Junub

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), agar mandi wajib sah, terdapat dua rukun yang harus dipenuhi.

1. Niat

Niat dilakukan untuk membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Tanpa niat, mandi junub tidak dianggap sah sebagai ibadah.

2. Mengguyur Seluruh Tubuh dengan Air

Rukun kedua adalah mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh tanpa ada yang terlewat.

Air harus mengenai seluruh badan bagian luar, termasuk rambut kepala, pangkal rambut, bulu-bulu tubuh, lipatan kulit dan juga bagian tubuh yang tersembunyi tetapi masih termasuk bagian luar tubuh.

Karena itu, seseorang perlu memastikan tidak ada bagian tubuh yang terhalang benda yang menghambat sampainya air, seperti cat tebal, lem, atau kotoran yang menempel.

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

Selain memenuhi rukun, Islam juga mengajarkan sejumlah amalan sunnah agar mandi junub menjadi lebih sempurna.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menjelaskan beberapa kesunnahan dalam mandi junub sebagai berikut:

1. Membasuh Kedua Tangan Tiga Kali

Sebelum memulai mandi, disunnahkan membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.

2. Membersihkan Najis dan Kotoran

Apabila terdapat najis atau kotoran yang menempel di tubuh, hendaknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum mandi.

3. Berwudhu Secara Sempurna

Sebelum mengguyur tubuh, disunnahkan berwudhu seperti wudhu untuk salat.

Langkah ini mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW ketika melaksanakan mandi junub.

4. Mengguyur Kepala Tiga Kali

Setelah berwudhu, siram kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke seluruh rambut dan kulit kepala.

Pada tahap ini niat mandi wajib dapat dilakukan bersamaan dengan guyuran pertama.

5. Mengguyur Tubuh Sebelah Kanan dan Kiri

Sunnah berikutnya adalah mengguyur badan sebelah kanan sebanyak tiga kali, kemudian badan sebelah kiri sebanyak tiga kali.

Cara ini menunjukkan adab mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan dalam bersuci.

6. Menggosok Seluruh Tubuh

Disunnahkan menggosok bagian depan maupun belakang tubuh agar air benar-benar merata ke seluruh badan.

7. Menyela Rambut dan Jenggot

Bagi yang memiliki rambut tebal atau jenggot, dianjurkan menyela-nyelanya agar air sampai ke pangkal rambut.

8. Mengalirkan Air ke Lipatan Kulit

Pastikan air mengalir ke bagian-bagian yang sering terlewat, seperti bagian belakang telinga, ketiak, lipatan perut, sela-sela jari dan juga lipatan kulit lainnya.

Apakah Ada Doa Khusus Setelah Mandi Wajib?

Tidak ditemukan doa khusus yang secara khusus diperintahkan untuk dibaca setelah mandi wajib.

Namun, sebagian ulama menganjurkan membaca doa setelah wudhu apabila seseorang berwudhu dalam rangkaian mandi junub. Selain itu, seorang muslim juga dapat memperbanyak zikir dan doa kepada Allah SWT setelah selesai bersuci.

Yang terpenting dalam mandi wajib bukanlah banyaknya bacaan doa, melainkan terpenuhinya rukun mandi junub dan kesempurnaan tata cara yang diajarkan Rasulullah SAW.




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads